Lakukan Langkah Ini Jika Si Kecil Diare

Oleh: Morinaga Platinum

Harapan tiap Ayah dan Bunda tentu agar Si Kecil sehat selalu. Namun, meski sudah dijaga sedemikian rupa ada waktunya Si Kecil tumbang sakit. Salah satu kondisi yang rentan dialami anak usia di bawah 5 tahun adalah diare. Dalam setahun, Si Kecil bisa mengalami diare 3-6 kali.

Diare adalah kondisi yang ditandai dengan buang air besar cair, frekuensi lebih dari 3 kali sehari selama minimal 3 hari berturut-turut. Umumnya, diare terjadi akibat dari konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Pada Si Kecil yang berusia di bawah 5 tahun, penyebab diare tersering adalah rotavirus. Saat diare, Si Kecil bisa juga mengalami gejala lain seperti mual, muntah, dan nyeri perut juga demam. Ia akan menjadi rewel dan lebih haus daripada biasanya.

Hal yang harus dihindari saat Si Kecil diare adalah terjadinya dehidrasi. Tanda dehidrasi pada Si Kecil antara lain ia tampak rewel, kehausan, mata tampak cekung, saat menangis air mata yang keluar sedikit, serta berkurangnya frekuensi buang air kecil. Dehidrasi berat dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hingga kematian.

Lakukan pencegahan dehidrasi saat Si Kecil diare dengan menerapkan poin-poin berikut:

Cairan

Saat diare, Si Kecil akan kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Oleh karena itu, Bunda harus mencukupi kebutuhan cairannya. Untuk Si Kecil usia di bawah enam bulan, susui dengan ASI kapan pun ia mau. Tak perlu dibatasi.

Untuk usia di atas enam bulan, berikan air matang, larutan oralit, kuah sayur, atau air tajin sebagai pengganti cairan. Jika Si Kecil muntah atau buang air besar cair, berikan  minum sebanyak cairan yang keluar, biasanya sekitar 50-100 ml tiap kali buang air. Berikan secara bertahap dan perlahan-lahan menggunakan sendok.

Berikan makanan ini (BRAT diet)

Saat diare, Si Kecil tetap dapat makan. Bunda bisa memberikannya jenis makanan yang telah terbukti bisa mengurangi gejala diare, yaitu “BRAT: Bread, Rice, Applesauce, Toast” yaitu roti tawar, nasi putih, apel, dan roti panggang. Si Kecil juga bisa diberikan pisang, wortel, juga edamame untuk membantu masa pemulihan.

Hindari pemberian makanan berikut

Hindari atau batasi pemberian sayuran seperti kembang kol, brokoli, dan sayuran hijau. Jika diberikan, produksi gas dalam saluran cernanya bisa meningkat dan memperburuk kondisi Si Kecil.

Hanya berikan obat sesuai arahan dokter

Pemberian obat antidiare untuk Si Kecil sebaiknya dihindari karena tidak terbukti bermanfaat untuknya. Obat antidiare bisa menimbulkan gejala lain misalnya kantuk berlebih, menurunkan gerakan usus, mual, dan muntah.

Dengan penanganan yang tepat sedari awal, Si Kecil bisa terhindar dari risiko dehidrasi ketika diare. Jika ia masih diare dan gejalanya semakin berat, segera bawa periksa ke dokter spesialis anak untuk penanganan lebih lanjut.

Milestone Lainnya