Ketahui Cara Melatih Si Kecil Berjalan Dengan Benar Di Sini

Oleh: Morinaga Platinum

Setelah kehadiran Si Kecil di tengah keluarga, Bunda pasti rajin mencari informasi terutama mengenai tahapan tumbuh kembangnya. Nah, berjalan biasanya jadi salah satu pencapaian yang ditunggu-tunggu. Sebenarnya kapankah usia normal Si Kecil mulai bisa berjalan dan adakah kiat untuk membantunya mencapai tahapan tersebut? 

Parameter usia Si Kecil bisa berjalan adalah antara usia 12-15 bulan. Meski ada juga yang sudah bisa berjalan di usia 9 bulan atau malah baru bisa berjalan setelah usia 18 bulan. Kecepatan Si Kecil mencapai tahapan tumbuh kembang memang tidak bisa disamakan dengan teman sebayanya, tetapi ada cara-cara yang bisa Bunda lakukan untuk membuat Si Kecil belajar berjalan, di antaranya: 

Melatih kemauan

Si Kecil pasti punya mainan kesukaan. Bunda bisa menggunakannya untuk melatih kemauannya untuk bergerak. Taruh mainan di luar jangkauannya agar ia berusaha mengambilnya. Setiap kali ia berhasil mencapainya, taruh kembali mainan dengan jarak yang lebih jauh. Tak lama, pasti Si Kecil sudah lebih mahir menghampiri sesuatu.

Pentingnya otot punggung

Saat belajar berjalan, otot kaki selalu menjadi pusat perhatian Bunda. Tapi perlu diingat bahwa pada Si Kecil yang sedang belajar berjalan otot punggunglah yang memegang peranan sentral.

Perkuat otot punggung Si Kecil dengan membuat ia menggerakkan kepala dan lehernya. Pancing perhatian Si Kecil ke berbagai arah. Perbanyak tummy time. Telungkupkan Si Kecil agar ia punya waktu untuk berlatih mengangkat kepala. Ini akan melatih otot punggungnya sekaligus.

Biarkan Si Kecil mengeksplorasi lingkungannya

Memiliki kesadaran keseimbangan penting dalam proses berjalan si Kecil. Tidak ada cara yang lebih tepat selain membiarkan Si Kecil banyak main di lantai ketimbang digendong. Dengan bermain di lantai, ia bebas berkelana ke sana kemari. Ia akan berusaha mengangkat dirinya dengan berpegangan pada kursi atau meja pendek. Ini akan melatih keseimbangan tubuh serta otot-otot yang dibutuhkannya untuk berjalan.

Si Kecil sudah bisa berdiri, tetapi ragu untuk melangkah. Ini hal yang normal, kok, Bunda. Latih Si Kecil dengan menempatkan berbagai benda yang bisa dijadikan pegangan olehnya sembari melangkah. Atau, letakkan beberapa kertas warna berbentuk geometri berukuran agak besar lalu tuntun Si Kecil dan ajak ia meraihnya satu per satu. Ide bermain kreatif ini dipublikasikan dalam situs tumbuh kembang Morinaga Play Plan.

Di situs tersebut, Bunda bisa mencari ide-ide lainnya untuk melatih kemampuan motorik Si Kecil. Contohnya “Perahu Spons” atau “Kereta Gandeng”. Ajak ia bermain sambil belajar dengan melakukan permainan yang berbeda setiap harinya. Buatlah rencana bermain agar stimulasi bisa dilakukan secara detail dan menyeluruh untuk semua kecerdasan Si Kecil.

Bertelanjang kaki lebih baik

Biarkan Si Kecil bebas beraktivitas tanpa alas kaki. Telapak kakinya akan lebih mudah mencengkeram permukaan tempat ia berjalan ketimbang saat memakai kaus kaki atau sepatu.

Dalam proses melatih Si Kecil belajar berjalan, Bunda bisa menuntunnya berjalan bersama atau “titah”. Urungkan niat menggunakan baby walker, sesuai arahan dari American Academy of Pediatrics (AAP), agar risiko kecelakaan saat penggunaan seperti terbalik, atau terjatuh di tangga bisa dihindari.

Selain melarang penggunaan baby walker, AAP juga menyatakan bahwa tidak ada kelebihan spesifik dari penggunaan alat bantu tersebut pada proses belajar berjalan Si Kecil. Penggunaan alat itu malah bisa membuat Si Kecil kehilangan kemauan untuk belajar berjalan karena terbiasa bergerak dengan topangan baby walker.

Ketimbang menggunakan alat bantu, Bunda bisa mendukung tumbuh kembang Si Kecil dengan memberikan asupan ragam vitamin dan mineral. Berikan nutrisi yang mengandung omega-3, kolin, kalsium, dan vitamin D karena dengan pemenuhan gizi lengkap dan seimbang, Si Kecil akan terbantu untuk cepat berjalan.

Milestone Lainnya