Madu: Obat Redakan batuk Secara Alami

Oleh: Morinaga Platinum

Batuk merupakan salah satu gejala gangguan kesehatan yang seringkali dialami oleh Si Kecil. Batuk adalah mekanisme alami tubuh yang membersihkan saluran napas dari lendir atau benda asing lainnya. Walaupun kebanyakan kasus batuk dapat sembuh dengan sendirinya, bila terjadi terus menerus bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Si Kecil termasuk mengurangi kualitas tidurnya. Perlukah Si Kecil diberikan obat?

Pemberian obat batuk dan pilek yang dijual bebas tidak dianjurkan untuk Si Kecil yang masih berusia di bawah 2 tahun. Hal ini disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Efektivitas obat batuk yang ada belum terbukti 100 persen. Bahkan, The American Academy of Pediatrics menyatakan tegas bahwa obat batuk yang beredar bebas di pasaran tidak bermanfaat untuk Si Kecil berusia di bawah 6 tahun.   

Lalu, bagaimana cara yang aman dan tepat untuk meredakan batuk Si Kecil? Bunda bisa memberikannya pengobatan alami, yaitu madu. Sejak lama madu diketahui dapat membantu meredakan gejala batuk. Di samping meredakan batuk, madu juga dapat meredakan gejala sakit tenggorokan. Madu bisa diberikan dengan cara mencampurkannya ke dalam teh hangat atau air hangat yang dicampur dengan lemon. Madu juga bisa diberikan begitu saja, sebanyak 2 sendok teh sebelum Si Kecil tidur.

Ian M. Paul, MD, M.Sc dari Penn State College of Medicine, melakukan studi pada 105 responden berusia 2-18 tahun yang sedang menderita infeksi saluran napas atas. Mereka diberikan dua sendok teh madu buckwheat sebelum tidur. Ternyata, frekuensi batuk di malam hari berkurang sehingga kualitas tidur mereka pun membaik. Studi tersebut juga membandingkan efek madu dan dextromethorphan (zat yang terkandung dalam obat batuk). Hasilnya adalah madu sama efektifnya dengan dextromethorphan.

Studi lain yang dipublikasikan jurnal Pediatrics juga menunjukkan bahwa keluhan batuk Si Kecil yang diberikan madu berkurang, lebih ringan, dan membaik tidurnya dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan madu.

Tak hanya itu, WHO menyarankan penggunaan madu untuk meredakan batuk pada negara berkembang yang memiliki akses obat-obatan terbatas. Mekanisme kerja madu dalam meredakan batuk sebetulnya belum jelas. Tetapi para ahli meyakini bahwa madu mengandung 181 zat natural yang memiliki kemampuan antioksidan dan antimikrobial. Kombinasi di antaranya dapat membuat madu menjadi obat alami yang efektif.

Bunda bisa memberikan madu untuk Si Kecil yang berusia di atas satu tahun karena adanya risiko keracunan makanan yang serius yakni infant botulism. Bakteri C. botulinum yang mungkin terkandung pada madu dapat berkembang biak dengan cepat pada usus bayi dan memproduksi racun, sementara Si Kecil yang berusia di bawah satu tahun belum mampu melawan bakteri tersebut secara optimal.

Agar Si Kecil terhindar dari batuk, dukung kesehatannya dengan memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Berikan makanan yang bervariasi agar ia mendapatkan berbagai vitamin dan mineral. Berikan juga nutrisi yang mengandung nukleotida serta laktoferin yang memiliki fungsi meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil terhadap infeksi.

Milestone Lainnya