Hitung Usia Kehamilan dengan Kalender Kehamilan

Oleh: Morinaga Platinum

7 Desember 2020

Memantau usia kehamilan merupakan hal yang penting dilakukan selama masa kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan bayi selama masa kehamilan. Selain itu, memantau berat badan ibu dari waktu ke waktu juga diperlukan untuk mengetahui kesehatan dan asupan nutrisi yang dikonsumsi selama masa kehamilan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kalkulator kehamilan atau kalender kehamilan.

Kalender kehamilan adalah salah satu cara untuk mengetahui informasi tentang kehamilan yang sedang dijalani. Dalam kalender kehamilan ini, Bunda dapat memantau usia kandungan dan juga mendapatkan referensi berat badan ibu yang normal selama masa kehamilan. Tak hanya itu, dengan mengetahui usia kehamilan, Bunda juga dapat memprediksi hari lahir Si Kecil sehingga Bunda dapat melakukan persiapanpersalinan dengan lebih matang.

Manfaat kalender kehamilan

Mempersiapkan kehamilan wajib dilakukan sedini mungkin bagi ibu hamil agar Bunda dan Si Kecil selalu sehat sampai hari kelahiran nanti. Selain makan-makanan yang bergizi, sebaiknya Bunda juga mencari tahu berbagai informasi seputar kehamilan, salah satunya adalah dengan menggunakan kalender kehamilan. Tak hanya menyediakan berbagai informasi seputar kehamilan, kalender kehamilan juga memiliki banyak manfaat lainnya, seperti:

·         Menghitung usia kehamilan

Biasanya masa kehamilan adalah 38 minggu dihitung dari masa pembuahan. Namun , tidak semua Bunda menyadari proses pembuahan yang terjadi dalam tubuhnya sehingga masa pembuahan bisa dihitung dari hari pertama haid terakhir. Jika Bunda sudah positif hamil, kalender kehamilan ini akan membantu Bunda menentukan usia kehamilan yang sedang Bunda jalani.

·         Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Penggunaan kalender kehamilan tak hanya dapat menghitung usia kehamilan, namun bisa digunakan untuk mengetahui kapan bayi lahir. Jika Bunda sudah mengetahui hari perkiraan lahir bayi, tentu persalinan akan dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

·         Membantu memperkirakan kenaikan berat badan yang normal

Kalender kehamilan atau kalkulator kehamilan juga dapat membantu Bunda memperkirakan kenaikan berat badan normal selama masa kehamilan. Ketika hamil biasanya Bunda akan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 1-2 kilogram pada tiga bulan pertama dan 0,5 kilogram setiap minggu berikutnya.

·         Mengetahui berat badan bayi sesuai usia kandungan

Selain mengetahui referensi berat badan normal Bunda selama kehamilan, dengan menggunakan kalender kehamilan Bunda juga dapat mengetahui berat badan bayi yang sesuai usia kandungan. Nah, dengan mengetahui berat badan bayi, Bunda pun akan dapat dengan mudah menyesuaikan asupan dan nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan bayi selama masa kehamilan.

·         Mengetahui kapan akhir dan awal trimester

Bagi ibu hamil kehamilan akan membawa perubahan yang besar pada suasana hati maupun perubahan fisik. Gejala yang dirasakan tentu akan berbeda di tiap trimesternya. Dengan mengetahui kapan awal dan akhir trimester kehamilan, Bunda dapat mempersiapkan perubahan-perubahan yang selanjutnya terjadi pada masa kehamilan berikutnya.

Baca juga: Ketahui Hal Ini Saat Kehamilan Bunda Memasuki Usia Trimester Dua dan Tiga

Cara menghitung usia kehamilan

Menghitung usia kehamilan penting dilakukan untuk memudahkan Bunda memantau perkembangan kehamilan. Selain itu, Bunda juga dapat memprediksi Hari Perkiraan Lahir (HPL) sehingga Bunda dapat mempersiapkan segala kebutuhan menjelang persalinan. Berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk menghitung usia kehamilan:

·         Menggunakan kalkulator kehamilan online

Cara paling mudah menghitung usia kehamilan adalah dengan menggunakan kalkulator kehamilan online. Bunda hanya perlu memasukkan tanggal, bulan dan tahun hari pertama haid terakhir (HPHT) dan juga siklus haid Bunda. Kalkulator online ini akan secara otomatis menghitung usia kehamilan Bunda.

·         Hitungan kalender (Rumus Naegele)

Sebelum Bunda menghitung usia kehamilan dengan cara ini, Bunda perlu tahu siklus haid Bunda. Menghitung usia kehamilan dengan rumus Naegele diperuntukkan bagi Bunda yang memiliki siklus haid teratur seperti setiap 28 hari atau 20 hari. Hal yang pertama Bunda perlu lakukan adalah mengetahui hari pertama haid terakhir Bunda (HPHT).

Caranya adalah:

Tanggal HPHT ditambah 7 (+7)

Bulan HPHT ditambah 9 (+9)

Tahun HPHT tetap

Contoh:

HPHT 20 Januari 2020

Tanggal HPHT 20+7=27

Bulan HPHT 1+9=10

Tahun HPHT 2020

Maka hari perkiraan lahir adalah 27 Oktober 2020.

Untuk usia kehamilan, cukup dengan menambahkan HPHT Bunda. Misalkan HPHT 16 Agustus 2020, maka bulan pertama kehamilan adalah 16 September 2020.

·         Sistem fundus uteri

Fundus uteri biasanya disebut juga sebagai puncak rahim. Puncak rahim biasanya akan meninggi seiring perkembangan janin. Menghitung usia kehamilan dengan cara fundus uteri dilakukan dengan cara meraba puncak rahim yang terasa menonjol pada bagian perut. Hitung jaraknya dari tulang kemaluan hingga puncak rahim. Jika jaraknya adalah 17 cm, maka usia kehamilan tersebut adalah 17 minggu.

·         Deteksi gerakan janin

Cara menghitung usia kehamilan secara manual lainnya adalah dengan mendeteksi gerakan janin. Namun cara ini tidak 100 persen akurat. Caranya adalah dengan merasakan gerakan janin. Jika Bunda merasa bahwa janin sudah mulai bergerak maka diperkirakan usianya kehamilan berkisar 18-20 minggu. Cara ini hanya berlaku bagi Bunda yang baru pertama kali hamil. Jika Bunda sudah pernah hamil dan bisa merasakan gerakan janin, maka usia kehamilan diperkirakan berkisar antara 16-18 minggu.

Baca juga: Penting! Begini Cara Menghitung Gerakan Janin Jelang Persalinan

·         Rumus  4

Cara menghitung usia kehamilan secara manual berikutnya adalah dengan rumus 4. Rumusnya yaitu:

Umur kehamilan {(Tanggal sekarang-HPHT) x (4)}

Contoh:

  • Sekarang tanggal 22 September 2019 (22-8-2019)
  • HPHT 15 Juli 2019 (16-6-2019)

Maka:

  • (tanggal-tanggal), (bulan-bulan) x 4
  • (22-16) (8-6) x 47 hari 2 bulan x 4
  • Kemudian yang dikalikan hanya bulannya saja menjadi:
  • 2 x 4(2 x 4)+(2 x )
  • 8 + 0.7
  • 7 minggu

Hasil tersebut lalu ditambahkan dengan 7 hari dalam minggu berarti 1 minggu. Maka usia kehamilan 9.7 minggu atau hampir 10 minggu. Perlu diketahui bahwa rumus ini tidak 100 persen akurat, namun bisa dijadikan patokan sebagai persiapan kelahiran nantinya.

Walaupun menghitung usia kehamlian dapat dilakukan secara mandiri, namun sebaiknya Bunda juga melakukan konsultasi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga Bunda bisa mendapatkan informasi seputar usia kehamilan secara lebih akurat.

Semoga infomasinya bermanfaat, Bun!

Milestone Lainnya