Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Bunda, Inilah Cara Menyapih Anak Agar Tidak Rewel

Morinaga Platinum ♦ 12 Mei 2022

Setelah Bunda memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun, sudah waktunya Bunda menyapih Si Kecil agar terbiasa tidak menyusu ASI. Mungkin sebagian besar anak akan merasa kesulitan di awal, dan akan merengek. Namun, ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk menyapih anak agar tidak rewel. Yuk simak ulasan berikut. 

 

Apa itu menyapih?

Menyapih atau dalam istilah bahasa Inggris weaning, merupakan proses mengalihkan makanan bayi dari ASI atau susu formula ke makanan dan cairan lain. Dalam prosesnya, menyapih dimulai saat mengenalkan MPASI (makanan pendamping ASI) ketika Si Kecil berusia 6 bulan. Selanjutnya, Bunda akan mulai menyapih anak dari ASI ketika Si Kecil mulai menginjak usia 2 tahun.  

Menyapih merupakan salah satu proses terpenting dalam perkembangan Si Kecil. Diperlukan kesabaran yang besar untuk melatih penyapihan. Oleh karena itu, dukungan dari pasangan sangatlah penting dalam proses menyapih anak. 

 

Kapan waktu yang tepat menyapih Si Kecil?

Menurut WHO (World Health Organization), pemberian ASI eksklusif direkomendasikan ketika Si Kecil berusia 0 hingga 6 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian MPASI (makanan pendamping ASI) hingga Si Kecil berusia 2 tahun. MPASI merupakan makanan pendamping ASI atau makanan padat yang diberikan pada bayi, sembari tetap diberikan ASI. 

Waktu yang tepat untuk mulai menyapih anak bagi setiap orang berbeda. Hal ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Si Kecil dan Bunda. Ada yang sebelum Si Kecil 2 tahun, sudah mulai menyapih dan ada yang sudah 2 tahun masih diberi ASI eksklusif. 

 

Tanda-tanda Si Kecil siap

Terdapat tanda-tanda yang terlihat ketika Si Kecil sudah siap untuk disapih. Berikut adalah tandanya:

  • Sudah mulai tertarik pada makanan
  • Ketika Si Kecil sudah bisa minum menggunakan gelas
  • Sudah mulai tidak tertarik untuk menyusu
  • Suka bermain dengan payudara ibu, ketika menyusu

 

Baca juga: 15 Pilihan Makanan Sumber Protein Nabati Untuk MPASI

 

Cara menyapih anak yang susah makan

Pada umumnya, Si Kecil memiliki kecenderungan untuk memilih makanan. Sehingga seringkali Bunda kewalahan untuk mencari cara agar anak mau makan dengan lahap. Berikut adalah cara-cara yang dapat Bunda lakukan untuk anak yang susah makan.

1. Menu yang variatif

Terkadang, Si Kecil bosan dengan menu makanan sehari-hari. Solusinya adalah, Bunda dapat memberikan menu yang lebih variatif, atau juga bisa dengan mengkreasikan makanan agar Si Kecil lebih tertarik untuk makan. Seperti contoh, Bunda bisa mengkreasikan wajah panda pada nasi dengan nori. 

Tidak hanya dengan menu yang variatif, Bunda dapat menyajikan menu dengan piring dan gelas yang lucu agar anak tertarik. 

2. Suasana makan yang menyenangkan

Dengan Bunda mendengarkan lagu yang riang ketika Si Kecil makan, maka dengan cara ini dapat membuat Si Kecil makan dengan suasana yang gembira. 

3. Masak bersama

Dengan mengajak Si Kecil masak bersama, maka aktivitas ini dapat membantu Si Kecil lebih antusias dengan hasil masakannya. Seperti contoh, Bunda bisa mengajak Si Kecil membantu mengocok telur. Ajak Si Kecil ikut mencicipi hasil masakan.  

Berikut adalah contoh menu gampang dan sederhana yang dapat Bunda lakukan ketika masak bersama:

  • Omelet telur
  • Pancake
  • Sandwich

4. Kerjasama yang baik dengan pasangan

Tentunya dalam proses menyapih Si Kecil, diperlukan bantuan kerjasama yang baik dengan pasangan. Jika Bunda hanya berusaha sendiri, maka proses akan menjadi lebih sulit. 

Pasangan sendiri memiliki peran yang besar dalam proses menyapih. Antara lain, memberi dukungan, baik secara moral maupun secara finansial. Pasangan bertanggung jawab atas nafkah istri dan juga anak.

Dalam proses menyapih, pasangan dapat mengajak main Si Kecil ketika ia ingin menyusu ASI. Hal ini bertujuan untuk mengalihkannya dari menyusu sejenak.

 

Baca juga: Penting! Menyimpan ASI Perah Harus Benar

 

Cara menyapih anak secara tradisional

Selain cara menyapih yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat cara-cara menyapih anak secara tradisional, yaitu sebagai berikut:

1. Beralih ke botol susu

Cara ini banyak digunakan oleh para Bunda. Memang butuh waktu untuk memperkenalkan dot kepada Si Kecil. Pastikan Bunda memilih botol susu dengan model dot yang mirip dengan puting. Selain itu, perkenalkan botol susu ketika Si Kecil dalam suasana hati yang senang. Dengan begitu, Si Kecil akan lebih mudah beradaptasi dengan botol susu.  

2. Komunikasikan dengan Si Kecil

Sebelum Bunda benar-benar memulai menyapih, sebaiknya Bunda komunikasikan secara sering kepada Si Kecil. Komunikasikan bahwa ketika Si Kecil sudah menginjak usia 2 tahun, ia akan berhenti menyusu ASI. Pastikan Bunda komunikasikan dengan lembut dan sering agar Si Kecil ingat instruksi ini. 

3. Tidur tanpa menyusu ASI

Kalau sebelumnya, Si Kecil terbiasa menyusu ASI sebelum tidur, maka ubahlah kebiasaan ini secara perlahan-lahan. Terkadang, para Bunda akan merasa tidak tega ketika Si Kecil mulai menangis ingin menyusu. Bunda bisa melakukannya dengan mengurangi intensitas menyusu ASI. Dengan begitu, seiring waktu Si Kecil akan terbiasa tidur tanpa ASI terlebih dahulu. 

Disamping itu, Bunda juga bisa mengurangi durasi waktu menyusu secara perlahan-lahan.

4. Konsisten

Tentunya dalam proses menyapih anak, Bunda harus konsisten. Ketika pada suatu kali Bunda tidak konsisten, maka hal ini akan menghambat proses menyapih dan akan membuat prosesnya menjadi semakin lama.

 

Cara menyapih anak dengan brotowali

Salah satu cara menyapih anak, yaitu dengan bantuan tanaman obat daun brotowali. Tanaman ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Di Indonesia, umumnya brotowali yang memiliki rasa pahit ini akan dioleskan pada puting payudara sehingga Si Kecil terpaksa tidak bisa menyusu, dan akhirnya merasa kapok menyusui. 

Namun, walaupun menyapih anak dengan brotowali seringkali dilakukan, pada faktanya cara ini tidak dianjurkan. Karena ini dapat mengakibatkan Si Kecil merasa dibohongi, dan nantinya dikhawatirkan akan memiliki dampak negatif pada psikologis Si Kecil. 

Nah, itulah cara-cara menyapih anak agar tidak rewel pada artikel kali ini. Mungkin di awal akan terasa berat, akan tetapi dengan niat, kesabaran dan juga semangat, pasti Bunda dapat melewatinya. Pastinya, dengan dukungan sang suami. Semoga bermanfaat, Bun!

Lihat Artikel Lainnya