Jaga Si Kecil dari Flu dan Batuk dengan Cara Mudah

Oleh: Morinaga Platinum

Bertambahnya usia Si Kecil berarti aktivitasnya pun semakin banyak. Untuk menunjang beragam aktivitasnya, Si Kecil membutuhkan tubuh yang sehat dan kuat. Agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas serta tidak mudah jatuh sakit, Si Kecil memerlukan asupan makanan dengan nutrisi tepat. Tak hanya itu, ia pun harus memiliki kebiasaan-kebiasaan baik yang tanpa disangka turut andil dalam menjaga kesehatannya. Penasaran, kan, nutrisi dan kebiasaan baik apa yang harus dimiliki Si Kecil agar kesehatannya tetap prima? Simak pembahasannya berikut ini.

Tentunya kesehatan Si Kecil erat kaitannya dengan asupan makanan bergizi yang harus dipenuhi setiap harinya. Makanan yang tepat gizi tak hanya akan membuat Si Kecil sehat tetapi juga mendukung proses tumbuh kembangnya, termasuk di dalamnya perkembangan otak atau kecerdasannya.

Nukleotida

Setiap sel di dalam tubuh kita memiliki komponen organik yang berfungsi untuk membangun struktur dan menjalankan fungsi sel tubuh tersebut. Salah satu komponen tersebut adalah nukleotida. Beberapa contoh nukleotida dalah DNA, RNA, ATP, NTP, Coenzim A, dan lain-lain.

Fungsi utama nukleotida adalah untuk menyimpan informasi genetis. Selain itu, nukleotida bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melindungi saluran pencernaan dari infeksi, dan membantu proses pertumbuhan. Jadi apabila tubuh kekurangan nukleotida, dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan dan penyakit dalam tubuh.

Tubuh anak sedang berada dalam tumbuh kembang yang pesat, sehingga membutuhkan jumlah nukleotida yang lebih banyak dalam waktu singkat. Sering kali dalam tahap ini, nukleotida yang dihasilkan tubuh tidak dapat memenuhi kebutuhan harian, sehingga diperlukan sumber dari makanan.

Bahan makanan apa, ya, yang kayak nukleotida? Ayah dan Bunda dapat menyajikan makanan berbahan dasar daging sapi, ayam, ikan, udang, dan roti. Masukkan ke dalam menu harian Si Kecil agar kebutuhannya terpenuhi.

Laktoferin

Laktoferin adalah protein pengikat zat besi yang memiliki berbagai fungsi, seperti antimikroba, anti-inflamasi, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Laktoferin juga dapat menurunkan keganasan kuman yang menyerang usus Si Kecil, sehingga ia lebih jarang terkena penyakit saluran cerna.

Protein ini terdapat baik di dalam ASI maupun susu sapi. Namun kolostrum – ASI yang keluar pertama kali – mengandung kadar laktoferin paling tinggi, sekitar tujuh kali lipat dari ASI yang biasa. Oleh karena itu, kolostrum sangatlah penting bagi pembentukan kekebalan tubuh anak dari infeksi virus, bakteri, dan jamur.

Selain harus memerhatikan nutrisi, Bunda dapat membiasakan perilaku baik dan menyehatkan pada Si Kecil. Kebiasaan ini nantinya akan berguna untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Berikut kebiasaan baik yang harus dimiliki Si Kecil agar terhindari dari sakit:

  • Jaga kebersihan tangan. Rutin mencuci tangan dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit pernapasan dan saluran cerna. Biasakan Si Kecil mencuci tangan tiap kali selesai makan, pulang dari sekolah atau pulang bepergian. Durasi cuci tangan yang dianjurkan oleh WHO adalah selama 40-60 detik. Untuk Si Kecil yang masih bingung akan hitungan waktu, Bunda bisa ajarkan ia mencuci tangan sambil menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” sebanyak dua kali.
  • Tubuh harus bergerak aktif, setiap hari. “Penelitian memerlihatkan bahwa aktivitas fisik dalam bentuk olahraga ringan yang dilakukan rutin tiap hari dapat mengurangi risiko terjangkit flu sebanyak 25-50 persen. Olahraga adalah obat terbaik,” jelas Harley A. Rotbart, M.D, penulis buku Germ Proof Your Kids: The Complete Guide to Protecting (Without Overprotecting) Your Family from Infections.
  • Cukup istirahat. Pastikan Si Kecil mendapatkan cukup tidur. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena flu hingga dua kali lipat, jelas Dr. Rotbart lebih lanjut.
  • Hindari sering memegang wajah. Virus flu masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mata, dan mulut jadi biasakan agar Si Kecil tidak sering memegang area tersebut. Ini juga alasan mengapa kebiasaan cuci tangan setelah beraktivitas sangat penting. Ingatkan juga agar Si Kecil tidak berbagi minuman atau makanan serta bertukar pakai sikat gigi dengan siapa pun.

Jadi, selain harus mengonsumsi makanan bergizi, ternyata kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari harus diterapkan juga agar kesehatan Si Kecil tetap terjaga. Pembiasaan ini mungkin akan sulit dilakukan di awal tetapi ia akan cepat beradaptasi dan ini adalah investasi yang tepat untuk kesehatannya.

Milestone Lainnya