Jangan Anggap remeh Diare pada Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Diare adalah salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh Si Kecil. Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan pengeluaran feses cair dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya. Umumnya, diare disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit.

World Health Organization (WHO) melansir bahwa diare menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian Si Kecil usia balita dan membunuh sekitar 780.000 anak setiap tahunnya. Sebagian besar kematian disebabkan oleh kekurangan cairan atau dehidrasi berat.

Saat mengalami diare, tubuh akan kehilangan cairan. Apabila cairan yang hilang tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, maka hal ini bisa berujung pada dehidrasi bahkan dehidrasi berat. Risiko dehidrasi berat adalah menimbulkan stres pada jantung dan paru juga terjadinya syok yang dapat berakibat fatal.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Bunda harus mewaspadai tanda-tanda dehidrasi berikut ini:

  • Dehidrasi ringan sering kali tidak menunjukkan gejala bermakna
  • Dehidrasi sedang: Si Kecil akan terlihat haus, lemas, rewel, mata cekung, mulut kering, berkuranganya elastisitas kulit, BAK berkurang, tidak BAK dalam 6 jam pada bayi, dan tidak BAK dalam 12 jam pada Si Kecil yang berusia lebih besar.
  • Dehidrasi berat: gejala semakin parah, mengantuk/tidak sadarkan diri, tidak BAK atau BAK sedikit sekali dan berwarna gelap, gejala syok (ujung jari tangan dan kaki dingin, nadi lemah dan cepat, tekanan darah rendah atau tidak terdeteksi, napas cepat, pucat).

Saat dehidrasi, cairan tubuh yang hilang harus segera digantikan. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan larutan rehidrasi oral (oralit) atau melalui jalur intravena.

Cegah terjadinya dehidrasi dengan terus memberikan banyak cairan. Selain itu, Bunda bisa memberikan larutan gula-garam atau oralit untuk menggantikan elektrolit yang hilang.                                                              

Diare sangat berkaitan dengan kebersihan diri dan lingkungan. Infeksi ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Pencegahannya sangat mudah, biasakan mengonsumsi makanan atau minuman yang bersih serta menerapkan kebiasaan sehat yaitu mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas dengan menggunakan sabun.

Pencegahan diare juga bisa dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil. Berikanlah nutrisi yang mengandung Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M16-V dan prebiotik laktulosa (makanan untuk bakteri baik) yang bisa membantu meningkatkan populasi bakteri baik dalam saluran cerna.

Milestone Lainnya