8 Cara Melatih Anak Berjalan sesuai Tahapannya

Morinaga Platinum ♦ 1 Mei 2017

Parameter usia anak mulai bisa berjalan adalah pada usia 12 bulan. Meski ada juga yang sudah bisa berjalan di usia 9 bulan atau malah baru bisa berjalan setelah usia 18 bulan. Karena masing-masing anak memiliki fase tumbuh kembangnya sendiri-sendiri.

Bunda bisa membantu Si Kecil bergerak dengan membantunya belajar berjalan sesuai tahapan perkembangannya. Mulai dari duduk, memberikannya bantuan, hingga memberikannya stimulasi dengan mainan dorong. Untuk mengetahui cara melatih anak berjalan selengkapnya, simak artikel di bawah ini, yuk.

1. Buat area rumah aman untuk bayi

Sebelum memulai melatih bayi untuk berjalan, pastikan area rumah aman untuk bayi bereksplorasi. Untuk memudahkan, biarkan bayi belajar berjalan di satu ruangan tertutup yang aman. Pastikan lantainya rata, tidak ada barang yang berbahaya, dan memindahkan barang-barang yang bisa membuat Si Kecil tersandung di lantai.

2. Mulai dengan kekuatan otot perut

Saat belajar berjalan, otot kaki selalu menjadi pusat perhatian Bunda. Tapi perlu diketahui bahwa pada Si Kecil yang sedang belajar berjalan otot perut yang memegang peranan sentral. Karena otot perut menopang bayi dalam berdiri maupun berjalan.

Perkuat otot punggung Si Kecil dengan membuat ia menggerakkan kepala dan lehernya. Pancing perhatian Si Kecil ke berbagai arah. Perbanyak tummy time. Telungkupkan Si Kecil agar ia punya waktu untuk berlatih mengangkat kepala. Ini akan melatih otot punggungnya sekaligus.

3. Biarkan anak bertelanjang kaki

Biarkan Si Kecil bebas beraktivitas tanpa alas kaki. Telapak kakinya akan lebih mudah mencengkram permukaan tempat ia berjalan ketimbang saat memakai kaus kaki atau sepatu. 

Dengan merasakan permukaan secara telanjang kaki, bayi terlatih untuk mengenal berbagai tekstur permukaan, sehingga otak akan belajar menyesuaikan dan melatih keseimbangan bayi saat berjalan.

4. Berikan bantuan 

Jika Bunda ingin mengajak Si Kecil berkeliling rumah saat belajar berjalan. Berikan ia bantuan dengan cara memegang pinggangnya ya Bun, bukan tangannya. Dengan begitu, bayi lebih terlatih dalam mempelajari langkahnya dan berat badannya lebih terdistribusi pada bagian kakinya untuk melatih gerakan berjalan.

5. Latih Si Kecil menggapai atas dan bawah

Meskipun berjalan adalah gerakan melangkah ke depan. Tapi, melatih gerakan menggapai sesuatu di atas dan bawah tubuh bayi juga sangat penting dalam proses melatih Si Kecil berjalan. 

Bunda bisa meminta SI Kecil untuk mengambil mainan di sekitar kakinya atau menggerakan mainan yang melayang di atas kepalanya. Latihan ini bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuh anak.

6. Biarkan Si Kecil menopang pada perlengkapan rumah

Tidak ada cara yang lebih tepat selain membiarkan Si Kecil banyak main di lantai ketimbang digendong. Dengan bermain di lantai, ia bebas berkelana ke sana kemari. Ia akan berusaha mengangkat dirinya dengan berpegangan pada kursi atau meja pendek. Ini akan melatih keseimbangan tubuh serta otot-otot yang dibutuhkannya untuk berjalan.

Si Kecil sudah bisa berdiri, tetapi ragu untuk melangkah. Ini hal yang normal, kok, Bunda. Latih Si Kecil dengan menempatkan berbagai benda yang bisa dijadikan pegangan olehnya sembari melangkah. 

7. Berikan mainan dorong

Stroller bayi, keranjang bayi, atau mainan yang menstimulasi gerakan dorongan pada bayi sangat bagus untuk mendukung Si Kecil untuk berjalan dan berkeliling rumah. Pastikan mainan yang dipilih kokoh dan juga stabil saat digunakan oleh Si Kecil.

8. Ambil barang untuk digenggam

Setelah Si Kecil lancar memanfaatkan mainan dorong untuk berjalan, langkah selanjutnya yang bisa Bunda lakukan adalah memberikan tangan Si Kecil sesuatu untuk digenggam. Hal ini bermanfaat untuk memindahkan fokus gerakan anak saat berjalan, yang tadinya bertumpu pada mainan dorong, ia akan berlatih untuk menyeimbangkan bagian bawah tubuhnya tanpa dukungan apapun.

Dalam melatih anak berjalan, pastikan menghindari penggunaan baby walker ya Bun. Bunda bisa menggunakan cara-cara yang sudah disebutkan di atas yang lebih aman dan efektif. Selain itu baby walker tidak membantu bayi lebih cepat berjalan sama sekali. Simak informasi selengkapnya berikut ini: Baby Walker pada Bayi Tidak Aman dan Berisiko Cedera 

Lihat Artikel Lainnya