Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Cacar Air pada Si Kecil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Morinaga Platinum ♦ 17 Januari 2022

Cacar air adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun Si Kecil. Namun, penyakit cacar air lebih sering terjadi pada Si Kecil.  Cacar air pada Si Kecil disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster dan termasuk self limiting disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. 

Kendati penyakit ini bisa sembuh seiring berjalannya waktu, Bunda juga perlu mengetahui gejala dan cara mengobati cacar air dengan tepat agar Si Kecil bisa lekas pulih. Sebab, cacar air juga bisa menimbulkan keluhan yang mengganggu bagi Si Kecil.

Penyebab cacar air pada Si Kecil

Infeksi virus varicella-zoster menjadi penyebab utama timbulnya penyakit cacar air pada Si Kecil. Varicella-zoster merupakan salah satu jenis virus herpes. Si Kecil bisa terjangkit cacar air jika terkena paparan virus varicella-zoster yang menular melalui droplet atau cipratan liur dari penderita penyakit ini.

Selain melalui droplet, penyakit ini juga bisa menular jika cairan yang ada di dalam bintik cacar pecah dan mengenai tubuh orang lain. Orang yang menghirup udara di sekitar penderita cacar air pun bisa tertular virus ini. Hal ini bisa terjadi jika bintik cacar penderita pecah ketika ada orang lain yang menghirup udara di sekitarnya.

Si Kecil yang menderita cacar air juga masih berpotensi menularkan penyakit ini sebelum seluruh lepuhan pada kulit mereka mengering. Oleh karena itu, Si Kecil yang menderita cacar air disarankan untuk menjalani perawatan di rumah dan tidak berkontak dengan orang lain agar penularan virus tidak meluas.

Gejala cacar air pada Si Kecil

Gejala paling umum yang bisa dikenali saat Si Kecil terserang cacar air adalah munculnya ruam kemerahan yang kemudian menjadi bintil-bintil berisi cairan.  Ruam melepuh yang gatal akibat infeksi cacar air muncul 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus dan biasanya berlangsung sekitar lima hingga 10 hari. Tanda dan gejala lain, yang mungkin muncul satu hingga dua hari sebelum ruam, meliputi:

  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan dan perasaan tidak sehat secara umum (malaise)

 

Setelah ruam cacar air muncul, ia melewati tiga fase:

  • Benjolan merah muda atau merah (papula), yang pecah selama beberapa hari
  • Lepuh kecil berisi cairan (vesikel), yang terbentuk dalam waktu sekitar satu hari dan kemudian pecah dan bocor
  • Kerak dan koreng, yang menutupi lepuh yang pecah dan membutuhkan beberapa hari lagi untuk sembuh

Benjolan baru terus muncul selama beberapa hari, jadi Si Kecil mungkin mengalami ketiga tahap ruam, benjolan, lepuh, dan lesi berkeropeng, pada saat yang bersamaan. Saat menderita cacar air, Si Kecil dapat menyebarkan virus ke orang lain hingga 48 jam sebelum ruam muncul, dan virus tetap menyebar ke orang lain sampai semua lepuh yang pecah mengeras.

Cara mengobati cacar air pada Si Kecil

Meski termasuk self limiting disease, cacar air pada Si Kecil juga perlu penanganan tepat agar tidak menyebabkan komplikasi penyakit lain, seperti infeksi bakteri di kulit Si Kecil.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa Bunda lakukan untuk mengobati cacar air pada Si Kecil:

  • Menjaga kebersihan tubuh Si Kecil

Bunda tetap harus senantiasa menjaga kebersihan kulit Si Kecil saat terserang cacar air. Salah satu caranya adalah dengan membasuh tubuh Si Kecil dengan menggunakan kompres basah setiap tiga hingga jam sekali. Pembasuhan kulit ini bisa sebaiknya rutin dilakukan selama beberapa hari pertama Si Kecil menderita cacar air.

 

Namun, Bunda perlu berhati-hati saat membasuh kulit Si Kecil. Sebaiknya, hindari menggosok bintil-bintil berair pada kulit Si Kecil. Bunda bisa membersihkan bintil-bintil cairan pada kulit Si Kecil dengan menepuk-nepuknya secara lembut menggunakan kompres basah. Kulit Si Kecil yang terserang cacar air harus rutin dibersihkan supaya infeksi virus tidak bertambah parah atau bahkan terjadi infeksi lain karena bakteri.

  • Mengeringkan tubuh Si Kecil dengan lembut

Kulit Si Kecil harus segera dikeringkan setelah dibasuh. Bunda dapat menepuk-nepuk handuk kering secara lembut bisa dilakukan untuk mengeringkan kulit tubuh Si Kecil.

  • Oleskan pelembab pada kulit Si Kecil

Bunda bisa mengoleskan losion pelembab yang mengandung calamine untuk mengatasi rasa gatal yang ditimbulkan penyakit cacar air pada Si Kecil. Kandungan calamine pada losion bisa mengurangi rasa gatal pada kulit Si Kecil. Dengan demikian, Si Kecil tidak akan menggaruk bintil-bintil cairan di tubuh mereka, sehingga risiko iritasi berat pada kulit Si Kecil pun bisa dihindari. Namun, untuk memberikan pelembab pada kulit Si Kecil, Bunda perlu melakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu agar proses penyembuhan dapat berjalan secara efisien. 

  • Berikan makanan bertekstur lunak

Selain memberi perawatan pada kulit Si Kecil, Bunda juga sebaiknya memperhatikan kondisi mulut Si Kecil. Sebab, cacar air juga bisa menimbulkan lesi atau bintik-bintik di mulut sehingga Si Kecil akan merasa nyeri saat minum atau makan.

 

Oleh karena itu, ada baiknya Bunda memberikan makanan bertekstur lunak, seperti bubur atau nasi tim, kepada Si Kecil yang sedang menderita cacar air. Makanan yang terlalu asam atau pedas pun perlu dihindari karena bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman saat mengunyah.

  • Penuhi kebutuhan air putih

Bunda perlu memastikan Si Kecil minum cukup air putih selama menderita cacar air. Sebab, penyakit ini bisa membuat Si Kecil mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Karena itulah, Si Kecil perlu mendapatkan asupan air putih yang mencukupi agar terhindar dari risiko dehidrasi selama berjuang melawan cacar air.

  • Pastikan Si Kecil beristirahat dengan cukup

Beristirahat dengan nyaman bisa menjadi cara alami untuk mengobati cacar air pada Si Kecil. Saat Si Kecil tertidur, sistem metabolisme tubuh mereka akan bekerja dan imun atau daya tahan tubuh pun meningkat. Dengan begitu, tubuh Si Kecil akan lebih siap untuk melawan infeksi virus penyebab cacar air. Oleh karena itu, Bunda perlu memastikan Si Kecil memiliki waktu istirahat yang cukup dan berkualitas agar bisa lekas sembuh dari cacar air.

  • Berikan obat-obatan yang diperlukan

Bunda bisa memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala yang dialami Si Kecil saat menderita cacar air. Misalnya, berikan obat golongan antihistamin untuk meredakan gatal atau paracetamol untuk menurunkan demam serta mengatasi nyeri yang dirasakan Si Kecil. Akan tetapi, sebaiknya Bunda lebih dulu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan obat cacar air untuk Si Kecil.

Kapan harus ke dokter?

Meskipun Si Kecil yang menderita cacar air bisa menjalani perawatan di rumah, Bunda sebaiknya tetap mencermati kondisi Si Kecil dan sigap membawanya ke dokter saat timbul gejala-gejala tertentu.

Berikut ini tanda-tanda Si Kecil harus dibawa ke dokter saat menderita cacar air:

  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius selama empat hari atau lebih. Apalagi, jika suhu tubuh Si Kecil tidak kunjung turun meskipun sudah diberikan obat penurun panas.
  • Si Kecil mengalami sesak napas atau batuk hebat.
  • Lesi atau bintik-bintik cairan mengeluarkan nanah atau menjadi kemerahan, bengkak, hangat, meluas, dan nyeri.
  • Si Kecil merasakan nyeri kepala hebat.
  • Si Kecil mengalami penurunan kesadaran, seperti terus mengantuk, tampak bingung, serta sulit dibangunkan.
  • Si Kecil kesulitan berjalan.
  • Si Kecil sulit melihat atau silau terhadap cahaya.
  • Si Kecil terlihat lemah dan sangat lesu.
  • Si Kecil muntah-muntah hebat sehingga sulit makan.
  • Si Kecil mengalami kaku di area leher.

Dengan mencermati gejala dan cara mengobati cacar air pada Si Kecil, Bunda kini bisa lebih sigap saat Si Kecil terserang penyakit akibat infeksi virus varicella-zoster. Penanganan dan pengobatan yang tepat dapat mengurangi rasa tidak nyaman yang mengganggu Si Kecil saat menderita cacar air. Si Kecil pun bisa lekas pulih dan tersenyum kembali.

Lihat Artikel Lainnya