Hubungan Intim Menjelang Kelahiran Itu Perlu! Ini Alasannya

Morinaga Platinum ♦ 14 November 2019

Secara umum, seks memang berdampak positif bagi tubuh, baik secara fisik maupun psikis. Namun yang harus Bunda ketahui, ternyata seks saat hamil juga memiliki manfaat yang lebih, apalagi bila dilakukan saat menjelang kelahiran. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa melakukan hubungan intim saat hamil khususnya pada bulan-bulan akhir seperti bulan kedelapan dan kesembilan dapat membantu membuka jalan bagi bayi, sehingga dapat memperlancar proses persalinan. Untuk itulah, Bunda diharapkan dapat mempertimbangkan melakukan hubungan intim saat kehamilan menjelang kelahiran, karena manfaatnya sangat besar bagi proses persalinan.

Saat hamil, berhubungan intim memang agak merepotkan, apalagi jika mengingat perubahan tubuh Bunda yang kini memiliki gerak yang terbatas. Tapi dengan mempertimbangkan manfaatnya untuk persalinan, banyak wanita yang kemudian tertarik untuk mencobanya. Bukan tanpa alasan mengapa banyak wanita melakukan seks saat hamil tua. Alasannya, semata-mata untuk membantu proses persalinan agar lebih cepat dan lancar.

Hal ini disebabkan pada saat melakukan hubungan intim, tubuh seseorang akan banyak melepas hormon. Hormon-hormon seperti hormon endorphin, oksitosin, dan juga DHEA dilepaskan lewat bagian yang bernama bagian hipofisis. Nah, hormon oksitosin sendiri merupakan hormon yang berguna mendorong pengerahan serat-serat otot yang banyak digunakan saat terjadi kontraksi.

Lalu bagaimana dengan hormon lainnya? Yang Bunda perlu tahu, hormon seperti endorphin adalah satu jenis hormon yang berguna untuk membuat tubuh menjadi lebih rileks, sehingga pikiran Bunda bisa tetap tenang dan tidak tegang walaupun proses persalinan sudah semakin dekat. Sedangkan hormon DHEA merupakan hormon yang sangat bermanfaat untuk memperkuat tulang dan juga otot. Hal ini bermanfaat untuk menguatkan otot dan tulang saat proses persalinan nanti.

Kehamilan delapan bulan bisa menjadi titik awal Bunda untuk semakin meningkatkan hubungan intim dengan suami. Kalau Bunda sedikit merasa takut untuk melakukannya pada kehamilan menjelang kelahiran, maka Bunda bisa mengurangi aktivitas seks secara bertahap pada kehamilan sembilan bulan. Namun yang perlu diingat, jangan berhenti sepenuhnya karena hubungan yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya tentu tidak akan mendatangkan manfaat spesifik bagi kelancaran persalinan Bunda.

Pada saat proses persalinan dimulai, hormon yang ada di tubuh Bunda akan mulai tidak seimbang, khususnya hormon-hormon seperti progesteron dan juga estrogen. Dan inilah yang menyebabkan hormon oksitosin banyak dikeluarkan oleh tubuh Bunda, yang kemudian menimbulkan kontraksi dalam bentuk Braxton Hicks yang menjadi kekuatan yang mendominasi pada saat persalinan.

Kontraksi ini bisa dikatakan terasa seperti kontraksi yang orang rasakan pada saat berhubungan intim, karena hormon yang dilepaskan sama persis seperti hormon yang Bunda keluarkan pada proses persalinan. Jadi, sekarang Bunda sudah tahu kan kalau seks saat kehamilan menjelang kelahiran tidak berbahaya dan justru bermanfaat.

Lihat Artikel Lainnya