5 Cara Mudah Mengatasi Hidung Tersumbat Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

6 Desember 2020

Sistem kekebalan tubuh Si Kecil yang belum sempurna membuatnya rentan terjangkit beragam penyakit termasuk pilek, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat. Samuel H Wald dkk seperti dikutip dari buku Pediatric Otolaryngology meneliti dan mengemukakan bahwa setidaknya seorang anak dapat mengalami periode batuk pilek 6-8 kali per tahun.  

Kondisi pilek dan hidung mampet pada Si Kecil ditandai dengan produksi cairan berwarna jernih yang keluar dari hidung. Cairan ini bisa berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan setelah satu minggu. Lalu bagaimana cara mengatasi hidung tersumbat pada Si Kecil dan apa saja penyebabnya?

 Baca juga: Mitos Dan Fakta Seputar Batuk Pilek Pada Si Kecil

Penyebab Hidung Tersumbat

1.       Batuk dan pilek

Batuk dan pilek biasanya terjadi karena adanya benda asing seperti kotoran, infeksi, atau peradangan yang terjadi pada saluran napas bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Hal ini pun sering menyebabkan hidung Si Kecil tersumbat. Pilek pada Si Kecil biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari.

2.       Flu

Flu atau influenza merupakan penyakit yang sering sekali menyerang Si Kecil. Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza ini sering menimbulkan gejala-gejala yang membuat Si Kecil tidak nyaman seperti demam, sesak napas, lesu dan juga hidung tersumbat. Kondisi flu pada Si Kecil umumnya akan membaik dalam 5-7 hari. Namun bila gejala flu tetap berlangsung hingga 10 hari, sebaiknya Bunda segera memeriksakan Si Kecil ke dokter.

3.       Sinusitis akut

Sinusitis akut biasanya berkembang karena batuk pilek. Kondisi ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 10 hari. Namun, ketika Si Kecil mengalami gejala sinusitis, jaringan di dalam hidung Si kecil akan meradang dan membengkak sehingga rongga hidungnya menyempit. Produksi lendir juga dapat meningkat sehingga menyebabkan hidung tersumbat pada Si Kecil.

4.       Alergi

Ketika Si Kecil yang alergi terpapar oleh zat-zat penyebab alergi atau yang biasa disebut dengan alergen, maka tubuh Si Kecil akan bereaksi. Pada rhinitis alergi, reaksi alergi dapat berupa gangguan pada sistem pernapasan, di mana produksi lendir dalam rongga hidung dapat meningkat, yang menimbulkan reaksi bersin-bersin atau pilek. Pada kondisi ini, ada pula kemungkinan hidung menjadi tersumbat.

Bahaya Hidung Tersumbat pada Si Kecil

Walaupun terlihat sepele, gejala pilek dan hidung tersumbat dapat menjadi gejala awal penyakit yang lebih serius seperti pneumonia. Untuk itu, saat Si Kecil mengalami pilek dan hidung tersumbat, Bunda perlu waspada jika gejala pilek dan hidung tersumbat Si kecil disertai gejala ini:

  •       Demam dengan suhu badan 39 derajat Celcius atau lebih.
  •       Sesak napas atau suara napas terdengar aneh.
  •       Batuk lebih dari 2 hari atau disertai adanya percikan darah.
  •       Kejang.
  •       Buang air kecil atau besar lebih jarang dari biasanya.
  •       Sering muntah.
  •       Kulit pucat, bibir dan kuku kebiruan.
  •       Sakit telinga.

Baca juga: Lakukan Ini Jika Pilek Si Kecil Tak Kunjung Sembuh

Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Si kecil

Seiring waktu, gejala hidung mampet pada Si Kecil biasanya akan hilang dengan sendirinya. Tapi pada saat hal tersebut berlangsung, Bunda harus membantu Si Kecil membersihkan saluran hidungnya. Berikut ini beberapa cara mengatasi hidung tersumbat pada anak yang dapat Bunda lakukan:

1.     Berikan obat tetes hidung

  • Sebagai salah satu cara mengeluarkan ingus pada bayi, Bunda bisa membeli obat semprot hidung yang mengandung larutan garam yang diformulasikan khusus.
  • Pegang Si Kecil dalam posisi tegak lurus, berikan dua atau tiga tetes obat pada masing-masing lubang hidung.
  • Baringkan Si Kecil selama satu menit dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuh. Ini akan membantu larutan garam mengencerkan ingus yang kental sehingga dapat menjadi cara mengeluarkan ingus pada bayi.
  • Jika ingus sudah encer, Bunda bisa menarik ingus dengan aspirator hidung. Hindari memasukkan aspirator hidung terlalu dalam. Lakukan 2 atau 3 kali ke dalam setiap lubang hidung atau sesering yang dibutuhkan Si Kecil.
  • Bersihkan ujung semprotan hidung setiap kali selesai pemakaian

2.     Encerkan lendir dengan uap air hangat

Uap air dapat membuka saluran pernapasan yang tersumbat dan membantu mengencerkan serta mengalirkan ingus ke luar. Salah satu cara memberikan uap hangat kepada Si Kecil adalah dengan membawanya ke kamar mandi, lalu buka kran pancuran air hangat, lantas tutup pintu kamar mandi selama beberapa menit. Hal ini dapat menjadi salah satu cara mengatasi hidung tersumbat yang cukup efektif pada Si Kecil.

3.     Gunakan vaporizer atau humidifier

Letakkan vaporizer atau humidifier di kamar Si Kecil untuk menambah kelembapan udara di ruangan tersebut. Hal ini dapat menjadi salah satu cara mengatasi hidung tersumbat pada anak dan membantu mengencerkan lendir. Bersihkan alat secara rutin agar pertumbuhan jamur bisa dicegah.

4.     Tepuk-tepuk punggung Si Kecil

Gerakan ini cukup efektif dalam memudahkan Si Kecil mengeluarkan dahak yang ada dalam saluran pernapasan. Setelahnya, biasanya Si Kecil akan memuntahkan lendir atau riak yang mengganggu pernapasannya. Jika ia tak memuntahkannya, kemungkinan lain lendir atau riak sudah lebih encer sehingga dapat terbuang melalui kotoran (BAB) Si Kecil.

5.     Jemur di pagi hari

Cara mengatasi hidung mampet pada anak lainnya adalah dengan dengan membawa Si Kecil berjemur di bawah matahari pagi. Selain dapat meringankan gejala pilek dan hidung tersumbat, sinar matahari pagi bermanfaat untuk meningkatkan imunitas Si Kecil.  Sinar matahari pagi menghasilkan sinar UV (ultraviolet) yang menyentuh permukaan kulit untuk diubah oleh tubuh menjadi vitamin D. Vitamin D dibutuhkan untuk menjalankan fungsi metabolisme kalsium, imunitas tubuh, serta mentransmisi kerja otot dengan saraf.

Jika gejala hidung tersumbat disertai dengan demam, muncul ruam di sekujur tubuh, tidak sembuh dalam 2 minggu, biasanya nafsu makan Si Kecil akan menurun dan ia menjadi semakin rewel. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya Bunda segera bawa periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jaga kesehatan Si Kecil dengan memenuhi kebutuhan nutrisinya dan pastikan kebutuhan tidur Si Kecil tercukupi dengan baik agar ia tidak mudah sakit.

Milestone Lainnya