Kapankah Si Kecil Harus ke Dokter Jika Diare?

Oleh: Morinaga Platinum

Diare adalah salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami Si Kecil. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, jumlah insiden diare di Indonesia yang terjadi pada balita adalah 6.7 persen. Apabila tidak ditangani dengan benar, diare bisa membahayakan. Oleh karena itu, Bunda harus mencermati gejala-gejala yang terjadi pada saat Si Kecil diare.  

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan cairnya feses yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering dibandingkan biasanya (lebih dari tiga kali dalam sehari). Tidak jarang diare terjadi disertai gejala lain seperti demam, mual, muntah, nyeri perut, dan dehidrasi.

Penyebab diare tersering pada Si Kecil ialah infeksi virus. Selain itu, penyebab diare lainnya adalah infeksi bakteri, parasit, malnutrisi, antibiotik, keracunan makanan, alergi makanan, penyakit radang usus, penyakit celiac, dan penyakit Crohn.

Sebagian besar penderita diare sembuh tanpa pengobatan. Pada Si Kecil, diare biasanya berlangsung sekitar 5-7 hari. Jika parah, diare bisa mengakibatkan Si Kecil dehidrasi. Kondisi ini memiliki konsekuensi fatal, terutama jika terjadi pada Si Kecil karena daya tahan tubuhnya masih belum sekuat orang dewasa.

Waspadai gejala-gejala di bawah ini, jika Bunda lihat muncul pada Si Kecil, segera bawa ke dokter:

  • Usia di bawah 6 bulan
  • Diare lebih dari 3 hari
  • Terlihat lemas
  • Muntah lebih dari dua kali dalam sehari dan tidak ada cairan yang dapat masuk
  • Demam lebih dari 40° C atau demam lebih dari 38 °C untuk Si Kecil berusia di bawah 6 bulan
  • Dehidrasi ringan-sedang (haus terus, tidak BAK dalam 6 jam pada Si Kecil yang masih bayi, tidak BAK dalam 12 jam pada Si Kecil yang lebih besar, mata cekung, tidak aktif, mulut kering)
  • Dehidrasi berat (rewel, mata cekung, tidak keluar air mata saat menangis, tidak mau minum, lemas/tidak sadarkan diri, sedikit atau tidak BAK, BAK berwarna gelap)

Terjadinya diare bisa dicegah. Menerapkan kebiasaan sehat seperti mencuci tangan setiap selesai beraktivitas adalah salah satu cara mencegah diare. Risiko diare juga bisa ditekan dengan memberikan Si Kecil nutrisi yang mengandung probiotik Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M16-V serta prebiotik laktulosa. Nutrisi yang mengandung probiotik dan prebiotik tersebut akan menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil. 

Nah, sekarang Bunda sudah tahu tanda apa yang harus diwaspadai jika Si Kecil diare. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter bila diare tak kunjung sembuh, ataupun semakin memburuk.

Milestone Lainnya