Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Laktosa untuk Si Kecil: Manfaat, Makanan, dan Intoleransi

Morinaga Platinum ♦ 13 Mei 2022

Laktosa merupakan sumber karbohidrat terpenting dalam Air Susu Ibu (ASI). Si Kecil membutuhkan nutrien laktosa untuk perkembangan tubuhnya. Hampir semua laktosa yang masuk usus halus dihidrolisis atau dipecah menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim laktase yang terdapat pada mikrovili epitel usus halus.

Hasil hidrolisis akan diserap dan masuk ke dalam aliran darah sebagai nutrisi. Tetapi pada beberapa kasus, laktosa yang tidak terserap sempurna akan menimbulkan kembung dan diare atau yang disebut intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa merupakan gejala klinis akibat tidak terhidrolisisnya laktosa secara optimal di dalam usus halus akibat enzim laktase yang berkurang. Kondisi ini tidak jarang menimbulkan kekhawatiran pada orangtua.

Melansir situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala klinis yang diperlihatkan dari intoleransi laktosa antara lain diare, kembung, nyeri perut, muntah, sering flatus atau buang gas, merah di sekitar anus, dan tinja berbau asam. Namun sebenarnya, asupan laktosa tetap diperlukan karena mempunyai sejumlah manfaat. Apa saja manfaat laktosa dalam tubuh?

Manfaat Laktosa Untuk Tubuh Anak

Laktosa adalah gula alami yang jadi komponen utama dalam susu. Bagi tubuh manusia, laktosa adalah sumber energi. Secara struktural, laktosa adalah disakarida, molekul gula yang terdiri dari dua gula sederhana bernama glukosa dan galaktosa.

Galaktosa berfungsi sebagai substrat untuk serebrosida, gangliosida dan mukoprotein di otak dan sistem saraf, yang mendukung peran saraf dan imunologinya. Selain itu, galaktosa dalam bentuk ikatan oligosakaridanya memiliki sifat prebiotik bagi tubuh.

Glukosa dapat ditemukan di banyak zat makanan lain, tetapi laktosa adalah satu-satunya sumber galaktosa yang diketahui hingga saat ini. Selain kandungan glukosa dan galaktosa, laktosa juga memiliki sejumlah kandungan lain. Berikut ini sejumlah daftar manfaat laktosa berdasarkan kandungan yang dimilikinya:

1. Mengandung galaktosa

Laktosa terdiri dari galaktosa dan glukosa. Galaktosa adalah gula sederhana yang sangat penting dalam produksi galaktolipid, yang dikenal punya sejumlah manfaat bagi perkembangan otak dan jaringan saraf yang sehat. Selain itu, galaktosa juga dikenal bermanfaat bagi sistem imunitas tubuh Si Kecil.

Umumnya, galaktosa bisa didapatkan di sejumlah makanan orang dewasa. Akan tetapi, untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil, Bunda hanya bisa memberikan susu yang mengandung laktosa untuk meningkatkan kemampuan otak dan kecerdasan Si Kecil. Susu dengan kandungan laktosa adalah satu-satunya sumber galaktosa selama tahap penting perkembangan otak.

Baca juga: 7 Tanda Anak Tidak Cocok Minum Susu Formula

2. Efek prebiotik

Laktosa mempunyai fungsi prebiotik yang mampu merangsang pertumbuhan bakteri baik yang berperan untuk melindungi sistem pencernaan, khususnya usus dengan melawan sel organisme patogen.

Sebagai informasi tambahan, bakteri baik di produk susu Morinaga Chill Kid juga mengandung sejumlah bakteri baik untuk mendukung sistem pencernaan Si Kecil. Bakteri tersebut adalah Probiotik Triple Bifidus dan Prebiotik GOS yang mampu menghasilkan asam asetat. Produksi asam asetat dari kedua bakteri tadi membantu menjawab masalah kesehatan saluran pencernaan dan melawan bakteri jahat/patogen di tubuh Si Kecil.

3. Memperkuat tulang

Laktosa akan membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal. Kalsium diperlukan tubuh Si Kecil yang berada di usia pertumbuhan untuk membentuk dan juga menguatkan tulang dan gigi. Kalsium juga diperlukan untuk mendukung fungsi saraf dan otot, membantu pembekuan darah, dan mengaktifkan enzim yang dibutuhkan tubuh dalam mengubah nutrien menjadi energi.

Oleh karena itu, asupan kalsium anak di masa pertumbuhan perlu untuk dipenuhi secara cukup. Merujuk pada Angka Kecukupan Gizi (AKG), anak usia satu hingga tiga tahun membutuhkan kalsium sebanyak 650 miligram (mg) per harinya. Bagi anak empat hingga enam tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1.000 mg per hari.

Karenanya, Bunda sebaiknya mempertimbangkan memberi asupan laktosa bagi pertumbuhan Si Kecil. Apabila Si Kecil mengkonsumsi susu pertumbuhan dan mengalami masalah intoleransi laktosa, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli sebelum memutuskan untuk mengganti ke produk bebas laktosa.

Dalam pemilihan susu pertumbuhan, penting untuk mengecek label kemasan agar terhindar dari kesalahan memilih produk. Hal ini dikarenakan beberapa susu pertumbuhan mengandung gula tambahan seperti sukrosa yang dapat menyebabkan karies gigi dan risiko obesitas.

Orangtua yang mempunyai anak dengan intoleransi laktosa harus memperhatikan dengan baik makanan yang akan diberikan kepada Si Kecil. Penderita intoleransi laktosa sangat perlu menghindari makanan dengan kandungan susu di dalamnya.

Makanan Bebas Laktosa yang Aman untuk Si Kecil

Sebagian besar laktosa biasanya banyak ditemukan di dalam susu dan produk olahan dari susu. Bagi Si Kecil yang mengidap intoleransi laktosa namun ingin mengonsumsi susu, Bunda dapat memilih susu bebas laktosa yang kini telah banyak diperjualbelikan di pasaran.

Agar menu makanan Si Kecil tetap kaya dengan kandungan gizi, Bunda dapat memberikannya beberapa makanan bebas laktosa berikut:

1. Sayuran

Sayur-sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan daun singkong merupakan makanan yang bebas kandungan laktosa. Seperti diketahui, sayur-sayuran kaya akan kandungan kalsium dan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dengan mengkonsumsi sayuran hijau, bisa membantu memenuhi kebutuhan kalsium bagi tubuh Si Kecil yang biasanya terkandung pada jenis produk olahan susu.

2. Agar-agar

Biasanya agar-agar dibuat dari rumput laut, sehingga aman dikonsumsi bagi orang yang mengalami intoleransi laktosa. Namun saat ini sajian agar-agar diberikan tambahan susu dan sejenisnya.

Sehingga sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi agar-agar, ada baiknya memastikan jika agar-agar tersebut tidak mengandung campuran susu sama sekali.

3. Ikan

Ikan juga bebas laktosa dan menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. Ikan mengandung kalsium yang sangat membantu orang dengan intoleransi laktosa agar tetap tercukupi nutrisi hariannya.

Beberapa jenis ikan yang kaya kalsium antara lain sarden, salmon, dan tuna. Ikan-ikan ini mempunyai kandungan kalsium dan vitamin D yang sangat tinggi.

4. Kacang-kacangan

Makanan ringan seperti kue, cokelat, dan beberapa makanan lain kemungkinan bisa mengandung susu dan produk turunannya seperti keju. Untuk itu, penderita intoleransi laktosa disarankan untuk memilih jenis camilan lain seperti kacang-kacangan. 

Selain aman dikonsumsi, kacang-kacangan juga dapat memenuhi kebutuhan protein, kalsium, dan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

Susu yang berasal dari sumber kacang-kacangan juga bebas laktosa. Jenis susu yang dihasilkan dari nabati atau kacang-kacangan antara lain almond, mete, dan kedelai.

Baca juga: Makanan Pendukung Tumbuh Kembang Si Kecil

Susu bebas laktosa

Susu bebas laktosa merupakan susu formula yang tidak mengandung laktosa sama sekali. Susu bebas laktosa memiliki sejumlah prasyarat standar agar sesuai dengan tubuh anak. Sejumlah contoh syarat standar itu adalah harus proses hidrolisis, proses menambahkan enzim laktase, dan proses pasteurisasi yang bertujuan agar susu bisa memiliki kadar laktosa tertentu.

Sebagai informasi tambahan, makin banyak enzim laktase yang dimasukkan ke susu, maka makin rendah kadar laktosa susu tersebut. Oleh karenanya, penting bagi Bunda untuk selalu memeriksa apakah susu formula yang dipilih sudah memiliki kriteria tersebut. Dari sejumlah susu formula bebas laktosa yang ada, Bunda bisa mempercayakan Morinaga Chil Kid Soya untuk Si Kecil yang mengalami alergi protein susu sapi.

Morinaga Chil Kid Soya MoriCare Triple Bifidus diformulasikan khusus bagi anak yang sedang mengalami alergi protein susu sapi, intoleran terhadap laktosa, atau yang sedang mengalami galaktosemia. Susu formula bebas laktosa ini juga dilengkapi dengan AA & DHA, kolin, omega 6 & omega 3, zat Besi, dan vitamin B12 untuk mendukung kecerdasan multitalenta. Selain itu, masih ada sejumlah banyak nutrisi lain untuk mendukung tumbuh kembang optimal dan pertahanan tubuh ganda sehingga menjadikan Si Kecil sebagai generasi platinum yang multitalenta.

Lihat Artikel Lainnya