Haruskah Khawatir Ketika Kurva Pertumbuhan Si Kecil Terlambat?

Oleh: Morinaga Platinum

Kurva atau tabel pertumbuhan Si Kecil memberikan gambaran besar mengenai pertumbuhan fisiknya. Perbandingan ukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala, memudahkan Bunda melihat apakah Si Kecil tumbuh sesuai dengan usia anak pada umumnya. Tapi, butuh dipahami bahwa Bunda tidak perlu terlalu terpaku pada angka yang tertera. Apabila Si Kecil tumbuh dalam laju pertumbuhan yang stabil serta perkembangannya normal, Bunda tidak perlu khawatir.

Pertumbuhan (growth) adalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Bisa diukur dengan satuan berat, panjang, dan lingkar kepala. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan fungsi organ atau individu. Kedua proses terjadi secara bersamaan dan saling terkait satu dengan lainnya, hanya saja kecepatan pencapaian yang berbeda-beda.

Proses tumbuh kembang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor genetik, dan lingkungan. Faktor lingkungan terdiri atas status nutrisi, kondisi sosioekonomi, psikososial, hingga ada atau tidaknya penyakit yang diderita. Secara umum, Si Kecil dengan berat badan lahir di atas 1500 gram tidak mengalami kesulitan tumbuh kembang nantinya. Tentunya hal tersebut di luar faktor eksternal di atas.

Lantas, haruskah Bunda khawatir jika kurva pertumbuhan Si Kecil sedikit terlambat? Bunda perlu khawatir apabila terdapat perubahan persentil pertumbuhan yang signifikan, misalnya jika selama ini Si Kecil konsisten berada di persentil 50 untuk berat badan, kemudian turun ke 15, maka dokter perlu melakukan evaluasi untuk mencari adakah alasan medis yang menjadi penyebab.

Penurunan persentil pertumbuhan bisa diakibatkan oleh penyakit ringan atau perubahan pola makan. Jika hal itu terjadi, dokter akan memantau perkembangan Si Kecil hingga ia kembali sehat. Apabila Si Kecil belum pernah sakit tetapi pertumbuhannya melambat, sementara tinggi badannya bertambah, mungkin Bunda akan disarankan dokter untuk meningkatkan jumlah asupan makanan atau susu.

Apabila perawakan Si Kecil pendek sementara Ayah dan Bunda relatif tinggi, atau apabila Si Kecil sangat kurus sedangkan Ayah dan Bunda termasuk termasuk berukuran rata-rata atau lebih besar, maka perlu dipastikan bahwa tidak ada masalah dengan pertumbuhannya (seperti kekurangan hormon atau masalah genetik).

Sebaliknya, apabila Si Kecil selalu berada di atas 5 persen, pertumbuhannya perlu diawasi, mungkin dokter akan memastikan agar ia tidak menjadi obesitas.

Untuk ukuran kepala bayi, jika jauh lebih kecil daripada rata-rata, dokter akan memastikan bahwa otaknya tumbuh dan berkembang normal karena pertumbuhan otak Si Kecil tercermin dalam ukuran tengkoraknya. Sebaliknya, jika lingkar kepalanya jauh lebih besar dari rata-rata, yang perlu dievaluasi adalah apakah ia memiliki kondisi yang disebut hidrosefalus (kelebihan cairan di otak) atau tidak.

Pemantauan tidak hanya dilakukan pada angka pertumbuhan saja tetapi juga mencakup pada respons Ayah dan Bunda terhadap gangguan makan Si Kecil. Gangguan pertumbuhan dan makan dapat memicu stres serta memengaruhi hubungan dalam keluarga.

Untuk memastikan proses tumbuh kembang Si Kecil berjalan optimal, pastikan Bunda memberikan asupan nutrisi seimbang terbaik serta stimulasi yang tepat sesuai usia Si Kecil. Jika perlu, berikan susu pertumbuhan yang mengandung vitamin dan mineral, seperti kolin, DHA, vitamin D, dan kalsium, guna menunjang perkembangan fungsi otak serta menjaga kesehatan tubuh Si Kecil.

Milestone Lainnya