Masa, sih Si Kecil Sudah Siap Bersekolah?

Oleh: Morinaga Platinum

Coba, deh, Bunda perhatikan. Belakangan ini banyak bermunculan “jenis” sekolah baru. Lembaga-lembaga ini didirikan untuk anak dalam kelompok usia lebih kecil dari usia sekolah. Ada kelas paruh waktu untuk bayi hingga lembaga yang menerima murid usia batita. Luar biasa, ya?

Tentunya ini membuat Ayah dan Bunda bingung, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk memasukkan Si Kecil ke sekolah. Atau malah bertanya dalam hati, perlu atau tidak Si Kecil dimasukkan ke sekolah pada usia sedini mungkin. Segitu pentingnya kah?

Tak ada patokan pasti kapan Si Kecil harus mulai bersekolah di taman kanak-kanak, karena hal ini harus dilihat dari kesiapan Si Kecil dan kondisi sekitarnya bukan berdasarkan usia saja. Apabila di rumah Si Kecil bisa mendapatkan stimulasi yang cukup, sekolah dalam usia dini bukanlah prioritas utama. Terutama jika di lingkungan sekitar terdapat anak sebaya atau orang dewasa lain selain orangtua.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Thomas Dee, education professor Stanford University menghasilkan bahwa anak-anak di negara Denmark yang menunda masuk taman kanak-kanak hingga setahun memerlihatkan tingkat kontrol diri yang lebih baik. “Kami menemukan fakta bahwa penundaan masuk taman kanak-kanak selama satu tahun berdampak positif untuk anak berusia 11 tahun karena mengurangi risiko hiperaktif dan kurang konsentrasi hingga 73 persen,” jelas Thomas lebih lanjut. Hal ini memperkuat anggapan bahwa memasukkan Si Kecil ke sekolah terlalu dini dapat membuatnya stres dan bosan bersekolah.

Meski demikian, sekolah mempunyai keunggulan yakni memiliki guru yang berdedikasi untuk mendidik, memiliki sarana dan prasarana bermain juga pendidikan yang lebih lengkap, serta berfungsi sebagai wadah sosialisasi bagi Si Kecil yang lebih baik.

Lalu, apa tanda-tanda Si Kecil siap bersekolah? Ayah dan Bunda dapat melihat tanda-tanda berikut ini:

  1. Si Kecil mulai suka menggendong tas dan berpura-pura ingin pergi ke sekolah.
  2. Si Kecil mulai bosan bermain di rumah.
  3. Si Kecil menikmati bermain dan bersosialisasi dengan teman-teman sebaya.
  4. Si Kecil dapat mengerti dan menjalankan instruksi.
  5. Si Kecil dapat buang air kecil tanpa bantuan.
  6. Si Kecil dapat memegang pensil dan gunting dengan baik.
  7. Si Kecil tertarik dengan buku.
  8. Si Kecil tertarik untuk belajar hal-hal baru.

Apabila ada indikasi Si Kecil sudah siap bersekolah, tetapi Ayah dan Bunda masih belum yakin puaskan keingintahuannya dengan mengajaknya bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya lebih sering. Ayah dan Bunda juga bisa mencoba memasukkannya ke kelas-kelas kecil seperti kelas menari, senam anak, dan lainnya.

Alternatif lainnya adalah mengikuti kelas percobaan di sekolah penuh waktu. Dengan ini, Ayah dan Bunda bisa mendapat masukan dari para guru yang ada mengenai kesiapan Si Kecil dan apakah sekolah tersebut cocok untuk dijadikan sekolahnya kelak.

Apa pun langkah yang Ayah dan Bunda ambil, lakukan dengan memikirkan kebutuhan serta kesiapan Si Kecil, ya, karena ia yang akan menjalani aktivitasnya termasuk konsekuensi yang mungkin terjadi dari pengambilan keputusan tersebut. 

Milestone Lainnya