Penyebab Anak Susah Makan Nasi dan Cara Mengatasinya

Morinaga Platinum ♦ 25 Agustus 2021

Selama masa pertumbuhan, ada kalanya anak akan mengalami masa picky eaters atau memilih-milih makanan. Dimana terkadang ia tidak tertarik dengan nasi dan hanya ingin mengkonsumsi makanan tertentu saja atau susu formula. Padahal, anak membutuhkan nutrisi lain untuk memenuhi kebutuhan variasi gizinya Si Kecil. Lantas, apa yang menyebabkan anak susah makan nasi dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab Anak Susah Makan Nasi

Penyebab anak tidak mau makan nasi sangatlah beragam. Beberapa di antaranya, yaitu, bosan dengan rasa maupun tekstur nasi yang cenderung hambar dan lunak, terlalu banyak konsumsi jajanan manis yang mengakibatkan asupan glukosa tinggi sehingga ia sudah merasa kenyang dan menolak konsumsi makanan utama. Sebelumnya, Bunda juga harus membedakan apa perbedaan anak susah makan karena picky eater atau selective untuk eater. Baca artikel Cara Mengatasi dan Memilih Makanan untuk Anak Picky Eater untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Kendati begitu, Bunda tidak perlu khawatir. Pasalnya, menurut studi yang dilakukan oleh Dr Bernard-Bonnin di Kanada, sekitar 25 persen sampai 40 persen anak yang mengalami masalah kesulitan makan sifatnya hanya berlangsung sementara. Kenali lebih dalam tentang kiat cerdas mengatasi anak susah makan lewat artikel berikut, yuk: Penyebab dan Kiat Mengatasi Anak Susah Makan.

Cara Mengatasi Anak Susah Makan Nasi

Dari riset yang dilakukan oleh United States Department of Agriculture, nasi merupakan sumber karbohidrat yang mengandung sekitar 100 kalori per setengah cangkir sajiannya. Sehingga agar kebutuhan nutrisi anak tercukupi, Bunda perlu membujuk Si Kecil untuk mau memakannya. 

Namun, jika cara tersebut tidak berhasil, Bunda dapat mengkreasikan tampilan nasi menjadi lebih menarik. Agar Si Kecil mau makan nasi, Bunda dapat mencoba melakukan  beberapa hal berikut ini:

Temani Anak Makan Nasi

Agar anak mau makan nasi, Bunda sebaiknya mencicipi nasi bersama anak. Setelah itu, katakan bahwa nasi yang Bunda makan rasanya sangat nikmat. Sehingga, Si Kecil bisa terdorong untuk mau makan nasi dengan lahap.

Kreasikan Bentuk Nasi

Nasi dengan bentuk yang menarik atau yang dikreasikan sedemikian rupa bisa membuat Si Kecil jadi tertarik makan nasi. Ada baiknya sebelum mengkreasikan bentuk nasi, Bunda mencari tahu terlebih dahulu animasi atau item apa yang paling disukai oleh Si Kecil. Dengan begitu, Bunda akan lebih mudah membuat nafsu makan Si Kecil terhadap nasi semakin meningkat. Misalnya, bentuk karakter hewan atau benda yang disukai Si Kecil.

Beri Rasa Tambahan

Seperti yang telah diketahui, nasi memiliki rasa yang hambar. Agar Si Kecil mau makan nasi, Bunda dapat menambahkan varian rasa yang unik. Misalnya, varian rasa nasi yang didapat dari kaldu ayam atau daging sapi. Sehingga sebelumnya, Bunda dapat memasak nasi dicampur dengan kaldu ayam atau daging sapi.

Tambahan varian rasa tersebut, dapat membuat rasa nasi menjadi gurih. Kemudian, tambahkan pula taburan bawang goreng di atas nasi untuk menambah aroma, rasa, dan tampilan nasi makin menarik. 

Selain varian perasa, Bunda juga dapat menambahkan vitamin ke dalam makan yang akan disantap Si Kecil. Namun pemberian vitamin agar anak mau makan nasi perlu Bunda konsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Pasalnya, pemberian vitamin dalam jumlah yang tidak tepat justru dapat mengganggu kesehatan anak.

Ciptakan Suasana yang Menyenangkan

Agar Si Kecil mau melahap nasi dengan jumlah yang cukup banyak, Bunda dapat menciptakan suasana makan menjadi lebih menyenangkan. Misalnya, bermain sambil makan nasi bersama anak. Kemudian, biarkan Si Kecil makan sendiri tanpa adanya pemaksaan. Hal ini bisa membuat anak semakin menikmati rasa nasi yang telah diberikan. Namun bagaimana jika Bunda dan keluarga sedang berada di luar rumah atau sedang liburan? Tenang, atasi dengan cara berikut ini: Cara Atasi Anak Picky Eater saat Liburan.

Rekomendasi Makanan Pengganti Nasi

Apabila Si Kecil tetap tidak mau makan nasi, Bunda bisa menyarankan agar anak memakan makanan dengan kandungan gizi yang sama seperti nasi. Berikut makanan penyedia gizi seperti nasi, sebagaimana yang dilansir dari laman Health Line.

Biji Gandum

Biji quinoa atau biji gandum memiliki kandungan bebas gluten, kaya akan protein, zat besi, dan serat. Selain kaya akan asam amino, biji gandum merupakan protein lengkap dan memiliki kandungan lain seperti asam amino esensial sebagai sumber protein. 

Biji gandum dapat menjadi pilihan terbaik jika Si Kecil adalah vegetarian. Bunda dapat mengaplikasikan menu ini pada varian rasa di roti. Misalnya, roti gandum roti isi (sandwich) atau roti gandum dengan selai dan topping yang disukai Si Kecil.

Beras Merah

Selain biji gandum, beras merah adalah makanan penyedia nutrisi yang jauh lebih sehat daripada beras putih. Pasalnya, beras merah mengandung serat yang membantu melancarkan pencernaan. Dengan makan beras merah, Si Kecil akan jauh dari risiko diabetes tipe dua di kemudian hari.

Jelai

Selain dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, jelai juga kaya akan selenium, mineral, mangan, fosfor, dan tembaga yang jarang ditemukan dalam makanan lain. Meskipun membutuhkan lebih banyak waktu untuk memasak daripada nasi putih, jelai adalah pengganti nasi yang jauh lebih sehat.

Nasi Kembang Kol

Nasi kembang kol ialah alternatif beras rendah karbohidrat dan rendah kalori. Satu porsi kembang kol dapat memberi Si Kecil vitamin C yang dibutuhkan sepanjang hari. Tidak hanya itu, nasi kembang kol juga mengandung vitamin K yang mampu mencegah pembekuan darah dan mengurangi risiko pendarahan. Cara membuat nasi kembang kol cukup mudah, yaitu dengan menghancurkan kembang kol dalam food processor.

Bayam

Bayam merupakan makanan dengan kandungan sumber serat yang kaya dan dapat menjadi alternatif nasi yang jauh lebih sehat. Selain itu, bayam juga mengandung lebih banyak protein daripada semua sayuran lainnya. Dengan makan bayam, risiko penyakit kardiovaskular pada anak akan berkurang. Selain penyakit itu, bayam juga mampu menurunkan kadar kolesterol.

Soba

Konsumsi soba secara teratur, mampu meningkatkan kesehatan jantung,  dapat mengurangi kadar gula darah dan menurunkan berat badan. Soba juga bisa dijadikan makanan untuk menangkal kanker. Pasalnya, menu ini mengandung kalori jauh lebih sedikit daripada nasi.

Ubi 

Selain makan diatas, Asosiasi Nutrisionis Amerika Serikat pun menyarankan agar Si Kecil mengkonsumsi ubi. Hal ini karena, bahan pangan yang satu ini termasuk bahan pangan pengganti karbohidrat yang baik untuk Si Kecil.

Kentang

Menu pengganti untuk anak susah makan nasi selanjutnya adalah Kentang. Makanan alternatif selain nasi ini cocok untuk anak yang masih berusia 3 tahun. Selain lebih banyak mengandung variasi nutrisi dan serat dengan kalori yang lebih kecil. Tahukah Bunda sekalian bahwa di dalam 100gr kentang mengandung sebanyak 70 kkal kalori dan 15,9 karbohidrat? Cobalah rekomendasikan menu makanan kentang jika Si Kecil menolak makan nasi.

Talas 

Meski kurang dikenal, sama seperti kentang, talas mudah dicerna dan memiliki kadar karbohidrat hingga 77,9 persen. Dengan mengkonsumsi talas, Bunda tidak perlu khawatir jika Si Kecil akan kekurangan kandungan karbohidrat dalam tubuh.

Kubis Cincang

Kubis cincang merupakan alternatif lain pengganti nasi yang rendah kalori. Makanan ini biasanya dikonsumsi oleh masyarakat yang tinggal di Asia atau Meksiko. Kubis cincang adalah sumber vitamin C yang cocok untuk membantu meningkatkan kekebalan dan vitamin K. 

Dengan dua vitamin tersebut, Si Kecil akan terhindar dari  resiko pembekuan dan sirkulasi darah yang tidak lancar. Untuk dapat menyajikan kubis cincang, Bunda sekalian dapat mencincang halus atau masukkan kubis ke dalam food processor. Lalu gunakan sedikit minyak di atas api hingga masakan terasa empuk.

Jagung 

Di dalam 100 gr jagung terdapat kalori sebesar 225 kkal, protein 9,2 gr, lemak 3,9 gr, dan karbohidrat 73,7 gr. Dengan komposisi nutrisi ini Bunda tidak perlu khawatir untuk memberikan jagung apabila seluruh rekomendasi makanan pengganti nasi di atas belum cukup membantu asupan karbohidrat dalam tubuh Si Kecil.

Bagaimana Bunda, sekarang Bunda sudah tahu kan makanan apa saja yang bisa Bunda berikan pada Si Kecil sebagai pengganti nasi saat Si Kecil tidak mau makan nasi? Jika Si Kecil masih belum mau makan juga, jangan dibentak ya Bunda. Berikan pengertian ke anak dengan cara dan pendekatan yang menyenangkan Si Kecil.

Lihat Artikel Lainnya