Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Berbagai Macam Manfaat dan Khasiat Protein Nabati untuk Anak

Morinaga Platinum ♦ 26 April 2022

Sudah menjadi rahasia umum bahwa nutrisi dan gizi sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi yang memegang peran penting dalam mendukung tumbuh dan kembang anak adalah protein. Protein sendiri terbagi menjadi 2, yaitu protein nabati dan protein hewani.

Perbedaan Protein Nabati dan Hewani

Supaya kebutuhan protein harian anak terlengkapi, Bunda perlu menyediakan menu makan yang seimbang, baik sumber protein nabati maupun sumber protein hewani. Akan tetapi, apa bedanya? 

Perbedaannya hanya terdapat pada sumber proteinnya saja. Bunda bisa menemukan protein hewani pada telur, daging, atau susu sapi. Sementara itu, protein nabati terdapat pada tumbuh-tumbuhan seperti sayuran dan kacang-kacangan.

Tumbuh-tumbuhan dengan kandungan protein tinggi umumnya terdapat pada kacang-kacangan, seperti kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, almond, dan edamame. Selain itu, protein juga dapat ditemukan secara alami dalam sayuran, seperti pada brokoli dan jamur.

Memberi asupan nabati yang baik untuk anak-anak harus diperhitungkan dengan teliti agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Mungkin bagi Bunda ini sangat bermanfaat, karena mendorong Bunda untuk mengontrol asupan makanan Si Kecil serta mengetahui nutrisi yang terkandung dalam makanan anak. 

Bagi yang lainnya, hal ini bisa jadi menantang dan kebutuhan gizi Si Kecil kurang lengkap jika tidak diatur dengan baik. Jadi, Bunda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar nutrisi Si Kecil tetap tercukupi. 

Baca juga: 14 Jenis Makanan yang Mengandung Protein untuk Si Kecil

Rekomendasi Sumber Protein Nabati untuk Anak

Untuk memenuhi kebutuhan protein Si Kecil, Bunda dapat dengan mudah memperoleh berbagai macam protein di lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, Bunda perlu mengetahui  macam-macam sumber protein nabati yang baik untuk anak:

Sayur-sayuran

Kandungan protein banyak terdapat pada sayur-sayuran. Contoh sayuran yang mengandung protein adalah brokoli, kembang kol, jamur dan masih banyak lagi. Dengan brokoli, Bunda bisa membuat berbagai macam jenis hidangan yang disukai Si Kecil untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Selain itu, kandungan serat pada brokoli dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil. 

Kacang-kacangan

Kandungan protein juga banyak terdapat pada kacang-kacangan. Selain kaya akan protein, kacang-kacangan juga kaya nutrisi lain. Kacang merah misalnya, mengandung kalium untuk menjaga kinerja jantung, asam folat dan zat besi. 

Salah satu contoh protein nabati selanjutnya adalah kacang hijau yang biasanya dijadikan bubur. Kacang hijau mengandung serat dan flavonoid untuk membuang racun dari tubuh. Flavonoid merupakan salah satu jenis antioksidan yang berfungsi untuk menangkal racun dan melawan radikal bebas.

Nah, tahukah Bunda kalau kedelai memiliki kadar protein paling tinggi jika dibandingkan dengan sumber protein nabati lainnya? Tak hanya kaya protein, kedelai pun memiliki banyak manfaat bagi Si Kecil diantaranya menjaga level kolesterol, tekanan darah, dan kesehatan ginjal.

Susu 

Tidak semua susu berasal dari sapi atau kambing yang mengandung protein hewani. Ada juga susu soya juga merupakan salah satu sumber protein nabati yang dapat diberikan untuk Si Kecil. 

 

Salah satunya adalah Chil Kid Soya yang mengandung isolat protein kedelai yang sangat baik untuk anak usia 1 sampai 3 tahun. Chil Kid Soya juga mengandung nutrisi lain seperti DHA, AA, prebiotik, probiotik, serta berbagai vitamin dan mineral yang mendukung pertumbuhan Si Kecil.

Fungsi dan Manfaat Protein

Protein merupakan kesatuan molekul besar yang punya banyak peran dalam tubuh manusia. Protein dibentuk oleh ratusan atau ribuan unit asam amino, di mana satu dan yang lainnya akan dihubungkan dengan rantai panjang.

Oleh sebab itu, protein memiliki peranan yang sangat penting di dalam sel tubuh manusia, terutama anak-anak. Peranan protein di antaranya adalah untuk pembentukan struktur sel, membantu sel menjalankan fungsinya, dan mengatur banyak fungsi di dalam jaringan tubuh dan organ.

Protein nabati dan hewani memiliki fungsi untuk membentuk antibodi, enzim, pembawa pesan, struktur, dan transport. Di dalam tubuh, antibodi  bermanfaat untuk mengikat partikel-partikel asing, seperti bakteri dan virus, untuk melindungi tubuh dari penyakit. Sementara enzim berperan penting pada hampir seluruh proses kimia yang terjadi dalam sel. 

Selain itu, protein berperan sebagai pembawa pesan, seperti hormon akan menyampaikan sinyal di antara sel, jaringan, dan organ, serta berperan sebagai pembentukan struktur sel dan juga membawa molekul kecil ke seluruh tubuh.Protein nabati dan hewani bermanfaat untuk memproduksi hemoglobin, komponen yang berfungsi untuk membawa oksigen dalam darah, menyokong pertumbuhan bayi, membantu pertumbuhan dan menjaga kesehatan organ dalam, membangun imun tubuh, dan membuat bayi tumbuh sehat dan kuat.

Baca juga: Manfaat Protein untuk Otak Si Kecil

Protein Nabati untuk MPASI

Si Kecil yang telah menginjak usia 6 bulan sudah bisa diberikan protein nabati untuk MPASI. Karena pada usia ini, Si Kecil juga memerlukan tambahan energi dan nutrisi selain dari ASI. 

Kebutuhan protein bayi usia 7–12 bulan yang harus dipenuhi adalah sebesar 13 gram per harinya. Tak hanya menjadi sumber energi, protein sangat penting untuk pembentukan otot, tulang, serta kekebalan tubuh Si Kecil.

Oleh karena itu, Bunda perlu memastikan kandungan protein dalam MPASI yang dikonsumsi Si Kecil, baik itu berasal protein hewani atau nabati. Berikut adalah beberapa protein nabati yang baik dijadikan sebagai MPASI:

Kacang Merah

Kacang merah bisa menjadi sumber protein dalam menu MPASI. Cara mengolah kacang merah menjadi menu MPASI adalah dengan dicuci bersih terlebih dahulu lalu direbus sampai matang, kemudian haluskan dengan blender.

Ada sekitar 2 gram protein yang terkandung dalam 2 sendok makan kacang merah yang telah dihaluskan. Jumlah ini telah mencukupi sekitar 15% kebutuhan protein harian Si Kecil. Selain itu, kacang merah juga memiliki kandungan zat besi, folat, kalium, dan magnesium yang juga penting untuk pertumbuhan Si Kecil.

Selai Kacang

Selai kacang boleh diberikan pada bayi yang telah mengkonsumsi MPASI, karena selai ini terbuat dari kacang tanah yang memiliki kandungan protein tinggi. Kandungan protein dalam satu sendok makan selai kacang adalah sebesar 4 gram.

Meski selai kacang menjadi sumber protein yang baik untuk Si Kecil, Bunda harus berhati-hati dalam memberikannya, karena beberapa anak memiliki alergi terhadap kacang tanah.

Ketika pertama kali mengenalkan selai kacang, berilah satu sendok kecil terlebih dahulu. Apabila terjadi reaksi alergi pada Si Kecil seperti kulit gatal, ruam, pembengkakan, bersin, pilek, diare, dan muntah, maka hentikan memberi selai kacang. Jika gejala alergi semakin parah, bawalah Si Kecil ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut.

Selain melihat reaksi alergi, perhatikan pula tekstur selai kacangnya. Pastikan selai kacang memiliki tekstur lembut dan sedikit encer untuk menghindari Si Kecil tersedak saat memakannya.

Tahu dan Tempe

Sumber protein selanjutnya untuk MPASI adalah tahu dan tempe. Olahan kacang kedelai ini banyak mengandung nutrisi, seperti protein, kalsium, serat, dan mangan.

Kandungan protein dalam 1 potong tahu (50 gram) adalah sekitar 4 gram. Sementara itu, kandungan protein dalam 1 potong tempe (25 gram) adalah sekitar 4,5 gram.

Meski Si Kecil boleh mengkonsumsi tahu dan tempe sejak MPASI, Bunda sebaiknya memberikan tahu dan tempe dalam porsi kecil terlebih dulu. Sebab, kandungan kedelai pada tahu dan tempe juga bisa memicu reaksi alergi.

Kacang Hijau

Kacang hijau mengandung berbagai nutrisi, seperti protein, serat, magnesium, kalium, zat besi, fosfor, tembaga, mangan, seng, dan vitamin B. Kandungan protein dalam 2 sendok makan bubur kacang hijau adalah sekitar 3 gram. Sehingga, kacang hijau bisa dijadikan salah satu sumber protein untuk dikonsumsi Si Kecil.

Mengolah kacang hijau pun tidak sulit. Bunda bisa merebus kacang hijau selama 20–30 menit lalu blender hingga halus untuk mendapatkan tekstur lembut dan mudah dicerna Si Kecil.

Selain 4 makanan di atas, sumber protein nabati lainnya yang bisa Bunda olah untuk MPASI adalah kacang polong, quinoa, edamame, dan chia seed. Bunda bisa mengkombinasikan makanan ini dengan makanan yang lain agar Si Kecil mendapatkan nutrisi yang lebih beragam dari MPASI.

Perlu diketahui bahwa bayi dan anak-anak yang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang pesat membutuhkan protein lebih banyak dari berat badannya jika dibandingkan dengan orang dewasa. 

Melansir klikdokter.com, usia anak berpengaruh terhadap kebutuhan asupan proteinnya. Anak berusia 1–3 tahun memerlukan sekitar 16 gram protein per harinya. Anak berusia 4–6 tahun memerlukan sekitar 24 gram protein per harinya. Sementara anak berusia 7–10 tahun memerlukan sekitar 28 gram protein per harinya.

Selain itu, berat badan anak juga berpengaruh terhadap kebutuhan proteinnya. Anak berusia 1–6 tahun memerlukan sekitar 0,7 gram protein per 0,5 kg berat badannya. Sementara anak berusia 7–15 tahun memerlukan sekitar 0,6 gram protein per 0,5 kg berat badannya.

Adapun selain memperhatikan kandungan nutrisi MPASI, perhatikan pula teksturnya. Saat awal mengenalkan MPASI, pastikan teksturnya benar-benar halus dan lembut, sehingga Si Kecil mudah untuk menelannya. Saat usia Si Kecil semakin bertambah dan mulai terbiasa, Bunda boleh meningkatkan tekstur dan kekentalan MPASI.

Lihat Artikel Lainnya