Kenali Kondisi Ibu Hamil dan Perkembangan Janin 37 Minggu

Oleh: Morinaga Platinum

7 Desember 2020

Saat usia kehamilan sudah memasuki 37 minggu, pasti rasanya Bunda sudah makin tidak sabar ingin melihat sang buah hati lahir. Sebelum melakukan persiapan persalinan, ada banyak hal yang perlu diketahui tentang perubahan tubuh dan perkembangan janin 37 minggu.

Pada saat ini, usia kehamilan sudah termasuk ke dalam periode kehamilan tua, sehingga alangkah baiknya Bunda menjaga kehamilan dengan lebih hati-hati sebagai persiapan proses melahirkan kelak.

 Baca juga: Ibu Hamil Wajib Tahu Tanda-tanda Melahirkan dalam Waktu Dekat Berikut Ini

Jika bayi tidak kunjung lahir padahal sudah diperkirakan sebelumnya, Bunda sebaiknya tetap tenang karena biasanya hanya 5 persen, bayi lahir tepat pada tanggal yang sudah diperkirakan sebelumnya. Bahkan jika bayi lahir lebih cepat dari tanggal yang telah diperkirakan, Bunda juga enggak perlu khawatir. Mengapa? Karena pada usia kandungan 37 minggu, perkembangan bayi sudah sempurna dan siap lahir ke dunia.

Perkembangan janin 37 minggu

Menginjak usia kandungan 37 minggu, janin dalam perut Bunda mengalami beberapa perubahan. Berikut ini penjelasannya:

  • Bayi mengalami kenaikan berat badan sehingga beratnya kurang lebih 3,25 kg dengan panjang 48,6 cm.
  • Bayi tidak lagi memiliki ruang yang luas untuk bergerak namun ia masih bisa memiliki variasi posisi.
  • Sebagian besar lapisan bulu halus pada bayi rontok dan vernix caseosa (lapisan pada tubuh bayi dalam rahim dan melindungi kulitnya yang tengah berkembang) mulai menghilang, meskipun sebagian masih tetap ada saat lahir. Bersama dengan sekresi lain bayi akan menelan keduanya dan akan tetap berada dalam ususnya sampai lahir. Campuran berwarna kehitaman tersebut, yang disebut mekonium, akan menjadi buang air besar pertamanya.
  • Bayi mulai menghasilkan hormon yang dinamakan cortisone yang membantu mematangkan organ pernapasan.
  • Jika ini merupakan kehamilan pertama Bunda, maka pada usia kandungan 37 minggu umumnya kepala bayi sudah berada di lubang panggul dan disangga oleh tulang panggul. Namun, apabila ini merupakan kehamilan kedua dan seterusnya, kemungkinan kepala bayi belum turun.
  • Sebagian besar bayi sudah memiliki rambut sepanjang kurang lebih 3,5 cm. Namun, ada juga sebagian bayi yang tidak memiliki rambut sedikit pun.

Perubahan pada Bunda saat hamil 37 minggu

Sama seperti janin dalam kandungan, tubuh Bunda juga mengalami beberapa perubahan ketika memasuki usia kehamilan 37 minggu. Beberapa di antaranya seperti:

  • Kulit di bagian perut akan semakin gatal, sebaiknya jangan digaruk dan cukup diusap dengan lotion atau baby oil.
  • Perkembangan janin 37 minggu yang semakin besar menimbulkan stretch mark atau guratan merah di bagian perut. Kondisi ini wajar terjadi saat usia kehamilan tua.
  • Kandung kemih sudah tidak dapat menampung lebih dari beberapa mililiter urine, jadi ada kemungkinan Bunda sering buang air kecil.
  • Bunda akan lebih sering mengalami kram kaki pada malam hari karena kondisi kehamilan yang semakin besar.
  • Bunda juga harus menghindari kebiasaan sembarangan mengangkat benda berat, memindahkan furnitur, atau bahkan memanjat tangga. Ingat bahwa perut yang besar membuat keseimbangan tubuh Bunda berkurang. Jadi, Bunda sebaiknya tetap jaga kondisi tubuh Bunda dan hindari melakukan kegiatan yang justru berbahaya bagi kehamilan saat usia 37 minggu.

 Baca juga: Sering Diabaikan, Ternyata Ini Tanda Kehamilan Terganggu

Risiko dan keluhan kehamilan 37 minggu

Semakin tua usia kehamilan, maka semakin banyak juga risiko dan keluhan yang Bunda alami. Hal ini tentu saja disebabkan oleh perkembangan janin usia 37 minggu yang semakin besar dan siap untuk dilahirkan. Berikut ini beberapa risiko yang kerap terjadi pada usia kandungan 37 minggu:

  • Nyeri punggung dan panggul

Berat badan Si Kecil yang semakin bertambah membuat punggung dan panggul akan terasa lebih nyeri dan pegal. Apabila posisi kepala bayi berada di panggul, Bunda juga akan mengalami perut yang terasa tertekan pada posisi-posisi tertentu. Olahraga ringan seperti yoga sangat disarankan untuk membuat tubuh Bunda terbiasa dengan kondisi perkembangan janin usia 37 minggu yang semakin besar.

  • Keputihan

Pada usia kandungan 37 minggu, volume keputihan juga semakin meningkat, sehingga Bunda perlu memakai lapisan tambahan pakaian dalam untuk menyerapnya. Kondisi ini seringkali membuat Bunda merasa tidak nyaman karena harus ganti pakaian berkali-kali.

  • Sulit tidur

Keluhan ini paling sering dialami ketika usia kehamilan semakin tua. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari perkembangan janin 37 minggu yang semakin besar membuat posisi tidur tidak nyaman, sesak napas, atau perasaan cemas menghadapi persalinan yang seringkali mengganggu Bunda. Cara mengatasinya adalah dengan bergerak lebih banyak seperti olahraga ringan atau jalan santai, agar tubuh Bunda terasa lelah pada malam hari.

  • Muncul bercak darah

Munculnya bercak darah pada usia kehamilan tua wajar terjadi. Bercak darah muncul akibat kondisi rahim yang semakin sensitif, tanda bahwa organ tersebut siap menjalani proses persalinan. Jika pendarahan semakin banyak dan terus menerus, ada baiknya Bunda memeriksakan kondisi ke dokter kandungan.

 Baca juga: Kenali Flek Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Proses persalinan saat usia kandungan 37 minggu

Saat memasuki usia kandungan 37 minggu, Bunda maupun pasangan barangkali sudah mendengar banyak nasihat dan persiapan persalinan. Namun terkadang, Bunda sering merasa resah karena bayi tak kunjung lahir juga. Jika kondisi ini Bunda alami, yang perlu Bunda lakukan dengan pasangan adalah tetap tenang dan berpikir positif. Bunda bisa menghabiskan waktu dengan keluarga atau sahabat supaya Bunda juga tidak menjadi stress.

Mengenal 3 tahapan menjelang persalinan

  • Tahap pertama: dimulai saat leher rahim telah terbuka sampai sekitar 10 cm dengan tanda kontraksi setiap 5 menit sekali. Pada tahap ini sebaiknya Bunda telah menuju ke rumah sakit bersalin.
  • Tahap kedua: leher rahim sudah terbuka 10 cm ke atas sampai bayi Bunda lahir.
  • Tahap ketiga: keluarnya plasenta dari jalan lahir. Tahap ini biasanya dapat memakan waktu 5 sampai 30 menit.

Dalam proses persalinan, ketika Bunda mengejan, kepala bayi terlihat pada lubang vagina, kondisi ini dikenal dengan istilah crowning. Pada momen ini, Bunda Akan merasakan nyeri dan seperti tersengat di area vagina, karena lubang vagina yang terbuka lebar. Jika sudah dalam posisi ini, berhentilah mengejan. Sebab, jika terus mengejan bisa membuat lubang vagina robek sehingga memerlukan episiotomi (sayatan yang dibuat pada perineum (jaringan antara jalur lahir dan anus)).

Rasa nyeri ini hanya berlangsung selama beberapa detik yang nantinya akan diikuti rasa kebas. Hal ini disebabkan peregangan lapisan vagina menjadikan syaraf menjadi terhambat dan menjadi pereda nyeri alami.

Meskipun semua sudah diantisipasi, Bunda tetap perlu bersiap untuk beberapa kondisi yang bisa saja terjadi karena banyak hal, seperti:

  • Operasi caesar: operasi untuk mengeluarkan bayi dengan sayatan di bagian bawah perut.
  • Induksi: tindakan yang Bunda bisa lakukan agar proses persalinan dimulai. Biasanya diterapkan pada keadaan tertentu, seperti bayi yang mempunyai gangguan kesehatan atau jika air ketuban telah pecah lebih dulu.

Satu hal tidak kalah penting saat perkembangan janin 37 minggu adalah kesehatan dan keselamatan Bunda maupun bayi. Jadi selama kehamilan, Bunda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat untuk menambah energi, fosfor, kalsium, vitamin D karena dapat membantu pertumbuhan tulang bayi dan menjaga massa tulang Bunda, asam folat, omega-3, kolin untuk mencegah cacat pada sistem saraf dan bantu perkembangan otak janin, magnesium untuk memperbaiki sel yang rusak, serta zat besi untuk mencegah anemia.

Dengan demikian, perkembangan janin saat usia 37 minggu tetap sehat selama kehamilan. Jadi, selamat menikmati momen kehamilan yang berharga ini, Bun. Salam sehat selalu.

 Baca juga: Berhubungan Intim Saat Usia Kehamilan 9 Bulan, Boleh, Kok!

Milestone Lainnya