Kenali Gaya Belajar Si Kecil Agar Prestasi Cemerlang

Oleh: Morinaga Platinum

7 Desember 2020

Tahukah Bunda bahwa prestasi Si Kecil dipengaruhi oleh banyak faktor? Tak hanya potensi kecerdasan saja yang pegang peranan tetapi juga kematangan, sensori-motorik, kondisi psikologis, metode pengajaran, motivasi internal dan eksternal serta gaya belajar yang cocok untuknya.

Tak jarang kita melihat perbedaan cara atau gaya belajar antara Si Kecil dengan temannya. Mungkin Si Kecil lebih mudah menyerap informasi apabila pelajaran disertai ilustrasi atau gambar dan temannya lebih suka belajar dengan diskusi kelompok. Hal tersebut merupakan tugas Ayah dan Bunda untuk menemukan gaya belajar yang cocok untuk Si Kecil agar ia bisa mendapatkan ilmu dengan maksimal.

“Ada anak yang suka belajar dengan mempraktikkan sesuatu, ada juga yang senang mendengarkan dan gemar membaca. Ada banyak pola pembelajaran dan yang paling tepat dilakukan oleh orang tua adalah mengamati kebiasaan anak untuk tahu pola pembelajaran seperti apa yang cocok dengan anaknya,” jelas Mel Levine, MD, pediatric professor di University of North Carolina Medical School. Ia juga menyarankan agar orang tua mengevaluasi gaya belajar saat Si Kecil memasuki usia 6 atau 7 tahun. Dengan memahami gaya belajarnya, Bunda akan lebih mudah mengeksplorasi kemampuannya.

Secara umum, ada 3 gaya belajar yaitu visual, auditory, dan physical learner (menggabungkan taktil dengan kinestetik). Simak penjelasannya di bawah ini:

Visual (belajar melalui melihat)

  • Si Kecil cenderung senang mengamati ekspresi wajah orang tua atau guru.
  • Si Kecil senang dengan tulisan ataupun gambar.
  • Terlalu banyak gerakan atau aktivitas fisik di kelas dapat menyebabkan konsentrasinya terganggu.

Auditory (belajar melalui pendengaran)

  • Si Kecil senang belajar kelompok atau berpartisipasi dalam diskusi.
  • Si Kecil lebih senang mendengarkan Bunda atau guru membacakan materi pelajarannya. Ia mungkin terlihat sedang asyik bermain, tapi sebenarnya ia mendengarkan dan menyerap informasi yang diberikan.
  • Karena ia lebih suka mendengarkan maka apabila terlalu bising ia akan sulit konsentrasi.
  • Taktil (belajar melalui sentuhan).
  • Lebih suka mencoret, menulis, dan menggambar dalam membantu menyimpan pengetahuan.

Kinestetik (belajar melalui melakukan sesuatu sambil bergerak)

  • Si Kecil sangat aktif, sulit diam, dan senang bergerak.
  • Ia suka menggunakan obyek nyata sebagai alat bantu belajar. Biarkan ia menjelajah dunia fisiknya, belajar sambil bergerak. Misalnya jika Bunda ingin menjelaskan anggota tubuh, biarkan Si Kecil membuat alat bantu belajar, seperti poster, sambil Bunda jelaskan nama-nama dan fungsi anggota tubuh.
  • Senang dengan media seperti balok, kubus, dan material lainnya untuk digunakan dalam belajar memahami pengetahuan.

Nah, sekarang Bunda sudah tahu, kan, macam-macam gaya belajar anak. Mudah-mudahan bisa menjadi panduan belajar yang baik dan memicu prestasi bagus. Kira-kira yang mana gaya belajar Si Kecil di rumah?

Milestone Lainnya