Ketahui Sebab Si Kecil Kelebihan Berat Badan dan Cara Mengatasinya

Oleh: Morinaga Platinum

Disadari atau tidak, seiring dengan perkembangan waktu risiko kelebihan berat badan pda Si Kecil semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah semakin mudahnya akses kita pada makanan cepat saji dan makanan dengan nutrisi buruk. Ditambah pula dengan anggapan bahwa anak gemuk itu menggemaskan yang banyak beredar di masyarakat kita. Padahal anak gemuk belum tentu sehat.

Menurut laporan penelitian tahun 2016 yang dilakukan oleh UNICEF, WHO dan ASEAN, presentase anak obesitas di Indonesia adalah sebesar 12 persen. Kondisi kelebihan berat badan membuat Si Kecil berisiko tinggi mengidap penyakit kronis dan mengalami stres.

Nilai kategori berat badan Si Kecil dengan menggunakan cara yang direkomendasikan Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) berikut ini:

  • Untuk anak usia <2 tahun, gunakan grafik Indeks Massa Tubuh WHO 2006. Nilai Z score > +2 tergolong dalam kategori overweightdan nilai > +3 tergolong sebagai obesitas
  • Untuk anak usia 2-18 tahun, gunakan grafik Indeks Massa Tubuh CDC 2000. Nilai di atas persentil 85-95 merupakan kategori overweightdan di atas persentil 95 adalah kategori obesitas.

Kiat menangani Si Kecil yang memiliki berat badan berlebih adalah dengan mengurangi makanan tidak sehat dan meningkatkan aktivitas fisik. Untuk itu, dibutuhkan metode efisien dan ketekunan Bunda untuk mengubah kebiasaan hidup.

Dua hal yang perlu diperhatikan Bunda jika Si Kecil memiliki berat badan yang berlebih, yaitu:

Makanan

Umumnya, pertambahan berat badan berasal dari apa yang dikonsumsi oleh Si Kecil sehari-hari. Gali informasi sebanyak mungkin mengenai pengaturan nutrisi baik untuk keluarga.

  • Pilih makanan yang sehat. Batasi makanan yang tinggi gula dan lemak. Kreatiflah dalam mengolah sayuran dan selalu selipkan dalam menunya sehari-hari. WHO merekomendasikan asupan buah dan sayur minimal 5 porsi dalam sehari.
  • Buat jadwal makan dan jalani dengan konsisten. Berikan makanan hanya pada jam makan saja. Konsumsi makanan hanya diperlukan apabila tubuh memerlukannya, bukan karena faktor emosi seperti senang atau sedih.
  • Sajikan makanan pada piring kecil agar hidangan terlihat lebih banyak. Dengan cara ini, diharapkan Si Kecil makan dalam porsi cukup.
  • Biasakan Si Kecil untuk sarapan. Sajikan makanan tinggi serat seperti sereal dan perbanyak porsi buah-buah sehingga ia kenyang lebih lama dan berenergi.
  • Sediakan camilan sehat rendah kalori, seperti buah potong, di rumah.
  • Sajikan jus buah buatan sendiri tanpa gula pasir untuk Si Kecil dan perbanyakan konsumsi air.

Aktivitas Fisik

Dengan melakukan aktivitas fisik, Si Kecil tak hanya akan sehat secara fisik tetapi juga bisa jadi lebih kreatif.

  • Si Kecil adalah peniru ulung. Oleh karena itu, Bunda harus memberikan contoh gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga.
  • Untuk balita, aktivitas fisik perlu dilakukan setidaknya 3 jam sehari dalam waktu yang dibagi sepanjang hari.
  • Untuk Si Kecil di atas 5 tahun, pastikan ia melakukan aktivitas fisik yang intens minimal 1 jam sehari. Ajak ia bermain di luar rumah, seperti petak umpet.
  • Kurangi waktu kegiatan pasif, seperti menonton TV atau bermain video game. Batasi waktu untuk kegiatan tersebut kurang dari 1 jam sehari untuk usia pra sekolah dan 2 jam sehari untuk Si Kecil usia sekolah.

Kebiasaan tidak dapat berubah dalam semalam. Agar Si Kecil sehat dibutuhkan variasi banyak makanan agar nutrisinya seimbang. Jangan menghentikan suatu jenis makanan secara drastis.  Lakukan dengan sabar, bertahap, dan kreatif. Fokus Bunda menanamkan kebiasaan makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisiknya. Diskusikan dengan dokter anak apabila menemui kesulitan dalam memperbaiki berat badan Si Kecil.

Milestone Lainnya