Waspada! Tanda Keterlambatan pada Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan!

Morinaga Platinum ♦ 20 Oktober 2020

Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan sangat penting bagi tumbuh kembang Si Kecil. Periode tersebut dimulai sejak masa kehamilan, yaitu sekitar 280 hari janin berada di dalam kandungan hingga kurang lebih 730 hari (2 tahun pertama) setelah Si Kecil lahir. Banyak ahli yang berpendapat bahwa di masa ini adalah periode emas tombak perkembangan Si Kecil. Oleh sebab itu, Bunda perlu memaksimalkan asupan gizi serta memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahap tumbuh kembangnya

Baca juga: Yuk, Kenali Tahap Tumbuh Kembang Bayi

Pada prinsipnya, setiap anak memiliki milestone tumbuh kembangnya masing-masing. Waktu, cara, dan kecepatan tumbuh kembangnya berbeda-beda. Meskipun begitu, di masing-masing tahapan perkembangan bayi memiliki suatu standar yang tertentu. Jika dalam periode waktu tersebut Si Kecil belum mencapainya, sebaiknya Bunda perlu waspada. Di Indonesia sendiri, jumlah balita mencapai angka 10% dari jumlah penduduk, di mana rata-rata gangguan perkembangan anak bervariasi dari 12,8% hingga 16%. Untuk itulah diperlukan peran orangtua yang harus jeli melihat setiap perkembangan dan tumbuh kembang anak. 

Berikut beberapa tanda-tanda keterlambatan perkembangan dan tumbuh kembang Si Kecil yang patut Bunda waspadai: 

Bayi Usia 0-2 Bulan

Pada usia ini, Si Kecil biasanya akan kehilangan sekitar 10% berat badannya pada hari kedua setelah ia lahir. Namun hal tersebut normal ya, Bun. Si Kecil akan mendapatkan kembali berat lahirnya ketika memasuki usia minggu kedua. Yang patut diwaspadai adalah ketika:

  1. Si Kecil tidak mengangkat kepalanya saat Bunda mengangkatnya dari posisi telentang.
  2. Tubuh Si Kecil masih sangat kaku.
  3. Tangannya tidak refleks menggenggam jari Bunda saat didekatkan ke tangannya.
  4. Belum dapat menggerakan tangan dan kakinya secara refleks.

Bayi Usia 3 Bulan

Perkembangan Si Kecil di usia ini, ia sudah dapat tersenyum dan tertawa kepada orang-orang di sekitarnya. Ia pun sudah mulai mengenali wajah dan aroma tubuh Bunda. Adapun masalah keterlambatan perkembangannya antara lain:

  1. Belum mampu menopang kepalanya.
  2. Belum mulai mengoceh.

Bayi Usia 4 Bulan

Di usia ini, Si Kecil sudah lebih ramah dan responsif dengan orang di sekelilingnya. Karena pada bulan sebelumnya, ia sudah mulai mengenali wajah orang-orang. Namun, segeralah berkonsultasi ke dokter jika Si Kecil menunjukkan gejala:

  1. Tidak menanggapi suara yang didengarnya.
  2. Belum dapat meraih dan menggenggam mainannya.
  3. Matanya belum mampu mengikuti gerakan benda.
  4. Kakinya tidak refleks mendorong ke bawah ketika diletakkan di permukaan yang keras.
  5. Sampai usia ini, tidak tersenyum kepada orang di sekitarnya termasuk Bunda.

Bayi Usia 5-6 Bulan

Menjelang pemberian makanan padat pertamanya, tentunya Si Kecil sudah harus siap secara fisik seperti kepalanya sudah mampu tegak sempurna. Selain itu, perhatikan tanda-tanda keterlambatan perkembangan bayi seperti berikut:

  1. Belum dapat berguling ke arah manapun tanpa bantuan.
  2. Belum dapat menggenggam mainan dalam waktu lama.
  3. Belum dapat memindahkan barang dari satu tangan ke tangan lainnya.
  4. Tidak bisa duduk tanpa bantuan.
  5. Tidak dapat membuat suara vocal seperti “ah”, “eh”, “oh”.

Bayi Usia 7-9 Bulan

Perkembangan bayi di usia ini sangat pesat, baik perkembangan motorik, kognitif, dan bahasanya. Berat Si Kecil pun umumnya bertambah sekitar 450 gram setiap bulannya. Biasanya bayi laki-laki akan lebih berat dari bayi perempuan. Nah, di periode ini Bunda harusnya waspada jika Si Kecil belum memperlihatkan tanda-tanda seperti:

  1. Belum dapat mengoceh “mama”, “baba”, “dada”.
  2. Belum bereaksi ketika namanya dipanggil.
  3. Kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah.
  4. Belum dapat mengontrol kepalanya dengan baik ketika duduk.
  5. Tidak dapat duduk secara mandiri tanpa bantuan.
  6. Tidak dapat mengikuti arah ketika Bunda menunjuk.
  7. Belum dapat bertepuk tangan.
  8. Belum dapat menunjuk atau menyentuk benda dengan jari telunjuk.
  9. Belum dapat memegang mainan dengan kedua tangan.
  10. Belum dapat meremas makanan atau benda di tangannya.

Bayi Usia 10-12 Bulan

Sebentar lagi Si Kecil akan berulang tahun yang pertama. Memasuki fase ini berarti ia sudah berhasil melewati fase bayi dan beranjak memasuki fase kanak-kanak. Di usia ini, Si Kecil makin banyak berinteraksi dengan Bunda dan orang-orang di sekelilingnya, makin aktif bergerak, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Jadi,  jangan heran jika Si Kecil senang sekali menjelajahi seisi rumah. Tapi, ada saja beberapa hal yang menjadi tanda-tanda bahwa Si Kecil mengalami keterlambatan pertumbuhan, seperti:

  1. Belum bisa bergerak secara efisien, baik itu merangkak, merambat, ataupun berjalan.
  2. Belum bisa berdiri tanpa bantuan.
  3. Belum mengucapkan kata-kata pertamanya.
  4. Belum bisa memasukkan makanan ke mulutnya atau makan sendiri.
  5. Belum bisa menjepit benda-benda kecil dengan ibu jari atau telunjuknya.
  6. Tidak bisa menunjukkan keinginan dengan bahasa tubuhnya.
  7. Tidak dapat mempelajari gerakan seperti melambai dan menggelengkan kepala.
  8. Kehilangan keterampilan yang pernah dimilikinya. 
  9. Tidak dapat mencari benda-benda yang ia sembunyikan.

Apabila dari beberapa gejala keterlambatan di atas ada yang Bunda temukan pada Si Kecil, segeralah berkonsultasi ke dokter. Jangan sampai terlambat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. 

 Baca juga: Kunci Utama Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil

Lihat Artikel Lainnya