Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Jenis-jenis Bakteri Baik dan Fungsinya Bagi Kesehatan Tubuh

Morinaga Platinum ♦ 14 Februari 2022

Pada usia tumbuh kembang anak, banyak orang tua merasa khawatir terhadap potensi serangan bakteri penyebab penyakit yang bisa menjangkit Si Kecil. Berbagai upaya pencegahan pun dilakukan, mulai dari membiasakan cuci tangan sebelum makan hingga rutin mengonsumsi buah dan sayuran. Namun, apakah Bunda tahu kalau tidak semua bakteri itu jahat? Ternyata ada juga bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh Si Kecil lho!

Ada banyak jenis bakteri yang hidup di dunia ini, salah satunya yakni jenis probiotik atau bakteri baik yang mampu memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang balita maupun orang dewasa. Bakteri yang menguntungkan dan memiliki banyak manfaat ini umumnya hidup di dalam saluran pencernaan dan membutuhkan asupan “makanan” yang disebut probiotik. Probiotik bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti susu, yogurt, serta sereal. 

Contoh Bakteri Jahat dan Bakteri Baik

Seperti kita ketahui, di dalam tubuh manusia terdapat bakteri baik dan bakteri jahat yang bisa mengganggu kesehatan. Berikut ini merupakan contoh bakteri baik dan bakteri jahat yang perlu Bunda ketahui.

Contoh Bakteri Baik Untuk Kesehatan Si Kecil

Bakteri baik atau prebiotik secara alami bisa ditemukan di dalam tubuh manusia. Namun untuk memperbanyak jumlahnya bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri baik, seperti yogurt, tempe, kimchi, susu, hingga kombucha atau teh jamur. Berikut merupakan contoh bakteri baik yang bisa ditemukan pada makanan.

1. Streptococcus thermophilus

Streptococcus thermophilus adalah salah satu jenis bakteri baik yang relatif mudah ditemukan pada makanan sehari-hari. Pasalnya, banyak produsen olahan makanan maupun minuman berbahan dasar susu yang menggunakan Streptococcus thermophilus sebagai bahan campuran. 

Adapun, manfaat utama dari bakteri Streptococcus thermophilus sendiri yakni bisa membantu menurunkan asam lambung serta mencegah intoleransi laktosa dengan cara menghasilkan enzim laktase. 

2. Bifidobacterium bifidum 

Dilansir dari laman Kemenkes, setidaknya ada 30 jenis Bifidobacterium yang sudah teridentifikasi, salah satunya adalah Bifidobacterium bifidum di mana pada tahun 2011 bakteri ini diklaim mampu mencegah eksim pada bayi bila dikonsumsi bersama L. acidophilus serta membantu meredakan gejala irritable bowel syndrome (IBS). Perlu diketahui bahwa IBS merupakan sindrom pada usus besar dengan gejala diare, kembung, serta konstipasi.

Selain itu, Bifidobacterium bifidum juga dimanfaatkan untuk memperkuat fungsi imun karena bisa membantu kerja sel darah putih ketika kondisi tubuh sedang terserang penyakit.

3. Bifidobacterium infantis

Berdasarkan hasil penelitian dalam jurnal Gut Microbes, Bifidobacterium infantis merupakan jenis bakteri baik yang memiliki potensi untuk meredakan gejala peradangan pada usus besar serta penyakit kulit psoriasis.

Sebagai mikroba dengan jumlah paling banyak di dalam usus, Bifidobacterium infantis sejak dari dulu juga diklaim mampu mengurangi gejala IBS (irritable bowel syndrome) seperti perut kembung dan sakit perut.

4. Bifidobacterium animalis 

Satu lagi bakteri baik yang bisa membantu kesehatan sistem pencernaan adalah Bifidobacterium animalis. Prebiotik ini bertugas untuk melawan bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan. 

5. Bifidobacterium lactis

Bifidobacterium lactis tidak hanya bermanfaat untuk menyehatkan pencernaan Si Kecil. Akan tetapi, juga berperan dalam mengendalikan kadar kolesterol sehingga kesehatan jantung Si Kecil tetap terjaga.

Jenis mikroba yang satu ini bisa ditemukan dalam produk fermentasi sayuran. Bifidobacterium lactis hidup dalam jumlah besar di usus besar manusia, serta sangat potensial sebagai probiotik karena tahan terhadap asam lambung dan garam empedu.

6. Lactobacillus rhamnosus

Lactobacillus rhamnosus merupakan bakteri baik yang bermanfaat untuk mencegah infeksi gusi, mengatasi gejala gangguan pencernaan, dan menjaga kesehatan usus. Selain itu, Lactobacillus rhamnosus juga dapat mengatasi diare pada anak. Di era modern seperti sekarang, Lactobacillus rhamnosus banyak dimanfaatkan untuk mengatasi diare yang sering kali dialami oleh para wisatawan atau turis.

7. Lactobacillus acidophilus

Jenis bakteri Lactobacillus acidophilus bisa kita temukan pada beberapa produk kedelai yang sudah difermentasikan serta yoghurt. Lactobacillus acidophilus juga bisa berperan dalam mencegah dan menangani diare yang dialami anak-anak maupun orang dewasa.

8. Lactobacillus salivarius

Jika dibandingkan dengan jenis bakteri lainnya, Lactobacillus salivarius merupakan salah satu mikroba yang muncul paling awal di dalam usus dan rongga mulut tepat setelah Si Kecil lahir. Terlepas dari itu, bakteri yang bisa ditemukan dalam produk fermentasi ini berperan dalam membantu menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori yang merupakan bakteri pemicu tukak lambung.

9. Lactobacillus plantarum

Lactobacillus plantarum atau bisa juga ditulis L. plantarum adalah bakteri baik yang berguna untuk menghambat pertumbuhan mikroba penyebab perut kembung. Bakteri bermanfaat yang juga bisa membantu sistem pertahanan imun ini juga kerap kali dimanfaatkan untuk membuat acar sayur atau biang roti oleh para pedagang.

Contoh Bakteri Jahat Untuk Kesehatan Si Kecil

Tanpa sadar bakteri jahat bisa masuk ke tubuh Si Kecil, baik lewat makanan maupun paparan lainnya. Berikut merupakan jenis bakteri jahat yang paling sering menginfeksi tubuh dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan Si Kecil.

1. Staphylococcus

Staphylococcus adalah bakteri yang bisa menyebabkan dampak buruk jika sudah berhasil masuk ke dalam tubuh, terutama bagian jantung dan sendi. Staphylococcus bisa menyebabkan bisul, infeksi kulit dan infeksi sendi. 

2. Listeria dan Bacilli

Contoh bakteri jahat lainnya adalah Listeria dan Bacilli. Listeria pada umumnya menjangkit Si Kecil melalui makanan seperti daging atau keju yang telah terkontaminasi. Sementara itu, bakteri Bacillus atau Basil banyak ditemukan di air dan tanah, sebelum kemudian dibawa oleh serangga pembawa bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada anak. Dampak negatif dari bakteri jahat Bacilli antara lain meliputi keracunan makanan dan infeksi luka pada kulit yang terbuka.

3. Clostridia

Clostridia adalah jenis bakteri jahat yang juga bisa ditemukan di dalam tanah, tubuh hewan serta vegetasi yang sudah membusuk. Dampak negatif dari Clostridia yang paling umum adalah infeksi gastroenteritis akibat dari Clostridium perfringens. Adapun infeksi bisa terjadi melalui penggunaan antibiotik, luka, atau makanan yang sebelumnya telah terinfeksi dan masuk ke dalam tubuh.

4.Escherichia Coli

Bunda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama bakteri Escherichia Coli atau E.Coli. Bakteri yang bisa menjadi penyebab dibalik gangguan pencernaan ini biasanya menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau tidak dimasak dengan benar. Contohnya berasal dari ikan mentah, sayuran mentah, atau minuman dingin dengan es dari air mentah.

Fungsi Bakteri Baik Dalam Tubuh

Bakteri baik dalam usus pertama kali muncul di dalam tubuh dari sejak anak dilahirkan. Seiring berjalannya waktu, bakteri mengalami pertumbuhan dari mulai terdiversifikasi dalam beberapa spesies dan fungsi. 

Adapun fungsi bakteri baik di dalam tubuh manusia antara lain, bisa membantu mengatur kekebalan tubuh Si Kecil sehingga ia tidak mudah sakit, membantu mencerna ASI yang notabene merupakan salah satu sumber nutrisi, sebagai pencerna serat yang menghasilkan asam lemak rantai pendek, serta membantu untuk mengontrol kesehatan otak.

Selain berbagai fungsi di atas, bakteri di dalam tubuh juga memiliki fungsi lain, mulai dari berperan dalam mengurai makanan di saluran pencernaan (usus kecil) yang tidak bisa dihancurkan oleh lambung, membantu melawan mikroorganisme yang merugikan, menjaga keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat, dan juga membantu memproduksi vitamin B dan vitamin K.

Itulah beberapa contoh bakteri baik dan bakteri jahat yang bisa berkembang di dalam tubuh manusia. Agar bisa mendapatkan manfaat dari bakteri baik, Bunda bisa menambahkan berbagai macam makanan sehat, seperti yogurt, tempe, kimchi, atau susu ke dalam menu sehari-hari Si Kecil.

Lihat Artikel Lainnya