Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Si Kecil Tidak Sengaja Keracunan Makanan? Inilah Cara Mengatasinya!

Morinaga Platinum ♦ 12 Mei 2022

Keracunan makanan dan minuman dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada Si Kecil. Hal ini tentu bisa membuat Bunda panik. Bagaimana jika Si Kecil mengalami keracunan makanan? Tenang Bunda, berikut merupakan pembahasan mengenai cara-cara mengatasi keracunan pada anak. 

 

Penyebab keracunan makanan pada anak 

Berikut merupakan penyebab-penyebab keracunan pada anak, seperti yang dikutip dari Web MD, yaitu sebagai berikut:

  • Campylobacter: Merupakan bakteri yang terdapat pada makanan dan minuman yang diproses dengan buruk. 

  • Escherichia coli (E. coli): Bakteri ini terdapat pada sayuran yang mentah dan daging kurang matang.

  • Listeria: Terdapat pada daging deli dan keju lembut. Daging deli merupakan daging yang sudah dipotong menjadi lembaran, seperti daging untuk sandwich. 

  • Norovirus: Bakteri ini ada dalam kerang yang kurang matang. 

  • Salmonella: Biasanya dapat ditemukan dalam unggas setengah matang dan telur mentah. 

  • Staphylococcus aureus: Bakteri ini juga dapat mengakibatkan infeksi staph, yang dapat menyebabkan bisul.

 

Selain diakibatkan dari bakteri-bakteri di atas, keracunan makanan seringkali diakibatkan karena makanan yang tidak matang, tidak disimpan dengan baik, mengonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa, dan makanan yang disentuh oleh orang yang sakit atau yang belum mencuci tangannya. 



Baca juga: Bakteri Baik: Kunci Cegah Diare pada Si Kecil

 

Ciri-ciri keracunan makanan pada anak

Jika Si Kecil mengalami keracunan makanan, ada beberapa ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:

  • Mual dan muntah 

Tanda yang pertama adalah Si Kecil yang mual-mual dan muntah. Dilansir dari Web MD, Mual merupakan rasa tidak nyaman pada perut yang sering muncul sebelum muntah. Muntah merupakan pengosongan isi lambung melalui mulut. 

Mual dan muntah sesaat setelah makan, atau 1 jam sampai 8 jam setelah makan dapat mengindikasikan Si Kecil keracunan makanan. 

  • Demam

Tanda yang kedua jika Si Kecil mengalami keracunan makanan adalah demam. Biasanya demam akan disertai dengan berkeringat, sakit kepala, dan menggigil. Dilansir dari Healthline, suhu tubuh bayi (0-12 bulan) yang normal adalah 36.7–37.3 derajat celsius, sedangkan untuk anak-anak, suhu yang normal berkisar 36.4–37.4 derajat celsius.

Pastikan Bunda cek suhu tubuh Si Kecil secara berkala. Jika suhu tubuhnya diatas normal, segera berikan obat penurun demam untuk menghilangkan gejala keracunan makanan. 

  • Diare

Ciri-ciri yang berikutnya adalah Si Kecil dapat mengalami diare. Hal ini disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Saat Si Kecil mengalami diare, pastikan untuk memenuhi asupan airnya untuk mencegah dehidrasi pada Si Kecil. 

  • Hilangnya nafsu makan

Ciri-ciri terakhir jika Si Kecil keracunan makanan adalah hilangnya keinginannya untuk makan. Hal ini disebabkan oleh rasa mual yang dirasakan Si Kecil, yang terkadang juga dapat memuntahkan apa yang dimakan.



Baca juga: Anjuran Makanan untuk Diare Si Kecil

 

Cara mengatasi keracunan pada anak

Jika Si Kecil mengalami keracunan makanan, jangan panik Bunda. Berikut merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi keracunan pada Si Kecil. 

  • Memberi air kelapa

Air kelapa merupakan salah satu obat alami untuk mengatasi keracunan pada anak. Saat Si Kecil mengalami diare karena keracunan, air kelapa yang mengandung potasium, sodium, magnesium dan kalsium berperan sebagai elektrolit, dapat membantu keseimbangan cairan dalam tubuh Si Kecil. Bunda dapat memberi Si Kecil air kelapa ketika ia sudah mencapai usia 6 bulan. 

  • Menghindari makanan yang susah dicerna

Ketika Si Kecil mengalami keracunan makanan, sebaiknya Bunda tidak memberikannya makanan yang susah dicerna. Karena hal ini dapat memperparah gejala keracunan yang sudah ada. Hindari memberikannya makanan berlemak atau gorengan saat Si Kecil keracunan makanan. 

  • Hentikan makan dan minum untuk beberapa jam

Dilansir dari Mayo Clinic, sebaiknya hentikan makan dan minum untuk beberapa jam. Hal ini bertujuan untuk membuat perut Si Kecil lebih tenang dan beristirahat untuk sejenak dari mual dan diare.

  • Makan makanan yang lebih hambar

Ketika Si Kecil mengalami keracunan makanan, dikutip dari Healthline, sebaiknya makan makanan yang lebih lembut di perut dan saluran pencernaan Si Kecil. Makanan yang lembut dapat berupa pisang, sereal, putih telur, madu dan yang lain sebagainya. 

  • Memastikan Si Kecil istirahat

Dehidrasi karena gejala diare, tentunya Si Kecil akan kehilangan energi dan lemas badannya. Pastikan Si Kecil mendapatkan istirahat yang cukup agar semangat dan energinya dapat kembali. 

  • Membuatkan teh jahe

Jahe sebagai obat alami, dapat membantu Si Kecil menghilangkan gejala keracunan makanan. Dikutip dari Healthline, jahe memiliki kandungan gingerol, yang dapat membantu menurunkan infeksi. Selain itu, dapat menghambat pertumbuhan berbagai macam bakteri. Untuk pemberian jahe sendiri, Bunda dapat memberinya kepada Si Kecil saat ia berusia 2 tahun. 

Caranya cukup mudah, yaitu dengan cara merebus satu sendok teh parutan jahe dengan air segelas selama beberapa saat. Untuk menambahkan rasa, Bunda dapat tambahkan gula atau madu.

 

Cara menghindari Si Kecil dari keracunan makanan

Ada beberapa tips agar Si Kecil dapat terhindar dari keracunan makanan, yaitu sebagai berikut:

  • Memastikan tangan bersih

Ketika Bunda menyiapkan makanan, pastikan selalu mencuci tangan ya dengan sabun. Baik ketika mempersiapkan makanan, setelah menyentuh makanan yang mentah, atau memegang benda-benda yang lain. Hal ini bertujuan agar bakteri tidak berpindah ke dalam makanan yang Bunda siapkan.

  • Memasak makanan sampai matang

Pastikan ketika Bunda memasak daging-dagingan atau ayam, harus sampai matang agar bakterinya hilang. Selain itu, sebaiknya Bunda mencucinya terlebih dahulu, dan jangan sampai percikan airnya mengenai peralatan memasak.  Setelah itu, pastikan Bunda mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memasak. 

  • Selalu bersihkan peralatan masak 

Tips selanjutnya adalah, pastikan Bunda selalu mencuci peralatan masak setelah menggunakannya. Khususnya, setelah Bunda memasak daging atau ayam, telur dan sayur-sayuran.

  • Pisahkan daging dalam kulkas

Dalam kulkas, pastikan Bunda memisahkan daging dengan makanan-makanan lainnya seperti buah dan juga roti. Hal ini bertujuan agar bakteri yang terdapat pada daging tidak menyebar ke makanan yang lain di dalam kulkas. 

 

Kapan waktu yang tepat untuk ke dokter?

Cara-cara yang telah disebutkan sebelumnya merupakan pertolongan pertama ketika Si Kecil mengalami keracunan makanan. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut merupakan tanda-tanda Si Kecil harus dibawa ke dokter, yaitu sebagai berikut:

  • Jika muntah atau buang air besar yang berdarah
  • Suhu oral yang melebihi 38 derajat Celcius
  • Tanda dehidrasi yang berlebihan – mulut kering, haus yang berlebihan
  • Diare yang berlangsung lebih dari tiga hari
  • Kram perut yang parah
  • Penglihatan kabur dan kesemutan di lengan 

Nah, itulah cara-cara yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasi keracunan makanan berikut pada anak. Jika gejala tidak juga membaik, pastikan Bunda segera membawa Si Kecil ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut. Semoga bermanfaat, Bunda.

Lihat Artikel Lainnya