Catat Bunda! Jam Tidur yang Ideal untuk anak Sesuai Usianya

Oleh: Morinaga Platinum

7 Oktober 2021

Siapa sih Bunda yang tidak ingin melihat anaknya tumbuh secara optimal dan sehat? Setiap orang tua pasti menginginkan hal tersebut. Untuk dapat melihat hal tersebut, Bunda sebagai orang tua perlu memperhatikan perkembangan anak, seperti apakah kebutuhan gizi dan nutrisi sudah terpenuhi atau belum. Namun, selain nutrisi, salah satu kebutuhan yang turut mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah kebutuhan tidur yang cukup. Dengan jam tidur yang teratur diharapkan anak dapat tumbuh secara optimal sesuai dengan usianya.

Layaknya orang dewasa, anak balita juga memiliki jam tidur yang harus terpenuhi agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga. Sayangnya, masih banyak orang tua yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang jam tidur anak yang benar. Untuk itu, tidak ada salahnya buat Ayah dan Bunda menyimak jadwal jam tidur anak yang tepat berikut ini.

 

Pentingnya Tidur Cukup

Sama seperti makan, tidur adalah kebutuhan manusia yang harus terpenuhi. Bahkan, manusia menghabiskan sepertiga hidupnya hanya untuk tidur. Terlebih balita yang notabene memerlukan waktu tidur yang lebih banyak dari orang dewasa. Menurut Judith Owens, M.D., direktur pengobatan tidur di Children's National Medical Center di Washington, D.C. tidur yang terjadwal dan teratur memiliki banyak manfaat bagi Si Kecil. Diantaranya, mengoptimalkan pertumbuhan Si Kecil, menyehatkan jantung, menjaga berat badan ideal, membantu tubuh melawan kuman, hingga mengurangi resiko terjadinya cedera.

Waktu tidur yang cukup dapat mendukung proses tumbuh kembang anak. Hal ini karena hormon pertumbuhan diproduksi saat tubuh dalam kondisi terlelap. Tidak hanya itu, Owens juga menyebut bahwa anak yang memiliki waktu tidur yang berkualitas dapat terhindar dari attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) yang akan membuat anak menjadi susah fokus, impulsif, dan hiperaktif.

Dampak lain bila anak kurang tidur atau memiliki waktu tidur yang tidak mencukupi yaitu anak beresiko menderita obesitas atau kelebihan berat badan. Mengapa? Dorit Koren, M.D., seorang ahli endokrinologi anak dan peneliti tidur di University of Chicago, mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena fungsi hormon Leptin atau hormon yang mengatur selera makan, terganggu.

 

Waktu Tidur Anak Sesuai Tahapan Usia

Mengutip dari panduan yang diterbitkan oleh American Academy of Sleep Medicine dengan judul "Recommended Amount of Sleep for Pediatric Populations", anak balita mempunyai jam tidur yang berbeda-beda tergantung pada tahapan usianya.

Bayi Usia 1-4 Minggu

Bayi yang baru lahir hingga mencapai usia 4 minggu umumnya memiliki waktu tidur antara 15 sampai 16 jam per hari (termasuk tidur siang). Meski memiliki waktu tidur yang cukup panjang, namun durasi tidur bayi pada usia ini bisa dibilang cukup singkat yaitu dua hingga empat jam. Dibanding bayi lahir normal, bayi yang lahir secara prematur atau belum cukup bulan cenderung memiliki waktu tidur lebih lama. Pada usia ini umumnya bayi tidak mempunyai pola tidur yang bergantung dengan siklus siang dan malam hari.

Usia 1-4 Bulan

Menginjak usia 6 bulan pola tidur pada bayi sudah mulai terlihat. Umumnya, bayi membutuhkan waktu tidur selama 14-15 jam per hari dengan durasi tidur selama 4 hingga 6 jam dan lebih sering tidur di malam hari. 

Usia 4-12 Bulan

Meski waktu tidur ideal bayi pada usia 4-12 Bulan adalah 14 sampai 15 jam per hari namun, umumnya bayi hanya menghabiskan 11 jam untuk tidur. Bahkan bisa dibilang pola tidur Si Kecil hampir sama seperti orang dewasa yang lebih banyak menghabiskan waktu tidurnya pada malam hari. Pun demikian dengan waktu tidur siang Si Kecil yang juga mengalami penurunan durasi. Saat menginjak usia ini, kemungkinan anak Anda akan kehilangan tidur siang dan sore. Mereka hanya tidur siang sekali. Sebenarnya waktu tidur ideal anak usia 4 sampai 12 bulan adalah 14 jam sehari, tapi rata-rata mereka hanya tidur selama 10 jam sehari. 

Usia 1-3 Tahun

Saat anak berusia 1-3 tahun Si Kecil akan menghabiskan waktu tidur sebanyak 12 sampai 14 jam per hari. Pada usia ini anak masih tetap membutuhkan cukup tidur siang. Idealnya anak usia 1-3 tahun membutuhkan satu kali tidur siang sehari, dengan durasi antara satu hingga tiga setengah jam. Namun, aktifitas yang padat dan keinginan untuk terus bermain umumnya akan membuat anak kehilangan waktu tidur siangnya saat melewati usia 1 tahun.

Usia 3-6 Tahun

Tumbuh kembang Si Kecil turut mempengaruhi waktu dan pola tidurnya. Semakin Si Kecil tumbuh besar pola tidurnya pun ikut berubah. Jika pada usia 1-3 tahun Si Kecil membutuhkan waktu tidur selama 12 sampai 14 jam per hari, maka memasuki usia 3-6 tahun Si Kecil hanya membutuhkan waktu tidur selama 10 sampai 12 jam saja per hari. Mirip dengan orang dewasa, anak pada usia ini biasanya tidur sekitar jam 7 dan bangun pukul 6 pagi. 

Usia 7-12 Tahun

Menginjak usia 7-12 tentu anak sudah banyak memiliki kegiatan, seperti sekolah, ekstrakulikuler, bimbingan belajar dan masih banyak lagi. Serangkaian kegiatan ini juga turut mempengaruhi jam tidur anak yang semakin sedikit yaitu 10-11 jam per hari. Jam tidur anak pada usia ini juga semakin malam yaitu jam 9-10 malam. 

Usia 12-18 Tahun

Menginjak remaja waktu tidur anak pasti akan semakin berkurang bahkan bisa dibilang kualitasnya cukup buruk. Apa sebab? ada banyak faktor yang membuat anak tidur lebih sedikit, salah satunya perubahan gaya hidup dan sosial media yang membuat mereka mengabaikan pola tidur sehat hingga tidak mendapatkan waktu tidur yang berkualitas. Pada usia ini anak memiliki waktu tidur sekitar 8-9 jam per hari.

 

Tips Meningkatkan Waktu Tidur Anak

Sebagaimana sudah disebutkan dalam ulasan diatas, anak yang memiliki kualitas tidur buruk cenderung rentan mengalami gangguan kesehatan. Bila Bunda mendapati Si Kecil memiliki kualitas tidur yang tidak baik, Bunda dapat menerapkan beberapa tips berikut ini:

  • Hindari makan besar sebelum tidur.
  • Upayakan rumah jauh dari suara-suara bising.
  • Atur suhu ruangan senyaman mungkin.
  • Matikan lampu saat tidur.
  • Matikan barang-barang elektronik, seperti TV, komputer dan video game satu jam sebelum tidur.
  • Hindari makan atau minuman yang mengandung kafein sebelum tidur.
  • Lakukan kegiatan sebelum yang membuat Si Kecil senang, seperti membaca dongeng sebelum tidur.
  • Biasakan tidur siang dengan jam yang teratur.
  • Buat kesepakatan jam tidur dan bangun.

Bila Si Kecil masih butuh dampingan Bunda saat akan tidur maka dampingilah mereka. Keberadaan orang tua terkadang akan membuat anak merasa aman dan nyaman saat terlelap. Hal ini juga diperlukan guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, seperti kaget saat tidur.

Milestone Lainnya