Kenali 5 Perbedaan Kontraksi Asli dan Kontraksi Palsu pada Kehamilan

Oleh: Morinaga Platinum

17 Juli 2020

Ketika sedang menjalani masa kehamilan, mungkin Bunda pernah terkecoh dengan kontraksi yang datang secara tiba-tiba lalu segera pergi ke rumah sakit karena mengira akan segera melahirkan. Namun sayangnya, kontraksi tersebut ternyata bukanlah kontraksi tanda akan melahirkan, melainkan hanya kontraksi palsu.

Kontraksi palsu atau yang bisa disebut juga sebagai kontraksi Braxton Hicks adalah kontraksi dengan pola tidak teratur yang kerap hilang dan timbul. Kontraksi ini biasanya muncul sejak trimester kedua masa kehamilan. Namun, menurut American Pregnancy Association, biasanya kontraksi palsu akan lebih sering muncul di trimester ketiga, khususnya menjelang waktu melahirkan.

Baca juga: 5 Tanda dan Gejala Bunda Akan Segera Melahirkan

Seperti halnya kontraksi yang asli menjelang persalinan, kontraksi palsu juga membuat perut terasa mengencang. Bedanya, lama waktu berlangsungnya kontraksi palsu atau Braxton Hicks cenderung lebih singkat, yakni sekitar 30-60 detik atau paling lama sekitar 2 menit.

Kontraksi palsu biasanya dipicu oleh beberapa hal seperti pergerakan ibu dan bayi dalam kandungan yang sangat aktif, adanya sentuhan pada perut ibu, kandung kemih yang penuh, berhubungan seks, dan kekurangan cairan atau dehidrasi.

Jika kontraksi palsu datang, jangan khawatir, Bun. Hal ini wajar dan sering dialami oleh ibu hamil, kok. Kontraksi palsu sebenarnya merupakan cara tubuh untuk mempersiapkan dan menyambut proses persalinan. Saat kontraksi palsu datang, justru Bunda bisa berlatih sedikit demi sedikit untuk menerapkan teknik pernapasan yang tepat sebelum mengalami kontraksi yang asli.

Selain itu, kontraksi palsu juga bisa bermanfaat karena berperan dalam membantu mengencangkan otot rahim, sekaligus melancarkan aliran darah ke plasenta. Mungkin kontraksi palsu memang tidak dapat membantu melebarkan leher rahim (serviks). Namun, kontraksi palsu ini bisa memengaruhi serviks sehingga menjadi lebih lunak dan menipis sebagai cara untuk menyambut kelahiran nantinya.

Perbedaan Kontraksi Asli dan Kontraksi Palsu

  1. Kontraksi palsu terjadi sesekali
    Kontraksi palsu cuma terjadi sesekali dengan jarak waktu yang nggak menentu. Frekuensi dan pola kontraksi ini acak, tidak lama, tidak makin parah dan tidak makin sering. Akan tetapi, bisa terasa sakit atau tidak sama sekali. Misal, jarak antar kontraksi sekitar 10 menit, 6 menit, 2 menit, lalu 8 menit. Sedangkan kontraksi asli terjadi lebih teratur, bisa terprediksi dan mendekati waktu persalinan intensitasnya makin cepat. Maka dari itu kalau Bunda merasakan kontraksi yang teratur dan makin lama makin bertambah intensitasnya segera hubungi dokter ya.
  2. Nyeri kontraksi palsu tidak terlalu parah
    Intensitas nyeri kontraksi asli jauh lebih menyakitkan ketimbang kontraksipalsu. Kemudian dibarengi dengan frekuensi yang makin bertambah dan teratur. Sedangkan kadar nyeri kontraksi palsu biasanya masih bisa ditahan walaupun kemampuan mentoleransi nyeri pada orang berbeda-beda.
  3. Kontraksi palsu bisa dipengaruhi posisi tubuh
    Saat terjadi kontraksi, cobalah mengubah posisi tubuh. Jika kontraksinya berhenti, bisa jadi itu hanyalah kontraksi palsu, Bun. Karena jika Bunda mengalami kontraksi asli, intensitasnya bisa makin cepat seiring perubahan posisi tubuh.
  4. Kontraksi palsu bisa terjadi karena kurang minum
    Salah satu pertolongan menghentikan kontraksi palsu adalah minum cukup air. Sehingga ketika Bunda mengalami kontraksi, cobalah minum air putih. Kontraksi palsu biasanya akan hilang ketika Bunda minum cukup air. Berbeda dengan kontraksi asli yang tidak hilang meski Bunda sudah minum.

Baca juga: Terbukti Percepat Kontraksi Secara Alami, Berikut Makanan yang Bisa Bunda Konsumsi

  1. Pada kontraksi palsu tak ada rembesan cairan di vagina
    Perasaan seperti ngompol bisa jadi tanda Bunda akan segera melahirkan karena air ketuban sudah pecah. Nah, kalau Bunda mengalami kontraksi disertai ada rembesan cairan di celana dalam kemungkinan besar kontraksi yang dialami adalah kontraksi asli. Tapi, kalau kontraksi terjadi tanpa 'ngompol' kemungkinan itu adalah kontraksi palsu.

Cara Mengatasi Kontraksi Palsu

Meski tidak selalu menimbulkan rasa sakit seperti kontraksi persalinan asli, kontraksi palsu bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman. Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa Bunda coba untuk mengatasi keluhan akibat kontraksi palsu:

  • Beri tubuh ruang gerak lebih banyak, misalnya dengan berjalan-jalan santai usai mengalami kontraksi palsu.
  • Jika merasa sudah terlalu banyak beraktivitas, coba berbaring atau tidur sebentar.
  • Ubah posisi duduk atau berbaring dari yang semula Bunda lakukan.
  • Biarkan tubuh rileks dan santai dengan berendam di dalam air hangat, menonton film, mendengarkan musik, atau melakukan kegiatan menyenangkan lainnya.
  • Pijat tubuh dengan perlahan.
  • Minum segelas susu maupun secangkir teh hangat usai mengalami kontraksi palsu.
  • Jangan lupa untuk perbanyak minum cairan guna mencegah tubuh mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan setelah mengalami kontraksi palsu karena kekurangan cairan pada tubuh bisa memicu munculnya kontraksi palsu.

Bagaimana, Bun? Sekarang sudah tahu kan bedanya kontraksi asli dan kontraksi palsu? Tapi ingat, Bun. Jika Bunda mengalami kontraksi dan masih ragu itu adalah kontraksi asli atau kontraksi palsu, segera hubungi dokter kandungan atau bidan ya, Bun. Karena satu-satunya cara untuk mengetahui pasti mengenai kebenaran kontraksi apakah asli atau palsu adalah dengan menjalani pemeriksaan vagina.

Semoga informasinya bermanfaat, Bun!

Milestone Lainnya