Kenali dan Obati Flek Paru pada Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Penyakit tuberkulosis (TB) disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui saluran napas kemudian berdiam di paru-paru dan berkembang. Tidak semua orang yang terinfeksi kuman ini pasti akan menderita penyakit TB. Hal tersebut bergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Jika bagus, maka bakteri TB tidak akan berkembang.

TB tidak hanya menyerang orang dewasa saja, Si Kecil pun bisa menderitanya. Si Kecil yang terkena TBC kemungkinan besar tidak tertular dari teman sebayanya, melainkan dari orang dewasa yang sudah mengidap penyakit tersebut. Bakteri menyebar ke udara karena penderitanya bersin atau batuk. Faktor risiko TB pada Si Kecil antara lain berusia kurang dari 4 tahun, usia remaja, kondisi lingkungan tidak sehat, hingga adanya kondisi yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh Si Kecil misalnya HIV/AIDS atau gizi buruk.

Penyakit TB sebagian besar terjadi pada paru-paru. TB pada orang dewasa gejalanya lebih mudah dikenali dan didiagnosis, misalnya batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam, penurunan nafsu makan dan berat badan, sesak napas, atau nyeri dada.

Berbeda dengan orang dewasa, gejala TB pada Si Kecil lebih sulit dikenali karena seringkali kurang jelas terutama yang terjadi pada Si Kecil yang berusia di bawah 7 tahun. Gejala TB pada Si Kecil yang paling sering ditemukan adalah batuk dan sesak napas. Selain itu, gejala lain yang cukup sering terjadi adalah berat badan yang kurang sehingga Si Kecil mengalami gizi buruk. Berat badan Si Kecil dengan TB sulit naik, bahkan setelah dilakukan upaya peningkatan berat badan selama beberapa waktu. Kemudian, gejala lainnya yang dapat timbul adalah demam tanpa sebab jelas, pembesaran getah bening pada leher, ketiak, dan selangkangan, serta pembengkakan tulang atau sendi panggul, lutut, juga jari.

Penanganan TB pada Si Kecil

Apabila Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan ke dokter. Tak hanya itu saja, apabila ada anggota keluarga atau pengasuh Si Kecil mengalami TB, sebaiknya bawa Si Kecil ke dokter untuk diperiksa. Dokter akan memeriksa dahak untuk diagnosis TB. Namun, bila sulit dilakukan karena Si Kecil tidak bisa mengeluarkan dahaknya, maka pemeriksaan yang akan dilakukan adalah tes mantoux pada kulit dan foto rontgen dada untuk membantu diagnosis TB. Jika Si Kecil terbukti mengalami TB, maka dokter akan melakukan pengobatan.

Untuk Si Kecil yang baru terinfeksi bakteri TB, akan diberikan obat antibiotik yang harus dikonsumsi setiap hari selama sekitar 9 bulan. Sementara, pada Si Kecil yang mengidap TB aktif akan diberikan pengobatan yang biasanya terdiri atas dua jenis antibiotik atau lebih. Masa konsumsinya adalah 6-18 bulan. 

TB bisa dicegah dengan menjaga kesehatan secara maksimal. Pemenuhan gizi harian Si Kecil sesuai kebutuhan dan juga istirahat yang cukup akan menunjang kesehatannya. Tambahkan juga pemberian nutrisi yang mengandung nukleotida dan laktoferin, keduanya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi.

Milestone Lainnya