Gigi Sehat dan Kuat, Bekal Tumbuh Kembang Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Gigi berlubang adalah salah satu masalah yang sering dialami oleh balita. Penyebabnya bervariasi, di antaranya adalah mengonsumsi makanan dan minuman manis serta kurang menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Ayah dan Bunda sebaiknya mengenalkan gaya hidup sehat sejak dini pada Si Kecil, termasuk di dalamnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Aktivitas ini harus dilakukan dengan disiplin, konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, Si Kecil bisa memiliki gigi yang sehat dan kuat, sehingga menunjang tumbuh kembang optimalnya.

Makanan dan Minuman Manis, Musuh Gigi

Kesehatan gigi dan mulut Si Kecil erat kaitannya dengan jenis makanan yang ia konsumsi dan seberapa sering makanan tersebut dikonsumsi.  Kerusakan gigi adalah hasil dari infeksi yang disebabkan bakteri di dalam mulut yang menggunakan gula yang terkandung di dalam makanan atau minuman untuk memproduksi asam. Seiring waktu, asam tersebut dapat mengikis email dan membuat rongga di gigi.

Jadi, sebisa mungkin hindari memberikan makanan atau minuman manis pada Si Kecil. Kue, biskuit, jeli, minuman bersoda, dan permen adalah contoh dari makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari. Untuk gantinya, Bunda bisa memberikan buah-buahan sebagai camilan sehat serta air putih dan sari buah alami tanpa gula untuk Si Kecil.

Lakukan Hal Berikut Untuk Gigi Sehat dan Kuat

Konsumsi makanan bergizi

Agar giginya sehat dan kuat, Si Kecil harus mendapat cukup asupan makanan yang kaya vitamin, kalsium, dan protein. Bunda bisa berikan Si Kecil daging sapi, daging ayam, ikan, produk susu, sayuran berdaun hijau tua, dan buah-buahan. Jangan lupa juga untuk memerhatikan asupan vitamin dan mineralnya. Kalsium, vitamin D, dan fosfor adalah zat gizi utama yang diperlukan untuk gigi yang sehat dan kuat. Vitamin dan mineral tersebut dapat diperoleh dari makanan seperti susu, mentega, keju, yogurt, brokoli, tahu, tempe, kedelai, ikan, dan telur.

Menyikat Gigi

Jangan salah, ya, Ayah dan Bunda. Kebiasaan menjaga kebersihan mulut sudah bisa dilakukan sebelum gigi pertama Si Kecil tumbuh. Untuk bayi, bisa gunakan kasa bersih yang sudah diberi air matang. Kemudian, saat giginya mulai tumbuh, tingkatkan kebiasaan tersebut menjadi kegiatan menyikat gigi. Ceritakan kepada Si Kecil pentingnya menyikat gigi dan apa akibatnya jika ia tidak rajin menyikat gigi. Untuk anak usia 2-6 tahun, Ayah dan Bunda bisa tambahkan pasta gigi mengandung fluoride. Ukuran pasta gigi untuk tiap kali sikat gigi cukup sebesar kacang polong.

Dokter Gigi

Kunjungan rutin ke dokter gigi sangatlah penting untuk memastikan agar gigi Si Kecil tetap sehat, kuat, dan bebas lubang. Karena sering kali, menyikat gigi saja tidaklah cukup bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang gemar mengonsumsi makanan dan minuman yang manis.

Bagaimana Ayah dan Bunda? Tidak sulit, kan? Gigi yang sehat dan kuat dibutuhkan Si Kecil dalam menunjang masuknya nutrisi bergizi ke dalam tubuh. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta mulut Si Kecil termasuk dalam investasi masa depannya. Jangan sampai lalai dilakukan, ya.

Milestone Lainnya