Lakukan Pemberian Nutrisi Alternatif Dengan Tepat

Oleh: Morinaga Platinum

Siapa yang tidak ingin memberikan yang terbaik untuk Si Kecil? Salah satunya adalah mengenai nutrisi untuk sang buah hati. Untuk Si Kecil, terutama yang berusia di bawah 6 bulan, pilihan terbaiknya adalah memberikannya ASI secara eksklusif guna memenuhi kebutuhan nutrisi di awal kehidupannya.

Namun, tidak jarang Bunda menemui kendala saat menyusui Si Kecil, misalnya infeksi payudara (mastitis), yang kemudian menyebabkan Bunda harus berkonsultasi pada dokter anak karena khawatir asupan nutrisi Si Kecil kurang. Meski tidak sama dengan ASI, sumber nutrisi alternatif bisa direkomendasikan oleh dokter agar kebutuhan nutrisi Si Kecil tercukupi baik. 

Ketika Si Kecil direkomendasikan untuk mendapatkan nutrisi tambahan, Bunda harus teliti dalam pemberiannya. Tak jarang nutrisi tambahan tersebut diberikan di dalam satu botol yang sama dengan ASI. Cara ini memang tidak salah, akan tetapi kurang dianjurkan.

Berikan dalam botol terpisah

Pemberian ASI dan nutrisi tambahan yang diberikan dalam satu wadah harus segera dihabiskan dalam satu waktu. Jika tidak habis, maka campuran susu tersebut harus segera dibuang dalam waktu maksimum dua jam sejak dibuat. Hal ini dikarenakan bakteri bisa tumbuh dari ludah Si Kecil yang tercampur dengan susu.

ASI yang diberikan dalam botol tersendiri bisa kembali disimpan di kulkas hingga beberapa jam meski telah diminum sebagian. Bakteri tidak mudah tumbuh karena ASI mengandung banyak antibodi.

Karena alasan inilah, para dokter anak dan konsultan laktasi umumnya menganjurkan ASI dan nutrisi tambahan diberikan dalam botol terpisah. Berikan ASI terlebih dulu sebanyak mungkin, baru tambahkan nutrisi alternatif bila diperlukan. Dengan demikian, tidak ada ASI yang terbuang begitu saja.

Hal yang Pelru Diperhatikan

Beberapa hal yang wajib Bunda perhatikan saat memberikan campuran ASI dan nutrisi tambahan, yaitu:

Pilih nutrisi tambahan yang lengkap

Kandungan nutrisi alternatif tentu tidak bisa disamakan dengan ASI karena tidak ada yang bisa menandingi komposisi ASI. Namun, meski tidak sama, nutrisi alternatif ini dirancang agar memiliki komposisi yang semirip mungkin. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi kandungannya, sehingga kandungan utamanya (jumlah energi, karbohidrat, dan protein) relatif sama antara satu jenis nutrisi alternatif dengan yang lainnya.

Pilih produk yang memfortifikasi nutrisi tambahan seperti vitamin A, vitamin B12, kolin, DHA, alfa lactalbumin, kalsium, probiotik dan prebiotik, yang akan menunjang perkembangan otak, memberikan perlindungan ganda, serta memastikan pertumbuhan Si Kecil berjalan optimal.

Cermati cara pembuatan dan pemberian

Larutkan nutrisi alternatif sesuai dengan petunjuk yang ada pada kemasan. Pastikan takaran bubuk dan airnya sesuai agar komposisi gizinya maksimal. Jangan larutkan bubuk menggunakan ASI agar Si Kecil mendapat tinggi kalori dalam satu kali minum. Cara ini akan mengubah komposisi ASI. Mikronutrien  dalam nutrisi alternatif juga menjadi lebih pekat sehingga membebani kerja ginjal Si Kecil yang masih belum sempurna.

Meski mungkin dokter sudah merekomendasikan pemberian nutrisi tambahan, namun Bunda tetap harus berusaha maksimal agar produksi ASI tetap terjaga. Susui atau memompa ASI sesering mungkin agar suplai ASI meningkat.

Milestone Lainnya