Ketahui Cara Membuat Susu Formula yang Benar

Morinaga Platinum ♦ 1 Agustus 2017

Bunda harus mengetahui cara membuat susu formula yang benar agar Si Kecil mendapatkan manfaatnya dengan optimal. Walau ASI adalah makanan terbaik untuk Si Kecil, namun sayangnya, ada beberapa keadaan yang membuat pemberian ASI tidak mungkin dilakukan karena kondisi Bunda atau pun Si Kecil. Setelah memeriksa kondisi dan melakukan konsultasi, biasanya dokter anak akan menyarankan pemberian nutrisi alternatif melalui susu formula.

Meski tidak sama dengan ASI, sumber nutrisi alternatif bisa direkomendasikan oleh dokter agar kebutuhan nutrisi Si Kecil tercukupi baik. Ketika Si Kecil direkomendasikan untuk mendapatkan nutrisi tambahan, Bunda harus teliti dalam pemberiannya.

Beberapa Bunda ada yang menganggap cara membuat susu formula hanya semudah menuangkan susu ke dalam botol, lalu menambahkan air panas. Sekilas, langkah yang Bunda lakukan memang sesuai. Tapi ternyata, ada banyak hal yang perlu Bunda perhatikan agar kandungan susu formula tidak berkurang karena salah penyajian.

Kondisi salah penyajian seperti suhu air terlalu panas, menghangatkan susu yang sudah disimpan lebih dari 2 jam, atau penggunaan botol yang tidak sesuai seringkali terjadi. Itu sebabnya, Bunda perlu ketahui lebih jelas cara membuat susu formula yang benar mulai dari persiapannya terlebih dahulu.

 Baca juga: 5 Rekomendasi Susu Formula Kaya Nutrisi bagi Si Kecil & Manfaatnya

Persiapan sebelum membuat susu formula

Sebelum menyeduh susu bubuk Si Kecil, pastikan semua peralatan, seperti botol susu dan dot, dalam keadaan steril. Caranya adalah dengan mencuci bersih semua perlengkapan dengan air dan sabun kemudian sterilkan dengan menggunakan sterilizer. Bunda juga bisa mensteril perlengkapan tersebut dengan menuangkan air panas mendidih ke dalam botol dan dot kemudian diamkan selama 10 menit. Cara ini harus dilakukan agar tidak ada kuman pada perlengkapan Si Kecil.

Cara membuat susu formula

Agar kandungan dalam susu formula tidak berkurang, maka Bunda perlu tahu cara membuat susu formula yang benar untuk Si Kecil. Berikut ini langkah-langkah yang disarankan:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir kemudian keringkan.
  2. Tuangkan 180 ml air matang hangat (± 40°C) ke dalam botol atau gelas bersih.
  3. Tambahkan 5 sendok takar peres (32g) (atau sesuai ketentuan yang tertera pada setiap kemasan susu formula)
  4. Aduk sampai larut. Periksalah suhu susu yang telah larut. Susu formula siap dihidangkan dan diminum segera.
  5. Segera konsumsi susu setelah dilarutkan. Sisa susu harus dibuang jika tidak diminum lebih dari 2 jam setelah dilarutkan.

Takaran memberikan susu formula untuk Si Kecil

Susu formula biasanya diberikan tiap tiga jam sekali. Pada masa pertumbuhan cepat atau growth spurt Si Kecil akan meminta susu lebih sering. Apabila Bunda melihat tanda-tanda ia ingin menyusu, segera lakukan cara menyeduh susu formula yang benar dan sajikan kepada Si Kecil.

Lalu, seberapa banyak, sih, jumlah susu yang harus dikonsumsi Si Kecil per harinya? Simak panduannya berikut ini:

  • Pada hari ketiga Si Kecil hanya dapat meminum 30 ml susu sekali minum.
  • Sejak akhir minggu pertama hingga beberapa minggu setelahnya, umumnya Si Kecil sudah dapat meminum 60 ml susu dalam sekali minum.
  • Saat usianya 1-2 bulan, Si Kecil dapat mengonsumsi 75-100 ml susu. Dalam 24 jam ia dapat mengonsumsi susu sebanyak 450-735 ml.
  • Saat Si Kecil berusia 2-6 bulan, ia dapat meminum 100-210 ml dalam sekali minum. Perlu diingat ini sangat bervariasi untuk setiap individu.
  • Ketika usia mencapai 6 bulan, ia dapat meminum 210-240 ml sekali minum. Total susu yang dikonsumsi dalam 24 jam mencapai 900 ml.
  • Saat Si Kecil sudah diberikan makanan pendamping, jumlah susu yang diminumnya otomatis akan berkurang menjadi 600 ml dalam 24 jam.

Apabila pemberian susu formula adalah sebagai tambahan nutrisi, Bunda harus ingat bahwa itu hanya solusi sementara saja agar Bunda tetap semangat memberikan ASI makanan terbaik untuk Si Kecil.

 Baca juga: Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI

Hal yang diperhatikan saat membuat susu formula

Beberapa hal yang wajib Bunda perhatikan saat memberikan campuran ASI dan nutrisi tambahan, yaitu:

Berikan dalam botol terpisah

Pemberian ASI dan nutrisi tambahan yang diberikan dalam satu wadah harus segera dihabiskan dalam satu waktu. Jika tidak habis, maka campuran susu tersebut harus segera dibuang dalam waktu maksimum dua jam sejak dibuat. Hal ini dikarenakan bakteri bisa tumbuh dari ludah Si Kecil yang tercampur dengan susu.

ASI yang diberikan dalam botol tersendiri bisa kembali disimpan di kulkas hingga beberapa jam meski telah diminum sebagian. Bakteri tidak mudah tumbuh karena ASI mengandung banyak antibodi.

Karena alasan inilah, para dokter anak dan konsultan laktasi umumnya menganjurkan ASI dan nutrisi tambahan diberikan dalam botol terpisah. Berikan ASI terlebih dulu sebanyak mungkin, baru tambahkan nutrisi alternatif bila diperlukan tentunya.

Pilih nutrisi tambahan yang lengkap

Kandungan nutrisi alternatif tentu tidak bisa disamakan dengan ASI karena tidak ada yang bisa menandingi komposisi ASI. Namun, meski tidak sama, nutrisi alternatif ini dirancang agar memiliki komposisi yang semirip mungkin. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi kandungannya, sehingga kandungan utamanya (jumlah energi, karbohidrat, dan protein) relatif sama antara satu jenis nutrisi alternatif dengan yang lainnya.

Pilih produk yang memfortifikasi nutrisi tambahan seperti vitamin A, vitamin B12, kolin, DHA, alfa lactalbumin, kalsium, probiotik dan prebiotik, yang akan menunjang perkembangan otak, memberikan perlindungan ganda, serta memastikan pertumbuhan Si Kecil berjalan optimal.

 Baca juga: Kapan Waktu Tepat Pemberian Nutrisi Tambahan Untuk Si Kecil?

Cermati cara pembuatan dan pemberian

Larutkan nutrisi alternatif sesuai dengan petunjuk yang ada pada kemasan. Pastikan cara membuat susu formula sudah benar, lalu takaran bubuk dan airnya sesuai agar komposisi gizinya maksimal. Jangan larutkan susu bubuk menggunakan ASI agar Si Kecil mendapat tinggi kalori dalam satu kali minum. Cara ini akan mengubah komposisi ASI. Mikronutrien dalam nutrisi alternatif juga menjadi lebih pekat sehingga membebani kerja ginjal Si Kecil yang masih belum sempurna.

Meski mungkin dokter sudah merekomendasikan pemberian nutrisi tambahan, namun Bunda tetap harus berusaha maksimal agar produksi ASI tetap terjaga. Susui atau memompa ASI sesering mungkin agar suplai ASI meningkat. Namun, jika harus memberikan alternatif nutrisi untuk Si Kecil, pastikan Bunda sudah mengetahui cara membuat susu formula yang benar agar manfaatnya bisa didapatkan dengan optimal.

 Baca juga: 5 Tips Memilih Susu Formula untuk Anak 1 Tahun

Lihat Artikel Lainnya