Ketahui 5 Manfaat Mendongeng untuk Si Kecil

Morinaga Platinum ♦ 6 Januari 2020

Bun, Apakah Bunda sering mendongeng untuk Si Kecil sebelum ia tidur? Ternyata kebiasaan mendongeng sangat baik bagi perkembangan Si Kecil, lho, Bun.

Bunda dapat memulai kebiasaan ini sejak sedini mungkin. American Academy of Pediatrics (AAP) pada tahun 2014 pun menganjurkan untuk membacakan cerita kepada Si Kecil sejak ia lahir untuk meningkatkan kualitas hubungan antara anak dengan orangtua.

Nah, selain menjadi salah satu cara untuk meningkatkan hubungan emosional antara Bunda dan Si Kecil, mendengarkan dongeng  juga memiliki manfaat lain yang Bunda perlu ketahui. Mau tahu apa saja? Berikut ini  Morinaga Platinum sudah merangkumnya untuk Bunda.

  1. Meningkatkan kemampuan berbahasa

Mendengarkan dongeng merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Si Kecil.  Karena dengan mendengarkan dongeng, Si Kecil dapat belajar kosa kata baru, mengevaluasi, dan mendapatkan informasi baru. Cara memainkan nada dan ekspresi Bunda saat mendongeng juga bisa menstimulasi koneksi antar bagian otak yang berperan mengatur bahasa.

  1. Mengajarkan Si Kecil  tentang baik dan buruk

Dongeng membantu mengajarkan Si Kecil pemahaman tentang benar dan salah, tidak melalui pengajaran langsung, tetapi melalui amanat yang terkandung di dalam cerita.

Melalui dongeng, Si Kecil bisa mendapatkan beragam pelajaran moral yang kuat. Dongeng juga mengajari Si Kecil bahwa kebaikan akan selalu menang, sehingga akan melatih Si Kecil memiliki pandangan positif mengenai kehidupan.

  1. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis

Melalui dongeng, Si Kecil akan melihat konsekuensi dari keputusan yang mereka buat. Dongeng mengajarkan bahwa setiap keputusan mempunyai konsekuensi.

  1. Dongeng membantu Si Kecil mengatasi emosi pribadi

Melalui dongeng, Si Kecil juga akan dapat menangani konflik dalam diri mereka. Psikolog anak, Bruno Bettelheim, percaya bahwa dongeng dapat membantu anak-anak dalam menghadapi kecemasan.

  1. Menstimulasi perkembangan otak

Ketika Bunda mendongeng, maka tanpa disadari bagian otak Si Kecil akan aktif. Mendengarkan dongeng tidak hanya mengaktifkan salah satu bagian saja, namun hampir semua fungsi otak ikut bekerja, karena Si Kecil akan belajar menerima informasi dan menggunakan informasi tersebut untuk berimajinasi.

Nah, untuk memilih dongeng yang tepat, pemilihan cerita dongeng juga tidak harus fokus pada satu nilai moral tertentu saja ya, Bun. Karena semua cerita dongeng pasti mempunyai nilai baik. Selain itu, dalam mendongeng untuk Si Kecil, pastikan dongeng tersebut cocok untuk rentang usia Si Kecil. Tujuannya, supaya pesan yang disampaikan melalui cerita dongeng tersebut dapat dicerna dengan baik oleh Si Kecil.

Contohnya untuk Si Kecil yang berusia 0-2 tahun. Pada masa ini, tingkah laku dan pemikiran Si Kecil masih didasari oleh sensorik dan motoriknya yang sedang berkembang aktif. Pilihan cerita dongeng yang cocok untuk anak pada usia ini adalah cerita dongeng tentang objek sekitar lingkungannya. Hal ini dikarenakan Si Kecil masih membutuhkan visualisasi dari apa saja yang didengarnya, termasuk saat Bunda membacakan cerita dongeng. Bunda bisa memilih dongeng yang bercerita tentang binatang yang sering ditemui, seperti kucing, ayam, cicak, anjing, dan sebagainya.

Bagi Si Kecil yang berusia 2-4 tahun, pada usia ini Si Kecil mempunyai banyak kesempatan dalam mengenal dan mempelajari hal baru. Si Kecil bisa menjadi sangat tertarik akan banyak hal dan seringkali menirukan tingkah laku orang di sekitarnya. Cerita dongeng yang cocok di usia ini adalah cerita yang lebih fokus pada karakter tokohnya dan bisa disesuaikan dengan aktivitasnya.

Bagaimana, Bun? Jadi makin semangat untuk mendongeng untuk Si Kecil kan?

Lihat Artikel Lainnya