Kenali Tahap Tumbuh Kembang Anak & Gangguan yang Perlu Diwaspadai

Morinaga Platinum ♦ 3 Agustus 2021

Bunda dan Ayah adalah 2 orang terdekat yang akan memberi pengaruh bagaimana tumbuh kembang Si Kecil berjalan optimal di setiap waktunya. Tumbuh kembang anak adalah sebuah proses yang berlangsung secara alami pada Si Kecil. 

Tahapan tumbuh kembang Si Kecil paling penting ada di masa balita dikarenakan tumbuh kembang berlangsung cepat. Sebab, perkembangan  dan  pertumbuhan di  masa  balita menjadi  faktor keberhasilan untuk tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Lalu sudah sejauh manakah persiapan Bunda di periode emas Si Kecil? Yuk, cari tahu, yuk...

Pengertian Tumbuh Kembang Anak

Salah satu cara terbaik untuk mengetahui tumbuh kembang Si Kecil sudah optimal atau belum adalah dengan memahami berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Untuk dapat lebih memahami berbagai faktor tersebut, sebaiknya Bunda perlu mengetahui makna dalam tumbuh kembang anak terlebih dahulu.

Secara harfiah, tumbuh kembang anak terdiri dari 2 kata  yaitu tumbuh (growth) yang diartikan perubahan fisik yang dapat diukur; dan kembang (development) adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Kedua istilah tersebut memiliki arti yang berbeda namun saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 

Pertumbuhan adalah perubahan bagian tubuh Si Kecil yang dapat diukur dengan satuan ukuran dan jumlah atau perubahan bersifat kuantitatif. Sebagai contoh adalah berat badan bayi (kilogram) dan lingkar kepala bayi (centimeter).

Sebaliknya, perkembangan adalah perubahan bagian tubuh Si Kecil yang tidak dapat diukur dengan satuan ukuran dan jumlah. Contohnya adalah perubahan kemampuan berbicara, perubahan emosi, dan kemampuan motorik.

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak kesayangan Bunda. Secara umum, ada 2 faktor utama, yaitu:

  1. Faktor internal: Faktor bawaan yang dimiliki anak sejak lahir. Faktor ini didapatkan dari orang tua, seperti ras, bentuk rahang, dan warna bola mata.
  2. Faktor eksternal: semua hal di lingkungan anak yang memberi efek ke tumbuh kembang anak, seperti asupan nutrisi, pengasuhan, kondisi ekonomi, dan obat-obatan.

Walaupun ada perdebatan tentang faktor internal versus faktor eksternal, banyak ahli menyatakan tumbuh kembang anak dipengaruhi interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal. Cari tahu lebih banyak tentang tumbuh kembang anak dengan membaca artikel berikut, yuk: Tumbuh Kembang Anak: Tahapan, Faktor dan Stimulasi.

Konsep Tumbuh Kembang Anak

Tentunya Bunda perlu mengetahui berbagai konsep mengenai pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada Si Kecil. Hal tersebut agar Bunda berperan secara tepat di tengah tumbuh kembang Si Kecil. 

Bunda lah yang akan berperan besar bagi tumbuh kembang Si Kecil. Oleh karena itu, dominasi peran Bunda dan Ayah dalam mengiringi masa tumbuh kembang Si Kecil haruslah tepat. 

Interaksi positif Bunda dengan Si Kecil memiliki efek signifikan. Akan tetapi, stimulasi dan rangsangan yang berikan mesti memperhatikan dan menyesuaikan dengan kebutuhan Si Kecil. Anak yang mendapatkan stimulasi dan rangsangan secara tepat akan mencapai perkembangan dan pertumbuhan yang lebih baik daripada anak yang kurang/tidak menerimanya.

Anak yang kurang mendapat stimulasi dan rangsangan, pada umumnya tumbuh kembangnya tidak sesuai dengan tahapan usianya. Salah satu gangguan paling umum adalah keterlambatan berbahasa dan bicara. Indikatornya adalah kemampuan bicara Si Kecil berada di bawah kualitas perkembangan anak seusianya.

Oleh sebab itu, untuk bisa menjaga, merawat, dan membesarkan Si Kecil di masa tumbuh kembangnya, Bunda perlu memiliki informasi dan data sebagai bekal serta panduan tumbuh kembang anak.

Tahapan Memaksimalkan Tumbuh Kembang Anak

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil dapat dilihat berdasarkan usianya. Dengan begitu Bunda tahu apa yang perlu dilakukan saat Si Kecil berada di fase usia tertentu. Tujuannya agar setiap tahapan tumbuh kembang dapat berjalan maksimal dan optimal. 

Berikut ini adalah beberapa cara dan aktivitas memaksimalkan tumbuh kembang anak di setiap tahapannya.

  • Usia 0-18 bulan

Selama periode pertumbuhan dan perkembangan ini, Si Kecil akan tumbuh dan berubah dengan cepat. Bunda dan seluruh orang yang ada di lingkungan Si Kecil perlu mengajak Si Kecil berbicara. Mendengarkan suara orang berbicara akan membantu Si Kecil mengembangkan kemampuan komunikasinya.

Bunda juga bisa mengajak Si Kecil latihan tengkurap/tummy time dalam waktu singkat juga bisa membantu Si Kecil menguatkan otot leher dan punggungnya. Saat Si Kecil sedang menangis, segera beri respons dan hibur. Agar Bunda bisa membangun ikatan yang kuat dengan Si Kecil.

  • Usia 18 bulan hingga 2 tahun

Masa tumbuh kembang di usia 18 bulan hingga 2 tahun ditandai dengan kebutuhan Si Kecil memiliki banyak waktu tidur, nutrisi yang baik, dan hubungan yang erat serta penuh kasih dengan orang tua. Bila diuraikan lebih detail, maka Bunda perlu menyiapkan beberapa kondisi berikut untuk Si Kecil:

  • Ciptakan rutinitas dan ritual yang dapat diprediksi untuk menjaga Si Kecil merasa aman.
  • Siapkan rumah, halaman, dan lingkungan agar Si Kecil dapat melakukan eksplorasi dengan aman.
  • Gunakan disiplin lembut untuk membimbing dan mengajar Si Kecil. Hindari memukul, yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan emosional jangka panjang.
  • Bernyanyilah, bicara, dan bercerita untuk meningkatkan kecerdasan bahasa dan memperkaya kosakata Si Kecil.
  • Siapkan mental dan fisik Bunda. Selalu jaga waktu istirahat untuk menjaga kesehatan Bunda. Pergilah berkonsultasi ke psikolog jika diperlukan.
  • Usia 3-5 tahun

Pada masa pra-sekolah, Si Kecil jadi lebih mandiri, memiliki banyak kecerdasan, dan rasa ingin tahu yang makin besar. Itu semua merupakan hasil meluasnya dunia yang dimiliki Si Kecil, seperti dapat teman baru, punya pengalaman baru, dan lain sebagainya.

Selama berada di masa tumbuh kembang ini, Bunda dapat melakukan beberapa aktivitas berikut untuk meningkatkan kecerdasan anak:

  • Bacakan berbagai jenis buku yang bermanfaat setiap harinya.
  • Tunjukkan kepada Si Kecil bagaimana melakukan pekerjaan sederhana di rumah.
  • Bersikaplah jelas dan konsisten dengan harapan Bunda. Lalu jelaskan perilaku apa yang Bunda harapkan dari Si Kecil.
  • Sesuaikan gaya bicara dan pilihan kosakata Bunda dengan kemampuan berbahasa Si Kecil.
  • Bantulah Si Kecil menyelesaikan masalah saat emosinya semakin tinggi.
  • Biarkan dan perhatikan bagaimana Si Kecil memilih respons tentang bagaimana berinteraksi orang asing .

Ciri-Ciri Tumbuh Kembang Anak

Untuk bisa memahami lebih mudah perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil, maka perlu adanya grafik yang menggambarkan tumbuh kembang anak. Tujuannya adalah untuk memudahkan Bunda melihat poin demi poin ciri-ciri tahapan tumbuh kembang anak.

Berikut ini adalah 3 tabel tumbuh kembang anak yang menggambarkan ciri-ciri tahapan perkembangan dan pertumbuhan anak menurut umur:

  • Usia 0-18 bulan

 

1-3 bulan

4-6 bulan

5-9 bulan

9-12 bulan

  • bulan

Kognitif

  • Menunjukkan minat pada objek dan wajah manusia
  • Mungkin bosan dengan aktivitas yang berulang
  • Mengenali wajah-wajah yang sudah dikenal.
  • Respons pada  musik
  • Menanggapi tanda-tanda cinta & kasih sayang
  • Memasukkan tangan ke mulut
  • Mengoper sesuatu dari satu tangan ke tangan lainnya
  • Memperhatikan benda jatuh
  • Mencari hal-hal tersembunyi
  • Belajar bagaimana menggunakan beberapa hal dasar seperti sendok
  • Dapat menunjuk anggota tubuh yang diberi nama

Sosial & emosional

  • Mencoba melihat Bunda atau orang lain
  • Mulai tersenyum pada orang lain
  • Merespons ekspresi wajah orang
  • Menikmati momen bermain dengan orang lain
  • Merespons nada suara yang berbeda-beda
  • Menikmati momen cermin
  • Tahu saat ada orang asing
  • Mungkin melekat atau lebih menyukai orang yang sudah dikenal
  • Marah/mengamuk
  • Terlibat dalam permainan pura-pura
  • Menangis/takut bertemu orang asing

Bahasa

  • Mulai merajuk dan membuat suara vokal
  • Menjadi tenang saat diajak mengobrol
  • Menangis berbeda untuk kebutuhan yang berbeda
  • Tertawa
  • Mulai mengoceh atau meniru suara
  • Merespons saat dipanggil
  • Dapat menambahkan bunyi konsonan pada vokal
  • Dapat berkomunikasi dengan isyarat
  • Sudah memahami artinya "tidak"
  • Meniru suara dan gerak tubuh
  • Tahu bagaimana mengatakan beberapa kata
  • Mengatakan "tidak"
  • Melambaikan tangan tanda selamat tinggal

Gerakan

Fisik

  • Berbalik ke arah suara
  • Mengikuti objek dengan mata
  • Menggenggam objek
  • Secara bertahap mengangkat kepala untuk waktu yang lebih lama
  • Melihat sesuatu dan meraihnya
  • Mendorong badan ke atas dengan tangan saat tengkurap
  • Mungkin bisa berguling
  • Duduk tanpa penyangga
  • Dapat memantul saat ditahan dalam posisi berdiri
  • Berguling ke sejumlah arah
  • Merangkak
  • Berusaha berdiri


  • Berdiri sendiri 
  • Minum dari cangkir
  • Merangkak naik satu atau dua langkah
  • Berjalan dan berpegangan pada permukaan benda
  • Usia 18 bulan hingga 2 tahun



18 bulan

24 bulan

Kognitif

  • Membuat coret-coretan abstrak
  • Dapat mengidentifikasi hal-hal yang familier di buku bergambar
  • Mengetahui apa yang dilakukan benda-benda umum
  • Mampu mengikuti instruksi sederhana seperti "Tolong berdiri"
  • Membangun menara dari balok
    Dapat mengikuti petunjuk lebih rumit
  • Identifikasi kelompok berdasar bentuk dan warna
  • Memainkan permainan pura-pura lebih rumit

Sosial & emosional

  • Dapat menjelajahi lingkungan
  • Dapat membantu tugas-tugas seperti menyingkirkan mainan
  • Bangga dengan apa yang telah mereka capai
  • Mengenali diri di depan cermin; mungkin membuat ekspresi

  • Menikmati waktu bermain
  • Bermain di samping anak seusianya
  • Mungkin menentang petunjuk seperti "duduk" atau "kembali ke sini"

Bahasa

  • Memahami beberapa kata
  • Mengikuti petunjuk sederhana
  • Suka mendengarkan cerita pendek atau lagu
  • Dapat menyebutkan banyak hal
  • Dapat mengajukan pertanyaan sederhana
  • Menggunakan frasa dua kata sederhana seperti "tambah susunya"
  • Menyebutkan nama-nama orang yang dikenal

Gerakan

Fisik

  • Mulai berlari
  • Bisa berjalan sambil menarik mainan
  • Dapat membantu dalam berpakaian
  • Minum dengan baik dari cangkir
  • Makan dengan sendok
  • Menari/bergoyang
  • Duduk di kursi
  • Lari
  • Melempar bola
  • Melompat ke atas dan ke bawah
  • Berdiri dengan ujung kaki
  • Dapat menggambar garis dan bentuk bulat
  • Dapat menaiki tangga menggunakan rel untuk berpegangan
  • Usia 3-4 tahun

 

3 tahun

4 tahun

5 tahun

Kognitif

  • Dapat menyusun puzzle sederhana
  • Bisa memainkan mainan yang memiliki bagian yang bergerak seperti kancing dan tuas
  • Dapat memutar kenop pintu
  • Dapat membalik halaman buku
  • Mungkin dapat menghitung
  • Dapat menggambar figur tongkat
  • Mungkin dapat memprediksi apa yang akan terjadi dalam sebuah cerita
  • Dapat memainkan permainan papan sederhana
  • Dapat menyebutkan beberapa warna, angka, dan huruf kapital
  • Menggambar "orang" yang lebih kompleks
  • Menghitung hingga 10 benda
  • Dapat menyalin huruf, angka, dan bentuk sederhana
  • Memahami urutan proses sederhana
  • Dapat menyebutkan nama dan alamat
  • Menyebutkan nama variasi warna

Sosial dan emosional

  • Menunjukkan empati untuk anak-anak yang terluka atau menangis
  • Menawarkan kasih sayang
  • Memahami "milikku" dan "milikmu"
  • Bisa marah jika rutinitas diubah
  • Bisa berpakaian
  • Memahami konsep bergantian/bergiliran
  • Dapat memainkan permainan yang memiliki peran seperti "orang tua" dan "bayi"
  • Bermain dengan anak lain, tidak hanya di samping
  • Membicarakan tentang suka dan tidak suka
  • Berpura-pura; mungkin kesulitan mengetahui apa yang nyata dan apa yang palsu
  • Sadar akan jenis kelamin
  • Suka bermain dengan teman
  • Beralih antara patuh dan menantang
  • Bernyanyi, menari, dan mungkin memainkan permainan akting
  • Dapat membedakan antara yang dibuat-buat dan nyata

Bahasa

  • Pembicaraan menggunakan 2-3 kalimat sekaligus
  • Memiliki kata-kata untuk menyebutkan banyak hal yang digunakan sehari-hari
  • Memahami istilah-istilah seperti "di dalam", "di", dan "di bawah"
  • Dapat dipahami oleh keluarga
  • Dapat berbicara tentang apa yang terjadi di day care
  • Berbicara dalam kalimat
  • Dapat mengenali atau mengucapkan sajak
  • Dapat mengucapkan nama depan dan belakang
  • Dapat menceritakan kisah yang tetap pada jalurnya
  • Membacakan sajak anak-anak atau menyanyikan lagu
  • Mungkin dapat memberi nama huruf dan angka
  • Dapat menjawab pertanyaan sederhana 

Gerakan

Fisik

  • Menangkap bola
  • Berlari dan melompat dengan mudah
  • Dapat meluncur ke bawah seluncuran
  • Dapat berjalan naik turun tangga dengan satu kaki di setiap tangga
  • Berjalan mundur
  • Dapat melompat
  • Dapat memalu pasak ke dalam lubang
  • Menaiki tangga dengan percaya diri
  • Menuangkan cairan dengan bantuan
  • Dapat jungkir balik
  • Menggunakan gunting
  • Dapat berayun di ayunan
  • Pergi ke kamar mandi di toilet
  • Lompat atau berdiri dengan satu kaki selama kurang lebih 10 detik


Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada 2 faktor utama tumbuh kembang anak. Setiap faktor dapat diuraikan lebih lanjut untuk melihat efek, proses, dan bagaimana tumbuh kembang anak yang baik. 

Berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak ini bisa memberi efek positif dan negatif. Akan tetapi bukan hanya faktor-faktor ini yang mempengaruhi masa perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil.

Pada banyak kasus, tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh kombinasi kompleks berbagai faktor.  Lebih lanjut, ini berarti masih banyak faktor lain, baik yang alami atau buatan manusia, yang mempengaruhi tumbuh kembang Si Kecil. 

Berikut ini adalah tabel uraian 2 faktor utama tumbuh kembang Si Kecil:

Internal

Eksternal

Ras/etnik atau bangsa

Kondisi melahirkan

Keluarga

Kondisi persalinan 

Umur

Gizi

Jenis kelamin

Zat kimia

Genetik

Obat-obatan

Kelainan kromosom

Stimulasi

 

Lingkungan pengasuhan

Jenis Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Berbagai tahapan perkembangan dan pertumbuhan anak tidak bisa lepas dari gangguan. Oleh sebab itu, penting bagi Bunda mengetahui beberapa gangguan tumbuh kembang anak yang sering dijumpai.

Berikut ini adalah 3 jenis gangguan tumbuh kembang anak yang perlu Bunda ketahui:

  • Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD)

Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan tumbuh kembang anak yang sering terjadi dan bersifat kronis. Anak dengan ADHD mengalami gangguan otak sehingga performa otak tidak maksimal.

ADHD dapat dideteksi sejak usia 3-12 tahun. Gejala-gejala yang ditimbulkan dan tampak pada anak bisa gangguan ringan hingga berat. Berikut ini beberapa gejala gangguan ADHD:

  • Sulit fokus
  • Sering melamun
  • Mudah kehilangan barang
  • Rewel saat bermain
  • Suka menyendiri
  • Sukar mengikuti instruksi
  • Gangguan spektrum autisme

Gangguan spektrum autisme adalah kondisi kelainan otak sehingga menyebabkan anak mengalami gangguan komunikasi serta berinteraksi. Gejala gangguan ini mulai terdeteksi di awal-awal masa tumbuh kembang anak.

Ciri utama gangguan spektrum autisme adalah anak terasa hidup di dunianya sendiri dan tidak bisa meningkatkan relasi emosional dengan orang-orang, baik dengan orang tua atau orang di lingkungannya.

Ada 4 jenis gangguan spektrum autisme saat anak berada di masa tumbuh kembangnya, yaitu gangguan komunikasi dan bahasa, gangguan interaksi sosial, gangguan perilaku, dan gangguan panca indra. Cari tahu lebih banyak tentang autisme dengan membaca konten ini, yuk: Ciri-ciri Anak Autis yang Harus Bunda Ketahui

  • Gangguan bipolar

Bipolar adalah gangguan tumbuh kembang anak dengan kondisi kelainan otak. Efeknya, anak mengalami perubahan mood secara ekstrim yang langsung mempengaruhi perubahan aktivitas dan energi.

Ada empat jenis gangguan bipolar yang umum diderita anak. Keempat gangguan itu adalah gangguan bipolar I, gangguan bipolar II, gangguan siklotimia (sikloptik), dan gangguan bipolar lainnya.

Keempat gangguan bipolar tersebut sama-sama mengalami perubahan mood secara ekstrim. Perubahan mood anak dengan gangguan bipolar terbagi jadi dua, yaitu fase mania dan fase depresi.

Pada fase mania, energi anak terisi penuh sehingga berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan riang dan aktif. Sebaliknya, fase depresi membuat anak memiliki sedikit energi sehingga anak tidak aktif.

Pada beberapa kasus gangguan bipolar, ada anak yang hanya memiliki fase mania saja, atau fase depresi saja. Akan tetapi ada juga anak yang memiliki kedua fase tersebut di dirinya.

Faktor-faktor tumbuh kembang dan gangguan tumbuh kembang adalah dua hal terkait yang tidak bisa dipisahkan. Bila tumbuh kembang Si Kecil tidak sesuai dengan tahapan usianya, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter ahli tumbuh kembang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Semoga Si Kecil tumbuh sehat selalu ya, Bun!

Lihat Artikel Lainnya