Kapankah Si Kecil Harus ke Dokter Jika Diare?

Oleh: Morinaga Platinum

7 November 2019

Diare adalah salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami Si Kecil. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, jumlah insiden diare di Indonesia yang terjadi pada balita adalah 6.7%. Apabila tidak ditangani dengan benar, diare bisa membahayakan dan mengganggu tumbuh kembang Si Kecil. Oleh karena itu, Bunda harus mencermati gejala-gejala yang terjadi pada saat Si Kecil diare.  

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan cairnya feses yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering dibandingkan biasanya (lebih dari tiga kali dalam sehari). Tidak jarang diare terjadi disertai gejala lain seperti demam, mual, muntah, nyeri perut, dan dehidrasi.

Penyebab diare tersering pada Si Kecil ialah infeksi virus. Selain itu, penyebab diare lainnya adalah infeksi bakteri, parasit, malnutrisi, antibiotik, keracunan makanan, alergi makanan, penyakit radang usus, penyakit celiac, dan penyakit Crohn.

Sebagian besar penderita diare sembuh tanpa pengobatan. Pada Si Kecil, diare biasanya berlangsung sekitar 5-7 hari. Jika parah, diare bisa mengakibatkan Si Kecil dehidrasi. Kondisi ini memiliki konsekuensi fatal, terutama jika terjadi pada Si Kecil karena daya tahan tubuhnya masih belum sekuat orang dewasa.

Segera bawa ke dokter, Jika Bunda menemukan gejala-gejala seperti di bawah ini:

  • Usia di bawah 6 bulan
  • Diare lebih dari 3 hari
  • Terlihat lemas
  • Muntah lebih dari dua kali dalam sehari dan tidak ada cairan yang dapat masuk
  • Demam lebih dari 40° C atau demam lebih dari 38 °C untuk Si Kecil berusia di bawah 6 bulan
  • Dehidrasi ringan - sedang (haus terus, tidak BAK dalam 6 jam pada Si Kecil yang masih bayi, tidak BAK dalam 12 jam pada Si Kecil yang lebih besar, mata cekung, tidak aktif, mulut kering)
  • Dehidrasi berat (rewel, mata cekung, tidak keluar air mata saat menangis, tidak mau minum, lemas/tidak sadarkan diri, sedikit atau tidak BAK, BAK berwarna gelap)

Nah, agar Si Kecil bisa terhindar dari diare, lakukanlah langkah – lagkah pencegahan, Bun. Menerapkan kebiasaan sehat seperti mencuci tangan setiap selesai beraktivitas adalah salah satu cara mencegah diare. Risiko diare juga bisa ditekan dengan memberikan Si Kecil nutrisi yang mengandung probiotik Bifidobacterium longum BB536 yang berfungsi untuk meningkatkan penyerapan nutrisi dan mencegah infeksi saluran napas, Bifidobacterium breve M- 16V untuk mencegah diare dan infeksi saluran cerna dan Bifidobacterium infantis M-63 untuk mengurangi gejala alergi dan meningkatkan penyerapan nutrisi serta serat pangan GOS.

Nutrisi yang mengandung probiotik dan serat pangan tersebut akan menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil secara optimal. Bunda bisa menemukan sinergi kedua kandungan tersebut dalam susu pertumbuhan Morinaga Platinum MoriCare Zigma dengan Triple Bifidus.

Selain itu, susu pertumbuhan Morinaga Platinum MoriCare Zigma juga mengandung nutrisi lengkap yang dapat mendukung Faktor Kecerdasan Multitalenta karena kandungan AA dan DHA-nya berperan untuk mempercepat daya tangkap dan kolin untuk memperkuat daya ingat. Terdapat pula, kandungan nukleotida dan zink yang dapat memperkuat daya tahan tubuh, ditambah prebiotik GOS dan probiotik Triple Bifidus untuk meningkatkan fungsi saluran cerna sehingga mempu mendukung Faktor Pertahanan Tubuh Ganda Si Kecil. Kandungannya semakin lengkap dengan adanya vitamin dan mineral berkualitas sehingga mudah diserap tubuh untuk mendukung Faktor Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil.

Nah, sekarang Bunda sudah tahu tanda apa saja yang harus diwaspadai jika Si Kecil diare, kan? Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter bila diare tak kunjung sembuh, ataupun semakin memburuk. Salam sehat selalu untuk Bunda dan Si Kecil. :)

Milestone Lainnya