Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Ciri Alergi Dingin dan Cara Tepat Mengatasinya

Morinaga Platinum ♦ 3 Juli 2023

Ciri Alergi Dingin dan Cara Tepat Mengatasinya

Alergi dingin terjadi karena sistem imun tubuh merespons terhadap hawa atau air dingin dengan melepaskan histamin sehingga memicu gejala alergi. Dampak dari kondisi ini, Si Kecil bisa mengalami kulit gatal, kemerahan, dan bengkak.

Masing-masing anak bisa jadi punya reaksi berbeda ketika mengalami alergi ini. Untuk mengenali tanda-tandanya, yuk baca artikel ini dan pelajari cara menanganinya.

Ciri-ciri Alergi Dingin Pada Anak

Gejala alergi dingin pada Si Kecil dapat disebabkan oleh paparan udara atau air dingin. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri jika anak Bunda mengalami alergi dingin:

  • Bengkak pada Tubuh: Jika tangan atau kaki Si kecil bengkak setelah menyentuh benda yang dingin, ini bisa menjadi tanda alergi dingin.
  • Bersin-bersin: Bersin-bersin yang berlebihan juga bisa menjadi tanda alergi dingin.
  • Batuk: Batuk kering, batuk tidak berdahak, atau batuk berdahak yang disertai dengan gatal di tenggorokan bisa menjadi gejala alergi dingin.
  • Kulit Memerah: Jika kulit Si Kecil memerah setelah terpapar dingin, ini juga bisa menjadi tanda alergi dingin.

Terkait kulit memerah, ada beberapa jenis alergi yang menyebabkan efek seperti ini. Untuk itu Bunda perlu memeriksa apakah kulit memerah ini tanda alergi dingin atau bukan. Untuk memastikan alergi Si Kecil, yuk pun kenali macam-macam alergi kulit pada anak dan cara menanganinya.

Penyebab Alergi Dingin

Alergi dingin pada anak bisa dipicu karena banyak faktor, antara lain genetika, usia, hingga terpapar udara atau zat dingin. Untuk penjelasan lengkapnya, berikut penyebabnya.

  • Faktor Keturunan: Jika salah satu atau kedua orang tua, atau saudara kandung memiliki riwayat alergi dingin, risiko Si Kecil mengalami alergi dingin akan lebih besar.
  • Faktor Umur: Anak-anak dan remaja lebih rentan terhadap alergi dingin dibandingkan orang dewasa.
  • Faktor Penyakit: Penyakit tertentu seperti kanker bisa meningkatkan risiko alergi dingin.
  • Terpapar udara dingin: Berada di luar ruangan pada cuaca yang sangat dingin, di bawah 4°C, dapat menjadi pemicu utama alergi ini.
  • Berendam atau berenang di air dingin: Berenang atau mandi di air yang sangat dingin, seperti kolam renang, dapat memicu reaksi alergi ini. Air dingin yang bersentuhan dengan kulit dapat menyebabkan pelepasan histamin.
  • Masuk ke ruangan ber-AC: Masuk ke ruangan yang memiliki suhu rendah, seperti ruang ber-AC, juga bisa menjadi penyebab alergi. Paparan suhu dingin dalam ruangan ini dapat memicu reaksi alergi pada individu yang rentan.

Secara umum, alergi dingin berkaitan dengan paparan suhu dingin yang ekstrim atau di bawah suhu tertentu, dan reaksi tersebut terjadi karena pelepasan histamin dalam tubuh. Histamin adalah zat kimia yang menyebabkan gejala alergi seperti gatal, ruam, dan pembengkakan.

Selain itu, udara dingin juga bisa memicu terjadinya mimisan. Hal ini terjadi karena mukosa atau lapisan bagian dalam hidung menjadi kering dan mudah terluka. Jika kondisi ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk membantu Si Kecil. Untuk panduannya, yuk Bun baca: Penyebab Mimisan Pada Anak dan Cara Mengatasinya.

Cara Mengatasi Alergi Dingin pada Anak

Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi alergi dingin pada Si Kecil:

  • Hindari memberikan Si Kecil makanan dingin, seperti es krim.
  • Pakaikan Si Kecil baju yang cukup hangat ketika cuaca dingin.
  • Mandikan Si Kecil dengan air hangat.
  • Beri Si Kecil minum dengan suhu ruangan.
  • Menggunakan antihistamin
  • Omalizumab (Xolair)

Pemberian antihistamin juga dapat membantu mencegah atau mengurangi reaksi alergi terhadap dingin dengan menghambat pelepasan histamin dalam tubuh. Jika antihistamin tidak efektif untuk meredakan alergi ini, masih ada beberapa jenis obat seperti omalizumab (Xolair). Namun, penggunaan obat ini haruslah dengan pengawasan dan rekomendasi dari dokter.

Bunda juga bisa mencoba beberapa cara alami untuk mengurangi gejala alergi, seperti menggunakan minyak esensial peppermint, madu, atau air filter di rumah.

Perbedaan Flu Biasa Dengan Alergi Dingin

Meskipun bisa memiliki gejala yang sangat mirip, flu dan alergi memiliki penyebab yang berbeda ya Bunda. Flu disebabkan oleh masuknya virus ke dalam tubuh, sedangkan alergi disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.

Ketika virus flu masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan meluncurkan serangan untuk melawan virus tersebut, yang menyebabkan gejala seperti batuk dan hidung tersumbat. Virus flu dapat menular melalui bersin, batuk, atau kontak tangan.

Sementara itu, alergi terjadi karena tubuh salah mengenali benda-benda yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti cuaca dingin sebagai ancaman. Sistem kekebalan tubuh melepaskan zat kimia seperti histamin, yang menyebabkan pembengkakan di saluran hidung dan gejala bersin. 

Berikut beberapa perbedaan yang bisa membantu Bunda membedakannya:

  • Pilek: Pilek bisa disebabkan oleh flu biasa atau alergi dingin. Perbedaannya adalah flu biasa disebabkan oleh virus, sedangkan alergi dingin disebabkan oleh paparan alergen.
  • Demam: Jika Si Kecil mengalami demam, ini biasanya adalah tanda flu biasa, bukan alergi dingin. Bunda dapat mengatasinya dengan cara berikut ini: Cara Menurunkan Panas pada Bayi Tanpa Obat.  

Jika Bunda merasa Si Kecil mungkin mengalami alergi dingin, bawa dia ke dokter untuk diperiksa. Jika gejala alergi tidak membaik setelah mencoba pengobatan di rumah, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Referensi:

  • Cleveland Clinic. Cold Urticaria. Diakses pada tanggal 16 November 2023. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24629-cold-urticaria - Cold Urticaria
  • Mayo Clinic. Cold Urticaria. Diakses pada tanggal 16 November 2023. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-urticaria/diagnosis-treatment/drc-20371051