Cara yang Benar Menyimpan ASI Perah

Oleh: Morinaga Platinum

16 Juli 2020

ASI memang menjadi sumber nutrisi yang utama dan penting untuk bayi. Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan ASI dalam kondisi segar dan langsung dari tubuh Bunda supaya kualitasnya tetap terjaga. Hanya saja dibeberapa kondisi, seperti Bunda harus bekerja atau terpaksa harus menjalani operasi tertentu misalnya operasi usus buntu sehingga tidak memungkinkan untuk menyusui langsung. Kondisi-kondisi inilah yang memaksa para Bunda untuk melakukan pumping demi memenuhi kebutuhan ASI ekslusif Si Kecil. Jika Bunda mengalami kondisi seperti ini, tidak perlu khawatir. Pasalnya, ASI bisa disimpan di rumah asalkan Bunda tahu cara menyimpan ASI yang tepat sehingga kualitasnya tetap terjaga baik.

 

 Baca Juga: Vaksin dan Asi, Duet Benteng Pertahanan Tubuh Si Kecil

 

Tempat menyimpan ASI perah (ASIP)

Semua yang berhubungan dengan penyimpanan ASIP harus steril. Untuk itu, Bunda juga harus memastikan mencuci tangan terlebih dulu sebelum pumping. Selanjutnya yang tidak kalah penting, barulah memerhatikan pemilihan tempat penyimpanan ASIP-nya, Bun.

Tempat untuk menyimpan ASIP terbaik yakni yang terbuat dari kaca atau plastik keras tanpa mengandung BPA (Bhispenol A). Hindari menggunakan botol atau plastik yang biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga. Mengingat tempat penyimpanan ASIP juga akan memengaruhi kualitas dari ASI yang disimpan. Kemudian, pastikan ASI yang dimasukkan dalam kemasan, disimpan dengan menutup rapat sehingga kedap udara.

Bunda yang memilih wadah plastik, pastikan tempatkan lagi dalam sebuah wadah kontainer khusus sebelum menyimpannya di freezer. Hal ini karena kemasan plastik lebih rentan bocor. Terakhir, jangan menampung ASI dalam wadah kemasan secara penuh karena ASI akan mengembang saat dibekukan di freezer.

Waktu dan suhu penyimpanan ASI

Ketahanan ASIP itu berbeda-beda, tergantung metode penyimpanan yang Bunda pakai. Nah, untuk mengetahui berapa lama ketahanan ASI dan di suhu berapa ASI bisa tetap memiliki kualitas baik, yuk, simak ulasan berikut.

  1. Suhu ruangan

    Sebenarnya, menyimpan ASI di suhu ruangan bisa, kok, Bun. ASI bisa bertahan cukup lama yakni sekitar 6—8 jam ketika disimpan dalam suhu ruangan. Suhu yang dimaksud yakni sekitar 25-26oC. Jika ruangan suhunya sangat hangat, batas maksimalnya hanya 4 jam atau sebaiknya segera simpan ASIP di kulkas atau freezer.

  2. Cooler box

    Jika Bunda pumping di kantor dan kebetulan tidak ada kulkas, Bunda bisa menyimpan ASI di dalam cooler box. Cara menyimpan ASI dalam cooler box yakni dengan memasukkan banyak es batu ke dalamnya. Sayangnya, penyimpanan dengan menggunakan cooler box ini hanya bertahan maksimal 1 hari sejak pertama kali disimpan.

  3. Kulkas

    Cara menyimpan ASI di kulkas juga ada aturannya, Bun. ASI bisa disimpan dalam kulkas dengan suhu 4oC atau boleh lebih, tapi usahakan tidak melebihi dari 10oC. Cara menyimpas ASI di kulkas ini bisa bertahan hingga kurun waktu 5—8 hari. Namun untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga dengan baik, sebaiknya ASIP diberikan tidak lebih dari 3 hari dari hari pertama penyimpanan.

  4. Freezer

    Penyimpanan ASI dalam freezer memiliki ketahanan lebih lama dibandingkan disimpan dalam kulkas. Untuk freezer kulkas 2 pintu, ASI dapat bertahan 3—6 bulan. Sedangkan untuk freezer kulkas 1 pintu, ASI hanya bertahan hingga 2 minggu.

Yang perlu diingat, semakin lama ASI perah yang telah disimpan di kulkas atau di freezer, semakin besar pula kandungan vitamin C-nya yang ikut hilang. Intinya, semakin cepat dikonsumsi maka manfaat ASI yang didapat Si Kecil pun semakin maksimal.

 

 Baca Juga: Vitamin dan Mineral untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

 

Bagaimana cara menyajikan ASI yang telah dibekukan?

Selain memerhatikan cara menyimpan ASI yang tepat, Bunda juga harus paham bagaimana cara menyajikan ASI yang telah dibekukan. Saat ingin mencairkan ASI beku, pilih ASI dengan tanggal penyimpanan yang lebih awal. Bunda bisa mencairkan ASI dengan memindahkannya dari freezer ke kulkas sampai ASI benar-benar mencair, kurang lebih akan memakan waktu 12—24 jam dan sebaiknya tidak lebih dari kurun waktu tersebut.

Kalau ingin hasil lebih cepat, Bunda bisa menempatkan semangkuk air hangat ke dalam mangkuk dan masukkan ASI ke dalamnya. Tapi, hindari pencairan ASI dengan suhu tinggi, seperti dipanaskan di atas kompor atau dimasukkan ke dalam microwave. Hal ini karena pemanasan ASI beku dengan suhu tinggi dapat memengaruhi kualitas antibodi dalam ASI.

Nah jika ASI sudah dicairkan, tidak disarankan untuk membekukan kembali. Dan, apabila ASI yang telah dicairkan sudah lebih dari 24 jam sebaiknya dibuang.

Dapatkah menambahkan ASI yang baru ke dalam ASI yang telah disimpan?

Bunda bisa menambahkan ASI yang baru diperah ke dalam ASI yang sebelumnya disimpan, dengan catatan masih dalam hari yang sama. Nah yang perlu diperhatikan juga, Bunda jangan langsung mencampurkan ASI yang baru, ke dalam ASI yang telah dibekukan. Bunda harus menyimpan ASI tersebut ke dalam kulkas, sebelum dicampurkan ke dalam ASI yang telah dibekukan.

Ketika Bunda sudah paham mengenai cara menyimpan ASI yang tepat dengan memerhatikan tempat yang benar untuk menyimpan ASI, suhu dan waktu penyimpanannya, serta cara penyajian ASI beku yang benar, satu hal lagi yang tidak boleh terabaikan yakni memerhatikan kebersihan alat pumping-nya. Pastikan semua steril karena hal ini akan memengaruhi kualitas ASI yang disimpan.

Selamat memberikan ASI eksklusif untuk Si Kecil ya, Bun.

 

 Baca Juga: Segudang Manfaat Asi untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Milestone Lainnya