Efektifkah Pola Asuh Ayah dan Bunda? Temukan Jawabannya di Sini!

Oleh: Morinaga Platinum

Dalam membentuk karakter Si Kecil, pola asuh memegang peran yang sangat vital. Dengan pola asuh yang tepat, Si Kecil bisa berkembang dengan optimal. Namun, seringkali banyak Ayah dan Bunda tidak menyadari mereka melakukan kesalahan saat menerapkan pola asuhnya. Sebabnya beragam, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan Ayah dan Bunda mengenai pola asuh.

Lalu, pola asuh seperti apa yang tidak efektif diterapkan pada Si Kecil? Simak jawabannya berikut ini:

Pola asuh otoriter

Ayah dan Bunda yang menerapkan pola asuh ini menganggap bahwa semua peraturan yang dijalankan dalam keluarga adalah untuk kebaikan Si Kecil. Oleh karena itu, Si Kecil dilindungi secara berlebihan. Hal ini tidak memberikan Si Kecil kesempatan untuk belajar menghadapi kesulitan, maka akan berdampak buruk baginya. Umumnya, Si Kecil yang dibesarkan dengan pola asuh ini kurang bisa mengendalikan emosi, kurang percaya diri, pemalu, tidak mandiri, dan lainnya.

Pola asuh penolakan

Pada tipe pola asuh ini, Ayah dan Bunda cenderung tidak ingin terlalu terlibat atau cuek. Hasilnya, Si Kecil bisa tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri, karena merasa tidak berharga dan akan mengalami kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Pola asuh permisif

Pola asuh yang bertolak belakang dengan pola asuh otoriter. Dalam pola asuh ini, Si Kecil terlalu bebas dan sebagian besar keinginannya dipenuhi oleh Ayah dan Bunda. Penerapan pola asuh ini dilakukan karena Ayah dan Bunda menganggap ini merupakan bentuk kasih sayang. Pola asuh permisif akan membuat Si Kecil cenderung terus menuntut haknya, egois, kurang sopan, dan lainnya.

Pola asuh Ayah dan Bunda yang berbeda

Ayah dan Bunda belum mencapai kesepakatan mengenai pola asuh yang akan diterapkan sehingga dalam keluarga ada aturan yang berbeda-beda. Ini akan membuat Si Kecil bingung harus mengikuti aturan yang mana. Biasanya akan berakhir pada Si Kecil akan berpihak pada salah satu orangtua yang sering mengikuti kemauannya.

Pola asuh karena ambisi Ayah dan Bunda

Siapa, sih, yang tidak ingin Si Kecilnya sukses? Terkadang hal tersebut justru membuat Ayah dan Bunda terlalu berambisi terhadap cita-cita Si Kecil, sehingga tidak mendengarkan keinginannya. Umumnya, ini akan membuat Si Kecil cenderung tidak semangat sekolah dan memengaruhi prestasinya.

Pola asuh membandingkan anak

Ayah dan Bunda sering membandingkan prestasi antara anak yang satu dengan yang lain. Dampaknya akan muncul pada anak yang tidak berprestasi karena ia akan tumbuh menjadi pribadi yang minder karena selalu dibandingkan dengan saudaranya.

Pola asuh hadiah

Pola asuh dengan hadiah yang dimaksud adalah jika Ayah dan Bunda menggunakan hadiah yang bersifat materi atau suatu janji ketika mengajarkan Si Kecil berperilaku seperti yang diinginkan. Ini hanya akan membuat Si Kecil berperilaku baik hanya jika mendapatkan hadiah.

Memilih pola asuh yang tepat sangat menentukan pembentukan karakter Si Kecil. Cara apa pun yang Ayah dan Bunda pilih tentu harus disesuaikan kembali dengan masing-masing kepribadian Si Kecil.

Milestone Lainnya