Kenali Gejala dan Penanganan Alergi Susu Sapi pada Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Alergi susu sapi di masa pertumbuhan dapat menjadi kondisi yang membingungkan. Si Kecil membutuhkan nutrisi yang terkandung di dalamnya namun, di sisi lain ia mengalami gejala alergi yang tentu membuatnya tidak nyaman. Alergi susu sapi muncul karena sistem kekebalan tubuh Si Kecil memberikan respons tidak normal terhadap kandungan protein dalam susu. Biasanya terjadi karena sistem pertahanan tubuh Si Kecil masih belum sempurna.

Gejala alergi bisa muncul langsung setelah Si Kecil mengonsumsinya, dikenal sebagai reaksi cepat atau bisa juga muncul setelah beberapa jam atau beberapa hari, dikenal sebagai reaksi lambat. Gejala yang muncul umumnya adalah gangguan saluran pencernaan antara lain sakit perut, mual, muntah, sesak napas atau mengi dan diare.

Apabila Si Kecil memerlihatkan gejala alergi susu sapi, segera bawa periksa ke dokter. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, misalnya cek darah, feses, atau tes alergi pada kulit Si Kecil dengan menyuntikkan protein susu dalam jumlah sedikit di bawah permukaan kulitnya.

Bunda tidak perlu panik jika hasil pemeriksaannya positif. Lakukan kiat berikut untuk mengatasi gangguan pencernaan akibat alergi susu sapi pada Si Kecil:

Konsultasi menyeluruh dengan dokter anak

Apabila Si Kecil memiliki alergi susu sapi, biasanya dokter akan menyarankan susu yang terbuat dari isolat protein kedelai yang dilengkapi dengan probiotik Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M16-V serta prebiotik laktulosa agar kesehatan saluran cernanya tetap terjaga. 

Ganti produk susu

Alternatif nutrisi lainnya yang bisa diberikan untuk Si Kecil antara lain susu kedelai, susu beras, atau susu kacang almond karena kaya akan kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan Si Kecil.

Cari sumber lain untuk kebutuhan vitamin dan mineral

Kalsium, protein, vitamin D, dan B12 banyak terkandung dalam susu. Jika Si Kecil  alergi susu sapi, maka Bunda bisa memberikannya makanan pengganti seperti brokoli, bayam, dan kedelai guna memenuhi kebutuhannya. Bunda juga bisa mengajak Si Kecil bermain di luar ruang supaya ia terpapar sinar matahari yang dapat membantunya mendapatkan vitamin D.

Meski Si Kecil didiagnosis memiliki alergi susu sapi, Bunda harus tetap semangat kreatif berusaha memenuhi kebutuhan nutrisinya. Ini harus dilakukan supaya kesehatan dan pertumbuhan Si Kecil tetap bisa berjalan dengan baik.

Milestone Lainnya