Kenali Kolik pada Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Ketika Si Kecil baru lahir, ia memiliki cara sendiri untuk menarik perhatian Ayah, Bunda, atau orang lain di sekitarnya jika ia memerlukan sesuatu yaitu dengan menangis. Namun, seringkali tangisan Si Kecil justru membuat Ayah dan Bunda bingung karena tanpa henti dan histeris. Padahal sepertinya Bunda sudah melakukan banyak cara untuk menenangkannya, misalnya dengan menggendong atau menyusuinya.

Apabila Si Kecil terus menangis dan Bunda tidak menemukan penyebabnya, kemungkinan besar Si Kecil mengalami kolik. Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab serta cara meredakan kolik.

Apa itu kolik?

Kolik infantil atau kolik bayi terjadi pada kurang lebih 20% bayi, tanpa masalah apa pun. Si Kecil akan menangis tanpa bisa ditenangkan. Tangisan bisa berlangsung beberapa menit atau bahkan beberapa jam. Kedua tangan dan tungkai Si Kecil terangkat ke atas perut dengan  tangan mengepal dan wajah kemerahan. Tentunya hal tersebut tidak hanya membuat stres Si Kecil tetapi juga Ayah dan Bunda.

Umumnya, kolik terjadi pada beberapa minggu awal setelah Si Kecil lahir hingga ia berusia 3 sampai 4 bulan. Tangisan umumnya berlangsung kurang lebih tiga jam tanpa henti, di mana hal ini terjadi setidaknya tiga hari dalam seminggu dan berlangsung terus-menerus selama minimal tiga minggu berturut-turut.

Bunda bisa mencurigai Si Kecil mengalami kolik apabila saat menangis ia cenderung mengepalkan tangan, menarik lutut ke arah perut, otot perut kencang, serta melengkungkan punggung. Ia juga terlihat selalu ingin menyusu.

Bisa saja Si Kecil terlihat sering lapar karena sedang dalam masa growth spurt (periode masa pertumbuhan yang cepat), di mana ia membutuhkan makanan lebih banyak dari biasanya. Walau bisa juga hanya ingin mengisap untuk meredakan stresnya.

Penyebab pasti kolik hingga kini masih belum dapat diketahui. Namun ada beberapa teori seputar penyebab kolik misalnya sistem pencernaan Si Kecil yang masih belum matang, sistem saraf yang masih belum sempurna atau Si Kecil terlalu lelah atau terlalu banyak mendapatkan rangsangan.

Ada dugaan juga bahwa kolik disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi ibu menyusui. Menurut pengamatan, Si Kecil cenderung mengalami kolik jika Bunda mengonsumsi susu dan produk turunannya, makanan pedas, kol, brokoli, kembang kol, bawang putih, kafein, dan alkohol.

Oleh karena sebabnya belum diketahui pasti, maka cara mengatasi kolik pun beragam. Secara umum Bunda bisa melakukan hal-hal yang kiranya bisa menenangkan Si Kecil misalnya memijat lembut atau menggendongnya.

Apabila ada dugaan kolik disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi Bunda, cobalah berpantang makanan tersebut selama satu minggu. Jika kolik menghilang, kemungkinan makanan tersebut adalah penyebabnya. Jika demikian, Bunda harus berpantang selama setidaknya tiga bulan, hingga gejala kolik tak lagi muncul.

Pada Si Kecil yang karena satu dan lain hal diberikan susu formula, coba untuk mengganti susunya dengan merek lain, jika gejala menghilang, kemungkinan susu formula pertamalah penyebabnya.

Selain itu, penting untuk selalu mengeluarkan angin dari Si Kecil setiap kali selesai menyusu. Ini bertujuan untuk mengurangi tekanan udara yang kemungkinan tertelan selama proses menyusui.

Para ahli berpendapat walau gejala yang timbul tampak sangat hebat tetapi kolik tidak membahayakan Si Kecil. Meski demikian, apabila Bunda melihat ada gejala yang mencurigakan, segeralah berkonsultasi kepada dokter.

Selain penanganan yang telah disebut di atas, yang paling penting adalah menjaga diri Ayah dan Bunda agar jangan sampai stres menghadapi situasi tersebut.

Milestone Lainnya