Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Gangguan Kognitif: Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Morinaga Platinum ♦ 25 Februari 2022

Setiap orang tua pasti mendambakan anaknya dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Akan tetapi, bagaimana jika Si Kecil mengalami gangguan kognitif?

Gangguan kognitif merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Biasanya, anak yang mengalami gangguan tersebut akan memiliki daya ingat yang rendah, sulit untuk memahami sesuatu, dan kemampuan belajar yang tidak baik.

Baca juga: Beragam Jenis dan Manfaat Alat Permainan Edukatif

Kategori Gangguan Kognitif

Ternyata, gangguan kognitif yang dapat mengganggu kemampuan berpikir anak-anak terbagi ke dalam beberapa macam kategori, yaitu:

Demensia

Demensia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan menurunnya dua fungsi otak, seperti menurunnya daya ingat dan cara berpikir. Selain itu, kondisi ini juga merusak sel-sel saraf otak sehingga membuat fungsi nalar dan psikologis anak menjadi berubah.

Gejala anak yang mengalami demensia adalah mudah lupa, kurangnya keterampilan dalam bersosialisasi, dan terganggunya kemampuan berpikir.

Kondisi ini dapat ditangani dengan memberikan alat permainan edukatif kepada Si Kecil, seperti puzzle, balok, kartu, dan lainnya. Permainan tersebut dapat merangsang otak anak agar daya ingatnya dapat meningkat.

Keterlambatan Tumbuh Kembang

Apabila Si Kecil mengalami gangguan perkembangan kognitif, maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terhambat. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan terganggu atau terjedanya perkembangan belajar anak. Contoh dari keterlambatan tumbuh kembang adalah autisme.

Delirium

Delirium merupakan suatu kondisi yang dimana kesadaran penderita akan menurun dengan gejala yang tidak khas. Umumnya gangguan ini bersifat akut dan berfluktuatif. Biasanya anak yang mengalami delirium dapat terlihat sedang mengigau atau melamun.

Pada umumnya, seorang anak akan menderita delirium akibat kekurangan nutrisi, kekurangan cairan, kurang tidur, ataupun mengalami stress berat. Sementara itu, anak yang mengalami kondisi ini akan mengalami perubahan mental yang dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Perubahan mental ini dapat hilang atau timbul sepanjang harinya.

Amnesia

Amnesia atau hilang ingatan merupakan suatu gangguan yang dapat menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat fakta, informasi, atau kejadian yang pernah dialaminya. Gangguan daya ingat ini dapat terjadi sementara atau permanen.

Biasanya, anak yang mengalami amnesia akan kehilangan ingatan tentang masa lalunya atau sulit untuk mengingat hal-hal baru, misalnya seperti sulit untuk mengingat huruf vokal (a, i, u, e, o) atau sulit untuk mengingat benda di sekitarnya.

Penyebab Gangguan Kognitif

Gangguan perkembangan kognitif tidak serta merta terjadi begitu saja, tetapi ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Berikut adalah penyebabnya:

Cedera Otak

Cedera otak merupakan semua cedera terkait otak yang dapat mempengaruhi seseorang, baik secara fisik, emosional, dan sikap. Biasanya permasalahan ini dapat terjadi secara tiba-tiba. Penderita cedera otak umumnya akan sulit untuk mengingat informasi tertentu, dan bahkan kehilangan sebagian memorinya.

Efek Samping dari Pengobatan Tertentu

Dalam beberapa kasus, gangguan perkembangan kognitif dapat terjadi pada seseorang yang menjalani pengobatan tertentu, seperti treatment kemoterapi atau radiasi. Efek samping dari pengobatan tersebut adalah buruknya kemampuan mengingat, perhatian, dan menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi.

Penyebab yang Tidak Diketahui

Banyak masalah kognitif yang tidak memiliki suatu penyebab yang pasti. Bahkan, belum ada penelitian yang menemukan jawabannya. Pada kasus Alzheimer, banyak studi yang menunjukkan bahwa penumpukan deposit plak berkontribusi terhadap perkembangan kondisi ini. Akan tetapi, masih belum jelas bagaimana plak bisa berkembang.

Tanda Gangguan Kognitif pada Anak

Sejumlah tanda-tanda gangguan perkembangan kognitif pada anak berikut perlu dikenali dan diketahui oleh Bunda agar bisa mencari solusi terbaik. Berikut ini adalah tanda-tanda gangguan kognitif pada anak yang harus diwaspadai:

Sulit Fokus

Pada umumnya, anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan kognitif akan sulit untuk fokus atau memperhatikan bahkan dalam waktu yang cenderung singkat. Selain itu, hal ini juga akan membuat Si Kecil menjadi sulit untuk belajar dengan baik.

Tidak Bisa Duduk dengan Tenang

Biasanya anak balita memiliki rentang konsentrasi yang pendek dan mereka akan cenderung tak pandai diam. Akan tetapi, terdapat kemungkinan Si Kecil mengalami gangguan perkembangan kognitif, karena anak yang tidak bisa duduk dengan tenang akan sulit untuk mencerna informasi yang diberikan kepadanya dan ia cenderung ingin melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya.

Kemampuan Mengingat Buruk

Salah satu tanda gangguan perkembangan kognitif pada anak adalah lemahnya kemampuan mengingat Si Kecil akan banyak hal. Buruknya kemampuan mengingat ini akan membuat Si Kecil kesulitan dalam mengingat pelajaran yang telah diajarkan.

Kemampuan Mengikuti Instruksi Ringan yang Lemah

Tanda berikutnya adalah sulit mengikuti instruksi ringan serta kemampuan mendengarkan yang lemah. Misalnya, Bunda meminta Si Kecil untuk membuang sampah, tetapi perlu waktu yang lama bagi Si Kecil untuk mencerna instruksi yang diberikan oleh Bunda.

Jika demikian, bisa jadi Si Kecil mengalami gangguan perkembangan kognitif, sehingga Bunda perlu melakukan sejumlah tes untuk memastikan bahwa kualitas pendengaran Si Kecil normal atau ada masalah.

Bermasalah dengan Konsep Abstrak

Anak dengan gangguan perkembangan kognitif juga akan kesulitan dalam menyelesaikan konsep abstrak. Hal ini memiliki kaitan dengan kemampuan mengingat yang rendah dan daya imajinasi anak yang mungkin terbatas.

Sulit untuk Membuat Rencana atau Prioritas

Gangguan perkembangan kognitif anak akan menyebabkan Si Kecil kesulitan untuk merencanakan banyak hal atau membuat prioritas di dalam hidupnya. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi masa depan Si Kecil nantinya.

Keterlambatan Berbicara

Si Kecil dengan gangguan perkembangan kognitif akan mengalami keterlambatan berbicara. Biasanya keterlambatan ini akan menghambat segala hal yang berkaitan dengan produksi kata dan bahasanya, serta mengganggu kemampuan membaca dan menulisnya.

Biasanya hal ini dapat terjadi apabila Si Kecil terus menerus diberikan gadget sebagai mainannya, sehingga kemampuan bersosialisasinya berkurang dan bahkan Si Kecil cenderung menjadi seorang yang individualis.

Keterlambatan Perkembangan

Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Biasanya perkembangan ini akan berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan. Dengan demikian, Bunda perlu mendukung perkembangan Si Kecil agar ia dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Jika ada beberapa tahapan tersebut terlewati, kemungkinan Si Kecil akan mengalami gangguan perkembangan kognitif.

Timbulnya Kebiasaan Kurang Baik

Biasanya, anak dengan gangguan perkembangan kognitif akan melakukan kebiasaan kurang baik untuk mengurangi stress mereka. Misalnya saja dengan mengisap jempol, menggigit kuku, menyakiti dirinya sendiri, dan lain-lain.

Pola Tidur Terganggu

Bunda perlu untuk memperhatikan pola tidur Si Kecil, karena pola tidur memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembangnya. Umumnya, pola tidur anak yang memiliki gangguan perkembangan kognitif akan terganggu.

Sering Merasa Cemas

Rasa cemas tak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Namun, apabila Si Kecil sering merasa cemas hingga mengganggu segala aktivitasnya dan bahkan hubungan sosialnya, maka kemungkinan ia mengalami gangguan perkembangan kognitif.

Cara Mengobati Gangguan Kognitif

Gejala atau tanda yang dialami oleh setiap anak yang menderita gangguan kognitif akan berbeda-beda. Oleh sebab itu, penanganan yang dilakukan juga berbeda. Beberapa cara mengobati gangguan perkembangan kognitif yang umum dilakukan adalah:

Terapi

Terapi yang dapat dilakukan untuk mengobati gangguan perkembangan kognitif adalah terapi perilaku dan okupasi. Terapi perilaku merupakan pengobatan yang dilakukan untuk mengubah perilaku negatif yang dapat membahayakan diri sendiri.

Sementara okupasi merupakan perawatan khusus untuk seseorang yang mengalami gangguan kesehatan tertentu agar bisa mendapatkan harapan positif. Terapi ini dilakukan agar Si Kecil dapat menjalankan kehidupannya senormal dan semandiri mungkin.

Mengonsumsi Obat

Mengonsumsi obat tertentu, seperti obat penenang, dapat membuat suasana hati penderita gangguan perkembangan kognitif menjadi lebih baik, bahkan kestabilan emosinya terjaga. Biasanya, penderita akan memiliki kecemasan yang sangat tinggi, sehingga dibutuhkan obat untuk menenangkannya.

Konseling

Konseling merupakan tindakan awal untuk mengetahui apakah Si Kecil mengalami gangguan perkembangan kognitif atau tidak. Bunda dapat konseling bersama psikolog ataupun psikiater untuk mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk menyembuhkan Si Kecil.

Baca juga: Asupan Tepat, Hasilkan Generasi Platinum yang Cerdas

Selain beberapa hal di atas, gangguan kognitif juga dapat disebabkan oleh malnutrisi. Malnutrisi atau kekurangan nutrisi pada awal kehidupan dapat meningkatkan risiko infeksi, mortalitas, dan morbiditas bersamaan dengan penurunan perkembangan mental dan kognitif. Oleh sebab itu, Bunda harus mencukupi kebutuhan nutrisi Si Kecil agar ia dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Bunda dapat memberikan Susu Pertumbuhan Morinaga Platinum kepada Si Kecil untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Morinaga Platinum mendukung Faktor Kecerdasan Multitalenta, Pertahanan Tubuh Ganda, dan Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil.

Demikianlah kategori, penyebab, dan cara untuk mengobati gangguan kognitif yang biasanya terjadi pada anak. Apabila Bunda menemukan tanda-tanda gangguan tersebut pada Si Kecil, maka segeralah mencari dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat, ya Bun!

Lihat Artikel Lainnya