Ini Dia Mitos Seputar Keguguran yang Harus Bunda Ketahui

Oleh: Morinaga Platinum

9 Februari 2020

Keguguran adalah suatu hal yang sangat menakutkan bagi ibu hamil. Kesehatan dan keselamatan Bunda dan janin memang di atas segalanya. Keguguran dipicu oleh banyak faktor terkait keadaan Bunda dan lingkungan sekitar Bunda. Keguguran dapat ditandai dengan keluarnya darah dari vagina, serta nyeri atau kram perut dan punggung bagian bawah berapa pun usia janin. Jika hal ini terjadi sebaiknya Bunda segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Terkadang informasi yang beredar di masyarakat tentang keguguran kadang harus dipertanyakan kebenarannya atau disebut mitos. Bukan berarti Bunda menelan mentah-mentah semua informasi tentang keguguran. Nah, berikut ini mitos-mitos seputar keguguran yang harus diluruskan. Simak ya, Bunda.

  1. Mitos: jika Bunda pernah keguguran, maka tidak akan bisa hamil lagi

Menurut Jane Frederick, MD, salah satu Spesialis Fertilitas di Orange County mengatakan bahwa jika kehamilan pertama mengalami keguguran, bukan berarti Bunda melipatgandakan risiko keguguran di kehamilan kedua. Artinya Bunda masih bisa hamil lagi karena risiko keguguran tetap bergantung penyebabnya. Tapi, jika Bunda sudah mengalami dua kali keguguran sebaiknya berkonsultasi dengan spesialis kesuburan. Bunda ajak Ayah juga untuk cek kondisi kesehatannya ya.

  1. Mitos: bercak darah atau pendarahan saat hamil berarti Bunda mengalami keguguran

Pendarahan vagina umum terjadi pada usia janin trimester pertama dan dialami oleh 20%-40% ibu hamil, kata seorang ahli Obstetri dan Ginekologi dari Columbia University Medical Center, Brian Levine. Bahkan, pendarahan yang berkepanjangan kerap terjadi selama kehamilan yang sehat. Cek selalu kondisi Bunda saat bercak darah ini muncul, ya.

  1. Mitos: Bunda harus menunggu 3 bulan setelah keguguran untuk mencoba hamil lagi

Brian Levine mengumumkan sebuah studi yang mengatakan Bunda bisa lho hamil lagi meskipun baru 1 bulan setelah keguguran. Tapi, pastikan dulu ke dokter bahwa Bunda benar-benar memiliki nilai tes hCG (Human Chorionic Gonadotropin) turun menjadi nol sebelum mencoba hamil lagi. Dengan berkembangnya teknologi kesehatan, nilai hCG bisa menurun dalam 1 bulan. Namun, ingat kembali kondisi Bunda setelah mengalami kuretase (pembersihan dinding rahim dengan kuret). Apakah kondisi tubuh Bunda sudah benar-benar siap hamil kembali?

  1. Mitos: keguguran tidak bisa dicegah

Meskipun memang sebagian besar penyebabnya di luar kendali Bunda, ada hal-hal yang masih bisa mencegah keguguran. Misalnya merokok atau terkena asap rokok. Lalu, Bunda juga bisa menghindari minuman yang mengandung alkohol dan kafein. Dengan menghindarinya, Bunda bisa mencegah risiko datangnya keguguran.

Jadi, jika Bunda mendengar informasi dari orang lain, pastikan dulu kebenarannya, ya. Dengan mengetahui penyebab dan tanda-tanda keguguran diharapkan Bunda bisa menepis pandangan keliru mengenai keguguran. Bepergian dengan pesawat, bekerja, atau berhubungan seks di usia janin yang masih muda juga kadang tidak ada hubungannya dengan keguguran lho, Bun.

Terkadang keguguran juga dipicu dengan adanya penyakit kronis, autoimun, infeksi, gangguan hormon, kelainan rahim, obat-obatan yang dikonsumsi, dan kelainan pada rahim. Selain itu usia Bunda saat hamil juga meningkatkan risiko keguguran. Hamil usia muda dan terlalu tua juga bisa membahayakan kondisi Bunda dan janin.

Jaga terus kesehatan Bunda selama hamil agar Si Kecil lahir dengan selamat ya, Bun.

Milestone Lainnya