5 Cara menghitung usia kehamilan dengan mudah

Morinaga Platinum ♦ 23 Oktober 2020

Usia janin dalam kandungan dapat Bunda perkirakan dengan cara menghitung usia kehamilan. Menghitung usia kehamilan ternyata mudah dilakukan, lho. Meski sulit dipastikan secara akurat karena tidak mengetahui secara pasti tanggal pembuahan terjadi, namun Bunda dapat memperkirakannya. Menghitung usia kehamilan dengan cara yang tepat, penting untuk Bunda lakukan karena:

  1. Agar Bunda dapat mengetahui asupan gizi yang tepat sesuai yang dibutuhkan oleh janin.
  2. Menyesuaikan aktivitas fisik yang boleh dilakukan sehari-hari dengan usia janin. Terutama di usia kehamilan trimester pertama, beberapa aktivitas sebaiknya dihindari terlebih dahulu demi keamanan janin.
  3. Perubahan yang akan terjadi pada Bunda, baik itu secara fisik, perilaku, ataupun emosional.
  4. Mengetahui perkembangan calon buah hati di dalam janin.
  5. Untuk mengetahui dan memprediksi Hari Perkiraan Lahiran (HPL).

Umumnya, usia kehamilan Bunda akan dinyatakan dalam usia hari dan minggu. Nah, berikut 5 cara menghitung usia kehamilan yang dapat Bunda coba di rumah. 

1. Metode Hitungan Kalender (Rumus Naegele)

Cara menghitung usia kehamilan dengan metode hitungan kalender biasa digunakan oleh para Bunda yang mempunyai siklus haid teratur 28 hari atau 30 hari. Dengan metode ini, Bunda dapat menghitung usia kehamilan sekaligus Hari Perkiraan Lahir (HPL) Si Kecil. Nah, rumus menghitung usia kehamilan dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Pertama, ketahui dulu Hari Pertama Haid Terakhir Bunda, atau nanti akan disingkat menjadi HPHT.
  2. Selanjutnya gunakan rumus menghitung usia kehamilan Naegele berikut:

(Tanggal HPHT + 7), (Bulan haid terakhir – 3), (Tahun pada saat haid terakhir + 1)

Misalnya: jika HPTP Bunda adalah tanggal 14 Juli 2020, maka:

(14 + 7), (7 - 3), (2020 + 1) = 21, 4, 2021

Atau dengan kata lain, HPL Bunda adalah tanggal 21 April 2021.

  1. Apabila HPHT Bunda terjadi pada bulan yang tidak bisa dikurangi 3 yaitu Januari-Maret, maka bulan haid terakhir ditambahkan 9 dan tahunnya tetap.

Misalnya: HPTP Bunda adalah tanggal 14 Februari 2020, maka:

(14 + 7), (2+9), (2020 )= 21, 11, 2020

Atau dengan kata lain, HPL Bunda adalah tanggal 21 November 2020.

Sederhana dan mudah bukan, Bun? Itulah mengapa rumus menghitung usia kehamilan Naegele ini sangat populer digunakan oleh para Bunda. Yang terpenting, jangan sampai lupa untuk selalu mencatat siklus haid Bunda dengan rutin, ya.

2. Menggunakan Kalkulator Kehamilan

Sama halnya dengan metode penghitungan kalender, kalkulator kehamilan online juga sangat digemari oleh Bunda. Menawarkan kemudahan untuk penggunanya, kalkulator kehamilan juga dapat diakses secara lebih fleksibel. Tinggal masukkan tanggal, bulan, dan HPHT serta siklus haid Bunda, maka kalkulator kehamilan akan menghitung usia kehamilan Bunda dengan cepat dan instan.

3. Menggunakan USG

Pemeriksaan melalui USG dianggap sebagai salah satu cara menghitung usia kehamilan paling akurat. Pasalnya, alat ini dapat mendeteksi usia kehamilan dengan tingkat keakuratan mencapai 95%. Untuk melakukan pemeriksaan usia kehamilan melalui USG, Bunda perlu mengetahui kedua jenisnya yaitu USG transviginal (dilakukan di awal usia kehamilan) dan USG transabdominal (dilakukan ketika kandungan sudah mulai besar dan dilakukan melalui dinding perut).

Pemeriksaan melalui metode USG sebenarnya tidak hanya untuk mengetahui usia kehamilan saja, tapi juga Bunda dapat mengetahui jenis kelamin janin, mengecek kesehatan janin, serta perkembangan janin dalam kandungan. Biasanya dokter menyarankan pemeriksaan melalui USG ketika usia kandungan Bunda memasuki 4-6 minggu.

Apabila bunda memerlukan cara membaca hasil USG yang tepat, Bunda bisa cek artikel berikut yaa: Bunda, Begini Cara Membaca Hasil USG yang Tepat.

4. Metode Deteksi Gerakan Janin

Dibanding dengan metode USG, cara menghitung usia kehamilan menggunakan deteksi gerakan janin ini tidak begitu akurat, tapi boleh jika Bunda ingin mencobanya di rumah. Sesuai namanya, Bunda melakukan deteksi manual dengan merasakan gerakan pada janin. Bagi Bunda yang baru pertama kali hamil, jika merasakan janin sudah mulai bergerak diperkirakan usia kehamilannya adalah 18-20 minggu. Sedangkan bagi yang sebelumnya sudah pernah hamil, usia kehamilan diperkirakan menginjak 16-18 minggu ketika janin mulai bergerak.

5. Metode Rumus 4 1/3

Rumus menghitung usia kehamilan selain rumus Naegele adalah rumus 4 1/3, yaitu:

Usia kehamilan = {(Tanggal sekarang – HPHT) x (4 1/3)}

Misalnya:

  1. Hari ini adalah tanggal 14 Juli 2020 (14-7-2020)
  2. HPHT Bunda adalah tanggal 7 April 2020 (7-4-2020)

Berarti:

Usia kehamilan = {(14 – 7), (7 – 4) x (4 1/3)} à hari dikurangi dengan hari, bulan dengan bulan.

Usia kehamilan = {(7), (3) x (4 1/3) à maksudnya adalah 7 hari, 3 bulan x 4 1/3

Yang perlu Bunda kalikan hanya bulannya saja, harinya tidak perlu. Sehingga:

Usia kehamilan = 7 hari + 13 minggu = 1 minggu + 13 minggu = 14 minggu

Jadi, usia kehamilan Bunda adalah 14 minggu.

Cara menghitung usia kehamilan dengan metode rumus 4 1/3 ini memang sedikit lebih rumit sehingga jarang digunakan oleh Bunda. Meski begitu, Bunda tetap dapat menggunakannya untuk dijadikan patokan HPL nantinya.

Bagaimana, Bun? Sudah tahu ingin menggunakan cara menghitung usia kehamilan yang mana? Selain menghitung usia kehamilan, penting juga menghitung jumlah gerakan janin, Bun. Ketahui cara menghitung gerakan janin menjelang persalinan, yuk

Lihat Artikel Lainnya