Kiat Jitu Didik Si Bungsu Agar Tumbuh Mandiri

Morinaga Platinum ♦ 1 Maret 2017

Bunda pasti sering mendengar bermacam ungkapan mengenai urutan lahir dalam keluarga. Sebut saja Si Sulung biasanya bertanggung jawab, Si Tengah kurang perhatian, Si Bungsu terlalu dimanja. Kemudian ada juga yang bilang sulung itu memimpin, tengah negosiator, bungsu periang dan pandai bergaul. Apakah ungkapan-ungkapan tersebut benar?

Perlu diingat bahwa anak adalah individu mandiri yang memiliki keunikan tersendiri. Tiap anak punya karakter fisik dan karakter kepribadian yang berbeda satu sama lain. Tanpa ada hubungannya dengan urutan lahir, karakter Si Kecil akan terbentuk dari usia 3-10 tahun. Karakter ini berkembang dan dipengaruhi beragam faktor antara lain pola didik dan pola asuh serta peran lembaga pendidikan. Ini artinya belum tentu Si Bungsu tumbuh menjadi pribadi yang manja, Bun.

Sekarang, yuk kita bahas faktor apa saja yang berperan dalam pembentukan karakter Si Kecil, termasuk Si Bungsu :

Pola didik dan asuh keluarga

Tentu saja kepribadian Si Kecil dibentuk pertama kalinya dalam keluarga. Jadi, apabila keluarga memiliki pola asuh permisif (memberi perhatian tetapi longgar dalam tuntutan), akan membuat Si Kecil tumbuh manja dan tidak bertanggung jawab karena keinginannya sering dituruti. Sebaliknya, jika diasuh secara otoriter (sangat menuntut tapi kurang memberikan perhatian), Si Kecil dapat tumbuh menjadi pribadi yang penakut dan tidak memiliki inspirasi. Idealnya, pola asuh dijalani dengan demokratis, yakni ketika Ayah dan Bunda menuntut namun sekaligus memberi perhatian pada kebutuhan Si Kecil.

Peran lembaga pendidikan

Tempat Si Kecil mendapat bimbingan berikutnya adalah lembaga pendidikan. Di sini, karakter Si Kecil dibentuk dalam berbagai aspek. Pembentukan karakter ini semestinya dilakukan dengan cara seimbang, namun seringkali ada satu aspek yang ditekankan, sementara aspek lainnya terabaikan. Misalnya penekanan berlebihan pada aspek kognitif, tetapi mengabaikan pembentukan karakter. Ini bisa membentuk Si Kecil menjadi pribadi yang mungkin berhasil secara kognitif tetapi kurang karakter positif. Jadi, pastikan Bunda memilih sekolah yang kurikulumnya sudah sesuai dengan pola didik dan asuh yang diyakini keluarga.

Kiat Mendidik Si Bungsu

Lalu, bagaimana cara mendidik Si Bungsu agar tidak tumbuh manja? Berikut kiat-kiat yang bisa Bunda terapkan agar Si Kecil tumbuh mandiri dan berkarakter baik:

Pastikan Ayah dan Bunda sepaham

Seringkali terjadi kasus di mana Ayah dan Bunda terbagi menjadi dua kubu yaitu good cop dan bad cop. Ayah berkata “ya”, sementara Bunda berkata “tidak”, atau sebaliknya. Hal ini harus dihindari agar Si Kecil tidak berkecenderungan manja pada satu pihak. Sepakati dulu pola asuh seperti apa yang ingin diterapkan dalam keluarga. 

Ciptakan komunikasi yang baik

Dalam membina hubungan yang baik dengan Si Kecil dibutuhkan komunikasi yang lancar. Pastikan Ayah dan Bunda meluangkan waktu untuk mengobrol dengan Si Kecil. Selain ia dapat membuka diri, hal ini juga bisa mencegahnya menjadi manja karena merasa kurang perhatian.

Jangan selalu turuti Si Kecil

Terlalu sering memberikan bantuan saat Si Kecil membutuhkannya akan membuatnya bergantung bahkan manja. Terapkan aturan-aturan sederhana yang harus dipatuhi oleh Si Kecil. Biarkan ia bertanggung jawab atas perilakunya. Menyayangi Si Kecil bukan berarti Bunda harus menuruti semua keinginannya.

Tanpa melihat urutan lahirnya dalam keluarga, Si Kecil memiliki keunikan dan kemampuan sendiri. Bentuk karakternya dengan baik agar ia tumbuh menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab.

Agar lebih terasah, Bunda dan Ayah dapat memberikan stimulasi yang optimal pada kecerdasan moral Si Kecil. Yuk, identifikasi kecerdasan majemuknya di situs Morinaga Multiple Intelligence Play Plan.

Lihat Artikel Lainnya