Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur Untuk Anak Balita

Morinaga Platinum ♦ 5 Agustus 2021

Selain lebih mendekatkan hubungan anak dan orangtua, mendongeng ternyata memiliki manfaat yang besar untuk pertumbuhan Si Kecil. Mendongeng bisa mengajarkan anak berbahasa, bernalar, bahkan juga berekspresi. Terdapat banyak jenis dongeng sebelum tidur yang diperuntukkan anak balita lengkap dengan berbagai pesan moral di dalamnya. Berikut ini dongeng terbaik yang bisa Bunda pilih untuk diceritakan kepada Si Kecil sebelum tidur malam ini. Apa saja?

Dongeng Kancil dan Buaya

Pada zaman dahulu di tengah hutan yang rindang, hiduplah seekor kancil yang tengah kehausan dan kelaparan. Setelah berjalan-jalan seharian sambil mencari makanan, sampailah si kancil pada sebuah sungai. Di seberang sungai yang cukup deras tersebut kancil melihat makanan kesukaannya yaitu mentimun. Ia harus menyeberangi sungai tersebut untuk mendapatkan makanan tersebut. 

Si kancil kemudian berjalan mendekati sungai tersebut. Namun tiba-tiba datang seekor buaya yang mendekatinya dan ingin memangsanya. Karena takut, kancil pun menghentikan langkahnya, tapi rasa lapar menguatkan tekadnya. Tidak lama, ide cemerlang pun muncul.

Kancil lantas memberanikan dirinya untuk bertanya kepada buaya yang ingin memangsanya. Kancil bertanya kepada buaya tersbut apakah dirinya sangat lapar hingga ingin memangsanya. Buaya berkata bahwa sebenarnya ia tidak begitu lapar karena baru saja menyantap seekor ular besar. Bagi buaya, kancil hanyalah cemilan ringan untuknya.

“Hai Buaya, apakah kau sudah makan siang?”, tanya si kancil kepada buaya di sungai tersebut dengan suara yang cukup keras.

Merasa terganggu dengan teriakan si kancil, akhirnya buaya muncul ke permukaan sambil bergumam “Siapa yang berteriak siang-siang seperti ini, mengganggu tidur saja!”

Sedangkan, Buaya yang lain yang melihat kancil berkata, “Hai kancil, diam! Kalau tidak kamu yang akan menjadi makan siangku hari ini!”

“Tenanglah buaya, aku datang untuk menyampaikan pesan dari Raja Hutan untuk Kamu semua”, kata kancil tanpa berpikir panjang.

Kemudian buaya menjawab, “Jadi, apa pesan Raja Hutan itu?”.

“Raja Hutan memintaku untuk menghitung jumlah buaya yang ada di sini karena Raja akan memberikan kalian semua hadiah” Jawab kancil.

“Jadi, panggillah semua temanmu dan berbarislah agar dapat aku hitung dengan mudah”, lanjutnya.

Tanpa berpikir panjang, buaya pun memanggil semua teman dan langsung baris berjajar sesuai dengan arahan kancil. Setelah itu, Kancil melompat dari buaya satu ke buaya yang lainnya sembari menghitung hingga sampai pada sisi seberang sungai dan langsung berlari kencang meninggalkan buaya yang tengah kelaparan itu.

Dongeng dengan judul kancil dan buaya adalah salah satu dongeng dengan cerita sedikit lucu dan unik. Dongeng ini mengajarkan Si Kecil bahwa kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan. Meski demikian, berbohong bukanlah pilihan yang tepat karena sekali berbohong maka pada kesempatan berikutnya kepercayaan yang awalnya tercipta menjadi hancur berkeping-keping dan tidak akan kembali mendapatkan kepercayaan tersebut pada kesempatan berikutnya.

Dongeng Malin Kundang

Dahulu kala, hiduplah seorang wanita dengan seorang anak laki-laki semata wayangnya yang bernama Malin Kundang. Wanita tersebut bekerja sebagai nelayan untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun, tidak terasa Malin Kundang tumbuh dewasa. Dia meminta izin kepada sang Ibu untuk merantau dan mengadu nasib ke kota. Dengan berat hati, sang Ibu memberikannya izin.

Siapa sangka, setelah bertahun-tahun merantau akhirnya Malin Kundang dapat mengubah nasibnya. Tidak hanya telah menjadi saudagar yang kaya raya, ia pun telah mempersunting seorang perempuan cantik keturunan bangsawan sebagai istrinya.

Lama tak berkunjung, akhirnya Malin Kundang membawa sang istri untuk melihat keadaan desa tempatnya dilahirkan dengan menggunakan kapal yang begitu megah. Saudagar Malin juga membawa banyak uang untuk dibagikan kepada semua penduduk desa.

Semua penduduk desa yang berada di dermaga sangat senang. Salah satunya yang berada di sana merupakan tetangga Malin yang begitu mengenalinya. Tanpa berpikir panjang, orang tersebut langsung berlari menuju rumah Malin dan mengabarkan kepada sang Ibu bahwa anak yang dikasihinya telah pulang dari perantauan.

“Ibu, apakah kau sudah mengetahui bahwa Malin kini telah menjadi orang yang kaya raya?”, kata tetangga tersebut kepada Ibu Malin Kundang.

“Dari mana kamu mengetahuinya? Selama ini Malin tidak pernah mengirimkan kabar kepadaku”, kata sang ibu terkejut akan perkataan tetangganya itu.

“Pergilah ke Dermaga. Anakmu Malin Kundang ada di sana. Dia sangat tampan dan datang bersama dengan istrinya yang cantik menawan”, kata orang tersebut.

Sudah lama menahan rindu, Ibu Malin Kundang langsung berlari menuju dermaga dengan mata yang berkaca-kaca. Sesampainya di sana, benar apa yang dikatakan tetangganya tadi. Malin begitu tampan ditemani dengan istrinya yang begitu cantik rupawan.

Sang Ibu sontak memeluk anak yang disayanginya itu sembari berkata, “Malin, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar pada Ibumu ini nak?”.

Tak disangka, Malin bergegas melepaskan pelukan dari wanita berpakaian lusuh yang langsung memeluk dirinya.

Istri Malin bingung dan bertanya, “Apakah benar, orang tua ini adalah Ibumu?”.

“Dia bukan Ibuku, Dia hanyalah pengemis yang mengaku-ngaku menjadi Ibuku”, jawab Malin tegas.

Hancur rasanya hati Ibu Malin yang tidak diakui oleh anaknya sendiri. Akhirnya sang Ibu mengutuk Malin Kundang menjadi batu.

Dongeng Malin Kundang ini mengajarkan Si Kecil untuk senantiasa menghormati dan juga berbakti kepada kedua orangtua. Pengajaran yang didapatkan inilah yang membuat Malin Kundang merupakan salah satu cerita dongeng sebelum tidur yang menarik untuk dikenalkan kepada anak balita Bunda. 

Dongeng Petani dan Angsa Telur Emas

Pada suatu hari hiduplah seorang petani yang membawa pulang seekor angsa ke rumahnya yang sederhana. Keesokan harinya, sang angsa mengeluarkan sebuah telur emas. Hal ini membuat petani terkejut dan menyebut bahwa angsa yang dimilikinya merupakan angsa yang ajaib.

Masih belum percaya, petani langsung membawa telur emas tersebut ke pedagang emas di pasar untuk mengecek apakah emas tersebut benar-benar asli. 

“Ini emas murni!”, kata pedagang emas kepada petani setelah memeriksa keasliannya dan kemudian membeli emas tersebut dengan harga yang mahal.

Tidak puas sampai di situ, petani berkata, “Aku akan kaya raya! Tapi, aku ingin angsa ini mengeluarkan banyak telur emas setiap harinya agar aku dapat kaya lebih cepat”.

Benar saja, sang angsa mengeluarkan banyak telur emas dalam sehari. Namun, ternyata petani juga masih belum puas dan tidak sabar untuk menjadi kaya raya.

“Aku tidak akan menunggu lebih lama lagi. Aku akan menyembelih angsa ini dan akan aku ambil semua emas yang ada di dalam tubuhnya”, kata Petani.

Setelah menyembelih angsa tersebut, jangankan mendapatkan banyak emas seperti yang diharapkannya, Petani justru tidak menemukan apa pun dalam tubuh angsa. Kini, petani begitu menyesal dan kehilangan angsa ajaib itu untuk selamanya.

Cerita ini mengajarkan Si Kecil bahwa untuk meraih kesuksesan diperlukan kesabaran dan juga kerja keras. Jangan sampai menjadi orang yang serakah seperti petani.

Nah, itulah 3 dongeng dengan pesan moral terbaik yang bisa Bunda kenalkan kepada Si Kecil. Selain itu, Bunda juga dapat menemukan lebih dari 1001 dongeng sebelum tidur yang memiliki tema berbeda-beda, ada yang lucu, romantis, princess, bahkan ada dongeng yang dibalut dengan lirik lagu yang indah. Jadi, dongeng mana yang akan Bunda kenalkan kepada Si Kecil sebelum tidur malam ini?

Lihat Artikel Lainnya