Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Bunda, 12 Cara Ini Efektif Untuk Menurunkan Panas Pada Bayi

Morinaga Platinum ♦ 4 Maret 2022

Ketika Si Kecil mengalami gejala panas atau demam tentu akan membuat orang tua khawatir. Namun, perlu diketahui bahwa demam pada bayi tak selalu berbahaya bahkan sebenarnya dapat ditangani secara mandiri di rumah. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui cara menurunkan panas pada bayi saat dirawat di rumah. 

Saat demam, suhu tubuh bayi meningkat bisa disebabkan infeksi virus atau bakteri, sakit tenggorokan, masuk angin, reaksi tubuh setelah imunisasi, atau setelah terpapar terik matahari. Dalam hal ini, Bunda dapat memberikan obat-obatan penurun demam untuk Si Kecil. Namun, sangat dianjurkan bagi Bunda untuk memberinya pengobatan secara alami untuk mengatasi demam sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil.

Lantas, bagaimana sih cara menurunkan panas pada bayi dengan perawatan rumahan? Yuk simak rekomendasinya berikut ini.

1. Atur Suhu Ruangan Tetap Seimbang

Salah satu cara menurunkan panas pada bayi  ialah mengatur suhu ruangan. Bunda bisa menyesuaikan suhu ruangan tempat tidur berada di suhu normal ruangan, sehingga tidak panas/dingin. Selain menjaga suhu ruangan tetap seimbang, perhatikan ventilasi udara dan kebersihan ruangan. Saat bayi panas, tubuhnya tentu tidak nyaman. Jadi, Bunda perlu membuat ruangan terasa nyaman. 

2. Kenakan Pakaian yang Nyaman dan Tipis

Memakaikan jaket pada bayi yang sedang demam justru membuatnya kepanasan. Dalam kondisi ini, pakaian yang nyaman dan tipis lebih direkomendasikan untuk dikenakan oleh Si Kecil. Hindari memakaikan baju berlapis yang membuat suhu panas pada Si Kecil sulit keluar. Jikapun memakai selimut, pilih yang tipis ya, Bunda. 

3. Kompres dengan Handuk Hangat

Cara menurunkan panas pada bayi selanjutnya yaitu mengompres si kecil menggunakan handuk hangat. Celupkan handuk dalam air hangat, kemudian peras hingga air tak menetes lagi. Handuk hangat tersebut bisa dikompreskan pada dahi, sekitar leher, dan ketiak ketika Si Kecil tertidur.  Kompres hangat adalah cara mudah untuk meningkatkan aliran darah ke area sore tubuh Si Kecil. Peningkatan aliran darah ini dapat mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan.

Hindari pemakaian kompres dingin pada Si Kecil. Saat bayi demam, dokter dan tenaga kesehatan tidak pernah merekomendasikan pemakaian kompres air dingin. Jika Si Kecil diberi kompres air dingin, maka badannya akan menganggap itu sebagai ancaman pada proses menghentikan infeksi. Tubuh akan semakin menaikkan suhunya dan demam makin tinggi. Selain itu, menggunakan kompres air dingin dapat memicu badan tiba-tiba menggigil. 

4. Menyeka Tubuh Bayi dengan Spons Hangat

Memandikan dengan air hangat pada bayi yang suhu tubuhnya panas dikhawatirkan suhunya semakin tinggi. Menurut sebuah studi yang dilakukan di Liverpool School of Tropical Medicine, Inggris, cara untuk menurunkan demam adalah dengan tepid sponge yaitu sebuah teknik kompres hangat yang menggabungkan teknik kompres blok pada pembuluh darah superfisial dengan teknik seka.

Caranya rendam spons dalam air dengan suhu hangat, peras, dan seka ke seluruh bagian tubuh bayi kecuali kulit kepala. Spons hangat sering digunakan untuk mengurangi demam tetapi baru efektif menurunkan panas setelah 30 menit pertama. 

5. Memberi Cukup Minum 

Jika bayi sudah berusia lebih dari 9 bulan, berikannya air minum yang cukup. Untuk bayi usia 0-6 bulan, Bunda perlu memberikan ASI cukup serta rutin sesuai pola minum ASI sehari-hari. Untuk memastikan bayi cukup terhidrasi, maka Bunda dapat melihat dari beberapa indikator seperti keluarnya air mata saat menangis, pipis teratur, dan mulutnya lembab. 

6. Balurkan Campuran Bawang Merah dengan Minyak

Di Indonesia, cara menurunkan panas dapat dilakukan dengan menumbuk atau memarut bawang merah kemudian dicampurkan dengan minyak (minyak telon, minyak kayu putih, atau minyak zaitun), lalu digosokkan ke tubuh.

Dilansir dari Klikdokter, bawang merah juga memiliki kandungan antibakteri dan anti-peradangan. Demam pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. dapat dimungkinkan, efek antibakteri dan anti-peradangan inilah yang menjadi mekanisme mengapa pada anak demam bisa diturunkan dengan menggosokkan bawang merah.

7. Beri Makanan Bergizi

Sejak Si Kecil memasuki usia 7 bulan, Bunda sudah bisa mulai Memberikan MPASI yang bergizi. MPASI yang bergizi akan meningkatkan kekebalan tubuh Si Kecil dan mampu melawan berbagai macam bakteri serta virus. Menu MPASI yang bergizi  antara lain sup ayam, nasi tim daging, sayur-sayuran hijau, dan buah-buahan.   

8. Pijat dan Oleskan Minyak Telon

Membuat Si Kecil merasa nyaman membantu menurunkan demam, seperti dengan memijat serta mengoleskan minyak telon di punggungnya. Dengan memberinya pijatan lembut, peredaran darah jadi lebih lancar dan bayi lebih rileks serta tidak rewel. 

9. Balurkan Gel Lidah Buaya

Lidah buaya tidak hanya bermanfaat melembabkan kulit dan mengobati panas dalam, tetapi juga bisa digunakan untuk menurunkan panas pada bayi dan anak. Bunda bisa membalurkan gel lidah buaya pada tubuh Si Kecil. Sensasi dingin dari gel lidah buaya bisa membantu kontrol panas tubuh anak sehingga suhunya bisa menurun. 

10. Beristirahat yang Banyak

Demam merupakan tanda tubuh Si Kecil sedang bekerja keras melawan infeksi. Karenanya, kurangi aktivitas tubuh Si Kecil  dengan beristirahat sebanyak mungkin. Dengan begitu, tubuh Si Kecil akan lebih banyak fokus memerangi infeksi dan tidak menghabiskan energi untuk aktivitas fisik lain selain itu. Usahakan Si Kecil mendapatkan tidur selama 8-9 jam di malam hari dan tetap beristirahat di kasur saat pagi hingga malam hari. 

11. Kompres Dahi dengan Daun Dadap Serep

Daun dadap serep dikenal ampuh mengatasi panas pada Si Kecil. Kandungan daun dadap serep bersifat mendinginkan sehingga membantu meredakan demam. Cara menggunakan daun penurun panas pada bayi ini dengan ambil selembar dan cuci hingga bersih. 

Gulung-gulung daun hingga seratnya melunak lalu tempelkan pada dahi sebagai kompres. Biarkan menempel hingga mengering dan ganti dengan daun yang baru sampai suhu tubuh bayi menurun.

12. Menghindari Beberapa Hal yang Sering Diabaikan

Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari selama Bunda merawat Si Kecil saat demam. Beberapa hal tersebut, yaitu:

  • Jangan gunakan es atau alkohol untuk menurunkan suhu Si Kecil
  • Jangan memberikan obat orang dewasa ke Si Kecil
  • Jangan memberikan obat ke Si Kecil tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan
  • Jangan menunda memeriksakan Si Kecil ke dokter bila demam berjalan selama 3 hari atau saat kondisi tampak lebih parah

Meskipun tubuh bayi umumnya memiliki suhu lebih tinggi dibanding orang dewasa, tetapi jika pengobatan secara tradisional telah dilakukan lebih dari 2 hari dan Si Kecil masih demam, segeralah bawa ke dokter. Apabila usia Si Kecil masih di bawah 3 tahun, maka akan jauh lebih baik bila segera mendapatkan rekomendasi secara medis dari dokter anak ketika mengalami demam. Tujuannya untuk menghindari risiko kondisi Si Kecil lebih parah. Jika Si Kecil berusia di atas 3 tahun, yuk ketahui cara menangani demam tinggi pada Si Kecil, Bun.

Selain itu, Bunda bisa memperkuat daya tahan tubuh Si Kecil dengan melengkapi kebutuhan nutrisinya. Salah satunya yaitu dengan mengkonsumsi susu formula Morinaga Platinum karena mengandung Triple Bifidus, Serat Pangan (Prebiotik) GOS, Nukleotida, Vitamin, dan Zink. Kombinasi berbagai nutrisi yang terkandung dalam susu formula Morinaga Platinum dapat membantu perkuat daya tubuh Si Kecil serta mendukung tumbuh kembang optimalnya.

Lihat Artikel Lainnya