Cukup Tidur: Kunci Penting Tumbuh Kembang Si Kecil

Oleh: Morinaga Platinum

Proses tumbuh kembang Si Kecil sangat ditunjang oleh nutrisi dan stimulasi agar berlangsung optimal. Namun, ternyata tak hanya kedua hal tersebut saja yang dibutuhkan. Mendapatkan tidur yang cukup baik dari segi durasi maupun kualitas sama pentingnya dengan kebutuhan Si Kecil akan makanan bergizi.

Simak beberapa manfaat tidur bagi Si Kecil di bawah ini:

Tidur menunjang proses pertumbuhan

Menurut Judith Owens, M.D, director of sleep medicine di Children’s National Medical Center Washington DC, hormon pertumbuhan diproduksi saat Si Kecil terlelap tidur. Hasil penelitian sekelompok ilmuwan Italia juga memerlihatkan bahwa anak-anak yang memiliki kondisi kekurangan hormon pertumbuhan ternyata tidak mendapatkan waktu tidur berkualitas yang dibutuhkan. Hal ini dilansir oleh situs Parents.com.

Tidur menjaga kesehatan jantung Si Kecil

Para ahli terus mendapatkan bukti bahwa tidur dapat menjaga jantung anak-anak dari kerusakan pembuluh darah sebagai akibat dari sirkulasi hormon stres. “Otak dari anak-anak yang memiliki gangguan tidur ternyata mengalami banyak lonjakan aktivitas yang dapat memicu pelepasan hormon stres,” jelas Jeffren y Durmer, MD, PhD, sleep specialist di Atlanta, Amerika Serikat. “Kadar gula darah dan hormon kortisol mereka mencapai angka tinggi di malam hari. Kedua hal tersebut dikenal berkaitan dengan penyakit diabetes, obesitas, bahkan penyakit jantung,” tambahnya lagi.

Tidur cukup mengurangi risiko kelebihan berat badan

Saat perut sudah kenyang, tubuh melepaskan hormon leptin yang akan memberikan sinyal agar kita berhenti makan. Kekurangan tidur dapat berdampak negatif pada hormon leptin, sehingga anak-anak yang kurang tidur akan sulit berhenti makan. “Seiring waktu berjalan, anak-anak yang tidak mendapat cukup tidur akan berisiko menjadi obesitas,” ujar Dorit Karen, MD, pediatric endocrinologist dan sleep researcher di University of Chicago.

Kurang tidur yang terjadi terus-menerus juga berpengaruh pada emosi Si Kecil, yakni menjadi mudah tersinggung, terlalu aktif dan tidak dapat berkonsentrasi dengan baik sehingga mengalami kesulitan belajar. Sering kali gejala ini dikelirukan dengan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) ringan.

Lantas, apa yang harus dilakukan orangtua jika Si Kecil mengalami gangguan tidur? Lakukan beberapa kiat berikut ini:

  • Buat dan terapkan pola tidur yang sama setiap hari. Untuk akhir minggu atau hari libur, waktu bangun pagi sebaiknya jangan terlalu berbeda dengan hari biasa. Usahakan hanya beda 1-1.5 jam saja.
  • Ciptakan rutinitas yang bisa membuat Si Kecil rileks sebelum tidur. Misalnya mandi air hangat atau bacakan buku cerita.
  • Pastikan suhu ruangan nyaman untuk Si Kecil tidur dan matikan lampu
  • Hindari menaruh TV atau gawai (gadget) di kamar tidur. Jika sudah telanjur, pastikan semua gawai sudah dimatikan satu jam sebelum waktu tidur.

Tentunya dengan penjabaran di atas, Ayah dan Bunda semakin menyadari pentingnya tidur pada proses tumbuh kembang Si Kecil. Apabila kiat-kiat sudah diterapkan namun gangguan tidur tetap muncul, Ayah dan Bunda bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih tepat.

Milestone Lainnya