Kapan Waktu Tepat untuk Bayi Bisa Berjalan? Kenali Tanda dan Cara Melatihnya

Morinaga Platinum ♦ 10 Sepember 2021

Ketika buah hati memasuki usia bayi bisa berjalan, penting kiranya bagi orang tua untuk meningkatkan perhatian. Sehingga  membantunya dalam mengasah kemampuan motorik, yang tentu berperan besar pada proses tumbuh kembang anak.                                                                    

Bagi Bunda yang menemani tumbuh kembang Si Kecil, tak ada yang lebih membahagiakan ketimbang menyaksikan secara langsung bagaimana perkembangan motorik bayi. 

Melihat buah hati berusaha merangkak, duduk, kemudian menopang diri untuk berjalan –adalah kebahagiaan yang cuma bisa dirasakan para orang tua.

Namun, semua hal itu akan luput dari perhatian jika Bunda tidak mengenali dan tahu bagaimana melatihnya lebih dini, bukan? Untuk itu, simak uraian di bawah agar Bunda lebih mawas terhadap tanda-tanda pertumbuhan Si Kecil.

 

Tahapan Perkembangan Motorik Bayi

Memang, orang tua bunda bisa membantu Anda dalam memahami pertumbuhan anak. Tapi, hal tersebut akan sulit didapatkan jika Bunda tinggal berjauhan dengan orang tua. Apalagi, di masa pandemi seperti ini, tentu akan mempersulit Bunda untuk bertatap muka langsung dengan orang tua, bukan?

Oleh karena itu, untuk meminimalisir kemungkinan buruk, penting kiranya bagi Bunda dan Ayah agar mengetahui bagaimana tahapan perkembangan motorik bayi. 

Tentu Bunda sudah memahami bahwa tahapan perkembangan setiap anak  tidaklah sama. Namun, perlu diketahui pula bahwa terdapat parameter yang digunakan sebagai pedoman dalam memantau pertumbuhan motorik Si Kecil. Antara lain:

  • Umur Bayi Bisa Duduk

Mengutip dari Ristekdikti, perkembangan dua tahun pertama dari kehidupan Si Kecil merupakan momen paling krusial. Pasalnya, buah hati sudah mulai mengembangkan koordinasi serta kekuatan otot-otot pada tubuh. 

Alhasil, selama masa itu, kemampuan buah hati akan terus berkembang. Biasanya, Si Kecil mulai bisa duduk sendiri ketika memasuki usia 7 atau 9 bulan. 

Bunda juga bisa merangsang kemampuan duduk Buah Hati. Ini bisa mulai dilakukan ketika Si Kecil sudah mampu mengangkat kepala serta berbaring telentang. Saat di posisi tersebut, Bunda bisa memegang kedua tangan Si Kecil dengan lembut kemudian menariknya hingga duduk.

Di samping itu, Bunda juga boleh membiasakan Si Kecil untuk duduk di pangkuan sejak usianya memasuki empat bulan. Ketika Buah Hati memasuki usia enam bulan, Bunda pun akan menemukan Si Kecil mulai terbiasa melompat-lompat di pangkuan. 

Jangan panik terlebih dulu. Hal itu merupakan salah satu tanda yang baik dari pertumbuhan kemampuan bayi untuk duduk. Pasalnya, hal itu menandakan otot kaki Si Kecil sudah mulai berkembang. 

Sedangkan untuk menambah stimulus agar bayi bisa duduk sendiri, Bunda boleh meletakkan mainan warna cerah di sekitarnya. Atau, jika Bunda punya waktu senggang, ajak buah hati bermain sesuatu bersama. 

  • Umur Bayi Bisa Merangkak

Saat Si Kecil berusia enam hingga 10 bulan, tandanya anak akan memasuki usia untuk merangkak. Salah satu tahapan perkembangan motorik bayi ini begitu penting bagi Buah Hati. Soalnya bisa melatih otot kaki dan lengan dalam waktu bersamaan. 

Untuk merangsang kemampuan merangkak Si Kecil, Bunda bisa meletakkan mainan kesukaannya di sekitar bayi. Upayakan untuk membeli mainan dengan warna cerah. Karena warna tersebut adalah yang paling mudah menarik perhatian bayi. 

Agar Si Kecil lebih lincah, Bunda bisa meletakkan rintangan di sekitar bayi. Bisa dalam bentuk bantal kecil yang disusun melingkarinya. Sehingga, saat merangkak menuju mainan yang diinginkan, Si Kecil bisa lebih luwes. 

  • Umur Bayi Berdiri dengan Tumpuan

Ketika bayi memasuki usia tujuh hingga 12 bulan, Si Kecil sudah mampu untuk mengangkat tubuhnya sendiri. Namun tetap membutuhkan tumpuan berupa perabotan di sekitar atau bantuan orang di sekitar. 

Meskipun hal tersebut bisa berlangsung secara alami, Bunda juga bisa menstimulus agar Buah Hati lebih cepat untuk berdiri. Yakni dengan meletakkan benda-benda atau mainan favoritnya di atas meja. Letakkan di posisi yang mudah dijangkau, sehingga Si Kecil lebih mudah untuk menjangkau.

Agar Buah Hati bisa lebih aman untuk kembali duduk, Bunda juga perlu mengajarinya langkah demi langkah. Bunda perlu mengarahkannya, mulai dari menekuk lutut saat berdiri, kemudian meletakkan tubuh secara perlahan untuk kembali duduk. 

Di fase ini, Bunda wajib sabar. Soalnya, ini merupakan salah satu langkah paling sulit yang dihadapi bayi. Maka, wajar jika Si Buah Hati kerap bikin kesalahan –misal tanpa menekuk lutut langsung melemparkan badan untuk duduk. 

 

Tanda Bayi Akan Segera Berjalan 

Langkah pertama bayi adalah pengalaman yang paling penting bagi orang tua. Sayang untuk dilewatkan. Meskipun Bunda bisa merekam, tentu lebih bahagia jika menyaksikannya secara langsung, bukan?

Ketimbang menerka kapan Si Kecil bisa berjalan, lebih baik Bunda amati tanda-tanda dari Buah Hati akan segera berjalan. Dan berdasarkan pengamatan para ahli kesehatan, ada empat tanda bayi akan berjalan. Antara lain:

  • Mencari tumpuan untuk berdiri

Si Kecil yang mulai mencari tumpuan untuk berdiri adalah salah satu tanda bahwa dirinya siap untuk berjalan. Fase ini bisa meningkatkan otot bayi dan koordinasi. Dan seiring berjalannya waktu, gerakan yang mirip squat tersebut akhirnya membentuk otot yang benar-benar siap untuk berdiri. 

Bunda bisa mempercepat proses persiapan ini dengan selalu memberi semangat Si Kecil. Selalu dampingi dia dan teriakkan kalimat penyemangat ketika Buah Hati mulai menarik dirinya untuk berdiri. 

  • Mulai menjelajahi lingkungan

Jika suatu waktu Bunda menemukan Si Kecil mulai tersenyum senang kala berdiri pada tumpuan, maka itu adalah tanda paling jelas dari dirinya yang mulai percaya diri untuk berjalan. Tapi, di sisi lain, kondisi tersebut juga disertai peningkatan kewaspadaan Bunda. 

Memang, senyum percaya diri bayi menandakan dirinya yang siap mencoba hal baru. Tak peduli bahwa hal tersebut membahayakan. Hanya saja, Buah Hati juga membutuhkan rasa percaya diri untuk memulai langkah pertama.

Maka, alih-alih Bunda selalu menegur dan membenarkan posisinya, yang justru berdampak buruk pada perkembangan kepercayaan diri, lebih baik awasi dalam jarak aman. Biarkan Si Kecil mengeksplorasi lingkungan. Dengan begitu, Si Kecil akan semakin yakin dan merasa mampu untuk memulai langkah awal.

  • Menangis, Merengek, dan Perubahan Jam Tidur

Mungkin Bunda tidak menyangka bahwa bayi yang rewel serta penambahan jam tidurnya merupakan salah satu tanda bayi akan berjalan. Bagaimanapun, berjalan adalah salah satu titik penting dalam perkembangan motorik bayi. Maka dari itu, sering kali dibarengi dengan perubahan lain yang begitu kentara.

Ketika Buah Hati mulai berjalan, otak dan tubuhnya bekerja dua kali lipat. Sehingga membuat badan cepat lelah. Dan memang, momen ini adalah salah satu momen paling sulit ketika merawat anak. Tapi tetap saja, Bunda harus sabar menghadapinya. Soalnya, fase ini tidak berlangsung lama.

 

Cara Melatih Bayi Agar Cepat Berjalan

Saat Bunda melihat Si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda siap untuk berjalan, pertimbangkan beberapa aktivitas di bawah untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan dirinya. Berikut ini beberapa cara melatih bayi agar cepat berjalan yang bisa Bunda lakukan sendiri maupun bersama suami.

  • Selalu Berikan Pujian

Selalu perhatikan tanda-tanda dari bayi siap untuk berjalan yang ditunjukkan Si Kecil. Kemudian, selalu berikan pujian terhadap setiap aksi atau pencapaian yang Si Kecil lakukan.

Berikan bantuan ketika Buah Hati membutuhkannya. Serta, jangan lupa untuk berikan senyuman paling tulus Bunda ketika Si Buah Hati gagal untuk berdiri atau terjatuh. Dengan begitu, Si Kecil pun merasa bertambah kepercayaan dirinya untuk mengambil langkah pertama.

  • Tenangkan Si Kecil Saat Terjatuh

Jatuh dan terjerembap adalah hal yang wajar saat bayi sedang belajar berjalan. Maka, pastikan Bunda selalu ada menemani saat Si Kecil melatih diri untuk berjalan. Pastikan Bunda selalu siap menenangkannya ketika terjatuh dan menangis.

Di fase ini, ada baiknya Bunda mulai menerapkan Baby Proofing. Ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan agar lingkungan di sekitar Si Kecil aman. Sehingga, Buah Hati pun lebih bebas ketika mengeksplorasi lingkungan, tanpa meningkatkan kewaspadaan Bunda.

  • Buatlah Tantangan

Jika Si Kecil mulai lincah berjalan pada tumpuan, Bunda boleh meningkatkan kesulitan dengan melepaskan pegangan dari tumpuan tersebut. Dengan catatan, lakukan hal ini di lingkungan yang aman. Misal, lapisi lantai dengan permukaan yang empuk, atau jauhkan Si Kecil dari furniture yang memiliki sudut tajam. 

Tantangan perlu diberikan pada Si Kecil agar dirinya makin percaya diri untuk berjalan. Di samping itu, cara melatih bayi agar cepat berjalan ini juga bisa mempercepat proses pertumbuhan. Tapi ingat, senantiasa temani dan awasi Si Kecil ya, Bun. 

  • Ulurkan Tangan Bunda Saat Si Kecil Butuh Bantuan

Memang, Si Kecil butuh kepercayaan diri untuk memulai langkah pertama. Tapi bukan berarti Bunda benar-benar melepaskannya dari bantuan. Bagaimanapun, ada beberapa momen di mana Si Kecil akan membutuhkan bantuan Bunda.

Untuk itu, ketika senggang, jangan ragu untuk memapah Si Kecil mengelilingi ruangan. Selain meningkatkan kemampuan otot kaki, papahan yang Bunda berikan juga membantu Si Kecil untuk semakin yakin dalam berjalan.

 

Penyebab Anak Lambat Berjalan

Bagaimanapun, agar Si Kecil cepat berjalan, Bunda juga perlu menciptakan lingkungan yang aman, positif, dan sehat. Sehingga, tidak ada sesuatu yang menghambat proses tumbuh kembang Buah Hati. 

Oleh karena itu, penting juga bagi Bunda untuk mengenali apa saja penyebab anak lambat berjalan. Sehingga Bunda bisa mencegah hal itu terjadi atau dialami Si Buah Hati. 

Menurut penelitian American Academy of Pediatrics, ada beberapa faktor yang menyebabkan buah hati lambat berjalan. Antara lain:

  1. Bayi lahir prematur
  2. Memiliki penyakit dalam berat
  3. Si Kecil kekurangan asupan nutrisi
  4. Bunda membiasakan Si Kecil berjalan pakai baby walker
  5. Infeksi ketika masa kehamilan yang dialami Bunda
  6. Si Kecil terlalu sering digendong
  7. Buah Hati Anda menderita kelainan fisik bawaan
  8. Terlambatnya kematangan sistem motorik Buah Hati

Lalu, bagaimana jika Si Kecil tidak mengalami salah satu penyebab di atas? Apakah Bunda tetap harus tenang ketika hal itu terjadi tapi anak tetap lambat berjalan? Tentu saja jawabannya adalah tidak. 

Nah, salah satu kunci penting bagi Si Kecil agar tidak terjadi keterlambatan dalam berjalan, maka dibutuhkan asupan nutrisi yang baik dan tepat. Morinaga Platinum MoriCare Triple Bifidus melengkapi kebutuhan nutrisi, mendukung tumbuh kembang, serta membantu menjaga kesehatan Si Kecil secara menyeluruh.

Jika Si Kecil sudah berusia 18 bulan tapi belum menunjukkan tanda-tanda akan berjalan, segera temui Dokter Anak. Harapannya, ketika Si Kecil memasuki usia dua tahun, Bunda sudah bisa sedikit lebih tenang melihatnya mampu berjalan berkat terapi yang dilakukan bersama dokter anak.

Yang pasti, selama usia bayi bisa berjalan masih berlangsung, harap Bunda untuk mengawasi anak semaksimal mungkin. Sehingga, pertumbuhan dan perkembangan Buah Hati bisa lebih optimal. 

Lihat Artikel Lainnya