Manfaat Bermain Puzzle untuk Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Ayah dan Bunda tentu setuju bahwa masa kanak-kanak Si Kecil harus diisi dengan aktivitas bermain. Aktivitas ini tidak hanya menjadi kebiasaan yang seru dan menyenangkan bagi Si Kecil, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Si Kecil tak hanya akan mendapatkan manfaat rekreasi atau bersantai tetapi juga bisa terstimulasi kecerdasannya. Agar Si Kecil mendapatkan manfaat maksimal bermain, Ayah dan Bunda perlu mengarahkan jenis dan tipe permainan Si Kecil. Jadi, selain mendapat aktivitas fisik yang cukup, Si Kecil juga bisa belajar dengan optimal.

Salah satu media bantu atau alat permainan yang sering digunakan untuk mengasah kecerdasan adalah puzzle. Media yang satu ini selain menyenangkan untuk dilakukan juga menstimulasi perkembangan otak Si Kecil.

Simak beragam manfaat bermain puzzle untuk Si Kecil di bawah ini:

Melatih motorik halus

Puzzle bisa melatih kemampuan motorik halus Si Kecil. Bunda bisa ajarkan ia untuk mengambil bagian-bagian puzzle dengan jari-jari tangannya. Tak hanya sampai di situ, bermain puzzle juga mengasah kemampuan koordinasi otak dan tangan. Termasuk saat ia membayangkan bagian gambar mana yang harus diambil untuk melengkapi puzzle-nya.

Meningkatkan kemampuan berpikir, nalar bentuk, ruang juga daya ingat

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nouchi R dkk pada 2013 lalu, membuktikan bahwa puzzle memang berperan untuk perkembangan otak. Puzzle bisa meningkatkan konsentrasi serta kemampuan nalar bentuk dan ruang. Selain itu, puzzle dan permainan asah otak sejenis juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif, daya ingat, dan kecepatan berpikir.

Hasil penelitian tersebut memperkuat penelitian oleh Levine SC dkk yang dilakukan setahun sebelumnya, yang menyatakan bahwa puzzle bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan ubah bentuk.

Belajar menentukan target

Saat Si Kecil berhasil menyelesaikan puzzle, ia akan merasakan kepuasan karena dapat mencapai target yang ia inginkan saat memulai permainan. Dengan demikian, target ini dapat membuat Si Kecil lebih percaya diri dan bersemangat.

Tak ada usia minimal pengenalan puzzle pada Si Kecil. Tapi sebaiknya Bunda menyesuaikan jenis puzzle dengan usianya. Apabila Si Kecil masih sering memasukkan benda ke dalam mulut, Bunda bisa pilihkan puzzle berukuran besar dengan tingkat kerumitan sederhana agar ia terhindar dari risiko tersedak.

Siapa bilang belajar harus membosankan?

Milestone Lainnya