Brain Gym: Pengertian, Jenis, dan Manfaat bagi Perkembangan Anak

Morinaga Platinum ♦ 30 Agustus 2021

Periode emas pada Si Kecil tentu saja tidak bisa dilewatkan begitu saja. Pada saat Si Kecil menginjak usia 0-6 tahun, akan lebih baik bila Bunda memberinya berbagai stimulasi tepat untuk membantu peningkatan kualitas kecerdasannya. Pasalnya, pada usia tersebut, otak Si Kecil sedang dalam masa-masanya berkembang dan daya serapnya pun masih sangat kuat. Semakin sering Bunda memberinya stimulasi, semakin cepat dan signifikan pula perkembangan otaknya. Kecerdasan intelektual Si Kecil pun jadi semakin terasah.

Salah satu stimulasi yang dapat Bunda gunakan adalah dengan mengajak Si Kecil melakukan brain gym atau senam otak. Ternyata, otak juga bisa berolahraga ya, Bun? Tapi, apa itu brain gym, bagaimana gerakannya, dan apa manfaatnya untuk tumbuh kembang Si Kecil? 

Pengertian Brain Gym

Sebagian besar orang mungkin masih asing dengan brain gym ini. Bunda pun pasti juga penasaran seperti apa sih stimulus anak yang satu ini. Bahkan, kebenaran tentang apakah olahraga otak ini benar-benar bisa membuat Si Kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas pun masih sering dipertanyakan oleh banyak orang. 

Brain gym adalah rangkaian gerakan dan sentuhan yang bisa merangsang otak agar dapat bekerja secara optimal. Aktivitas sederhana tersebut dapat mengalirkan energi vitalitas ke otak loh, Bun. Dengan demikian, saraf otak akan dapat berkembang lebih pesat sehingga dapat memaksimalkan potensi penuhnya.  

Dipelopori oleh Dr. Paul E Dennison, senam untuk menstimulus otak ini dapat dilakukan oleh siapa saja. Tapi biasanya, senam satu ini lebih banyak dipraktekkan oleh para pelajar. Alasannya, gerakan-gerakan brain gym untuk anak SD ternyata mampu meningkatkan konsentrasi mereka saat belajar sekaligus menajamkan daya tangkap mereka.

Nah, kalau Bunda ingin otak sang buah hati lebih terstimulus, bisa banget loh Bunda mengajak mereka untuk mempraktekkan gerakan-gerakan brain gym ini sejak dini. Dengan rutin melakukan senam otak ini, bagian otak Si Kecil yang masih terhambat dapat terbuka dan dapat berkembang dengan optimal. Bunda sendiri juga bisa loh mendapatkan manfaatnya sambil mengajari mereka.

Manfaat Brain Gym bagi Perkembangan Anak

Berdasarkan penjelasan singkat di atas, Bunda pasti sudah bisa menebak kalau brain gym memiliki banyak manfaat terhadap kecerdasan dan kemampuan belajar anak, dong. Tapi, kalau Bunda masih belum yakin akan hal itu, tidak perlu bingung. Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat manfaat senam otak ini yang sudah diteliti oleh para pelaku brain gym Indonesia.

Membuat Tubuh Lebih Bersemangat

Senam ini sangat cocok dilakukan saat sedang suntuk. Pasalnya, aktivitas ini dapat merangsang sel-sel saraf dan akan membuat tubuh jadi lebih bersemangat. Dengan melakukan senam brain gym ini, Bunda dapat mengistirahatkan diri dari segala aktivitas sambil menstimulus otak Si Kecil agar kembali bersemangat.

Merangsang Fungsi Otak

Tujuan utama dari gerakan brain gym adalah untuk menyinkronkan cara kerja otak kanan dan otak kiri agar seimbang. Dengan begitu, fungsi otak akan terasah dan lebih teroptimalkan. Karena alasan itulah Bun, banyak psikolog yang merekomendasikan brain gym untuk anak. 

Meningkatkan Daya Ingat

Seperti yang telah dibahas di atas, olahraga ringan satu ini sangat bagus untuk menajamkan daya ingat serta meningkatkan konsentrasi. Dengan banyak melakukan gerakan ini, Si Kecil akan lebih cepat mencerna informasi apa pun yang dia lihat, dengar, bau, dan rasakan. Karena itulah, otaknya pun berkembang lebih pesat dibandingkan teman-teman seusianya. 

Selain ketiga manfaat di atas, masih ada banyak manfaat lainnya loh, Bun. Bahkan, brain gym dipercaya dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk mengontrol emosi Si Kecil. Selain itu, gerakan-gerakan sederhana ini dapat membantu mengurangi stress juga.

Macam-Macam Gerakan Brain Gym

Ada sekitar 26 gerakan berbeda dalam rangkaian senam stimulus otak ini. Masing-masing dari gerakan tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri. Meskipun demikian, semua gerakan tersebut dapat dikombinasikan menjadi satu dan dilakukan secara bergantian. 

Meskipun ada sebanyak itu, gerakan brain gym bisa dibagi ke dalam tiga macam gerakan loh Bun. Ketiga macam gerakan tersebut yaitu gerakan menyeberangi garis tengah, gerakan meregangkan otot, dan gerakan meningkatkan energi dan penguatan sikap. Penjelasan lebih lengkapnya bisa dilihat di bawah ini.

Gerakan Menyeberangi Garis Tengah (The Middle Movement)

Jenis gerakan ini fokus pada sinkronisasi gerakan tubuh bagian kiri dan kanan dengan melewati bagian tengah tubuh. Biasanya, gerakan ini akan membuat bagian kiri dan bagian kanan tubuh untuk saling tumpang tindih. Tujuannya adalah agar otak bagian kanan dan kiri dapat saling sinkron dan bekerja sama.

Adanya hubungan antara kerja otak kanan dan otak kiri tersebut akan melatih kemandirian dan koordinasi seluruh tubuh. Hal tersebut juga akan meningkatkan kemampuan belajar melalui penglihatan jarak dekat. 

Gerakan Meregangkan Otot (Lengthening Activities)

Berbeda dengan sebelumnya, gerakan-gerakan tipe ini ditujukan untuk meregangkan otot tubuh sehingga dapat menguatkan dan mengembangkan hubungan-hubungan saraf. Gerakan ini cocok banget loh untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Si Kecil, Bun. Pasalnya, dengan menguatkan hubungan saraf, informasi yang ada di otak belakang pun dapat diolah dan diterjemahkan ke otak bagian depan.

Selain itu, gerakan-gerakan dalam lengthening activities ini juga membantu mengurangi gangguan keseimbangan akibat kontraksi otot yang membuat anak menjadi lesu, canggung, dan mudah teralihkan pikirannya. Dengan meregangkan otot-ototnya, maka fokus Si Kecil dalam belajar pun dapat kembali ditingkatkan. Hal tersebut tentu bagus untuk meningkatkan kualitas belajar mereka.

Gerakan Meningkatkan Energi dan Penguatan Sikap (Energy Exercises and deepening attitude)

Gerakan-gerakan dalam brain gym ini juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan energi, loh. Hubungan-hubungan saraf antara tubuh dan otak pun dapat diaktifkan kembali oleh gerakan-gerakan ini. Dengan begitu, energi elektromagnetik pun dapat dengan mudah disalurkan ke seluruh tubuh. 

Hal tersebut juga sangat membantu dalam pemunculan sikap ataupun emosi positif sekaligus kepercayaan diri. Semakin Si Kecil merasa percaya diri, semakin meningkat pula konsentrasi, mentalnya. Kemampuannya dalam berstrategi serta keberaniannya dalam mengambil risiko dan tantangan pun akan lebih terpicu.

Jenis Gerakan Brain Gym Sesuai Usia

Gerakan-gerakan brain gym memerlukan pengulangan dan konsentrasi penuh. Oleh karena itu, ada baiknya kalau Bunda mengajak Si Kecil untuk mengikuti gerakan brain gym ini sebanyak tiga kali dalam sehari. Namun, jangan terlalu memaksanya ya, Bun. 

Sesuaikan saja dengan rutinitas anak tanpa harus membuatnya merasa stress dan seakan dipaksa untuk terus mengulangi gerakan tersebut. Pastikan senam otak ini menjadi kegiatan menyenangkan bagi mereka. Nah, agar senam otak ini bisa dilakukan sebagai aktivitas bermain anak, maka gerakan-gerakannya pun disesuaikan dengan usia mereka. Yuk coba perhatian pembagian gerakan berdasarkan usia di bawah ini.

Usia 0 – 6 Bulan

Sakelar Otak

Gerakan sakelar otak ini sangat tepat dilakukan jika Bunda ingin mengoptimalkan keterampilan motorik halus Si Kecil. Selain itu, tengkuk dan bahu akan terasa lebih santai dan cadangan energi pun meningkat drastis setelah melakukan gerakan tersebut. Gerakan ini juga dapat meningkatkan penerimaan oksigen dalam tubuh, loh.

Caranya pun mudah. Gunakan satu tangan untuk memijat jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada selama 20 hingga 30 menit. Tidak hanya itu, gunakan tangan yang satu lagi untuk memijat bagian sebelah kanan atau kiri pusar. 

Tombol Bumi 

Gerakan ini berfungsi untuk mengaktifkan energi otak tengah sehingga dapat menyeimbangkan emosi dan mengaktifkan kemampuan melihat atas dan bawah. Gerakannya hanya dengan memijat titik di bawah bibir dengan satu tangan, sementara tangan lain di tulang kemaluan.

Tombol Angkasa 

Gerakan ini juga sama sederhananya. Bunda bisa menstimulus energi ke otak dengan memijat titik di atas bibir dengan satu tangan, sementara tangan lain memegang tulang ekor. Tombol Angkasa ini juga bagus untuk menyeimbangkan kemampuan melihat jauh dekat serta menyeimbangkan emosi Si Kecil.

Usia 6 Bulan - 1 Tahun

Gerakan Homolateral Gerakan Tubuh Satu Sisi 

Gerakan yang berfungsi untuk menekankan perkembangan otak di bagian tertentu ini dapat dilakukan dengan menggerakan satu sisi badan saja. Bunda dapat melatih gerakan ini dengan membiarkan Si Kecil merayap untuk menggapai suatu benda dengan satu tangan untuk menjangkau dan kaki di bagian yang sama mengikutinya. Selain itu, pada saat Si Kecil berusaha membalikkan tubuhnya, biarkan dia bertumpu di satu sisi saja.

Gerakan Menyilang 

Untuk mengaktifkan koordinasi antara bagian otak kiri dan otak kanan, gerakkan anggota badan secara menyilang. Misalnya saja, gerakkan tangan kanan Si Kecil bersamaan dengan kaki kiri, begitu pun sebaliknya. Gerakkan tangan kiri bersamaan dengan kaki kanannya.

Usia 1-2 Tahun

Gerakan Menyilang

Masih sama seperti usia sebelumnya, ajak Si Kecil untuk melakukan gerakan menyilang ini. Gerakan ini bisa dimulai dengan menggerakkan kaki kiri Si Kecil berbarengan dengan tangan kanannya, begitu pula sebaliknya, sementara kaki kanan digerakkan bersama dengan tangan kiri. Dengan gerakan menyilang semacam itu, syaraf dan anggota tubuh Si Kecil akan lebih terkoordinasi. 

Tombol Imbang (Balance Button) 

Tombol Imbang bertujuan agar ketiga otak kiri-kanan, atas-bawah, dan belakang-depan dapat bekerja secara seimbang. Caranya cukup mudah. Bunda dapat mengajak Si Kecil untuk menyentuh belakang telinga dengan satu tangan, sementara tangan yang lain menyentuh pusar. 

Usia 2-3 Tahun

Pasang Telinga 

Gerakan Pasang Telinga juga sering disebut dengan nama “the thinking cap”. Inti dari gerakan ini adalah memijat lembut daun telinga dengan ibu jari dan jari telunjuk sambil menariknya keluar, mulai dari lengkungan atas hingga daun telinga bagian bawah. Fungsinya adalah untuk membedakan persepsi memori auditori, mendengarkan suaranya sendiri saat berbicara dengan kedua telinga. 

Lazy 8

Pada dasarnya, hampir semua gerakan brain gym sangatlah mudah. Namun gerakan lazy 8 ini kelewat mudah untuk dilakukan oleh siapa saja loh, Bun. Pasalnya, Bunda hanya perlu meminta Si Kecil untuk menggerakan kedua tangan untuk menggambar angka 8 dalam posisi tidur. Angka 8 tersebut bisa digambar di udara ataupun di papan tulis. Tujuan dari gerakan menggambar angka 8 ini adalah untuk mengaktifkan fungsi mata kanan dan kiri serta mengintegrasikan bidang kanan dan kiri.

Semua Gerakan di Atas

Nah, pada usia ini anak sudah bisa mengingat dan melakukan gerakan sendiri. Ulangi gerakan-gerakan di atas dan minta mereka mengikuti gerakan-gerakan tersebut. Agar Si Kecil tidak bosan, Bunda dapat memvariasikan gerakan-gerakan tersebut dan juga mengikuti tips-tips menarik lainnya.

Tips Agar Brain Gym Menyenangkan Bagi Anak

Untuk memaksimalkan gerakan brain gym untuk anak ini, usahakan agar kegiatan ini sebisa mungkin menjadi menyenangkan dan dapat dinikmati oleh Si Kecil. Nah, untuk mewujudkan hal tersebut, ada banyak tips yang bisa Bunda ikuti. Beberapa di antaranya adalah sebagaimana di bawah ini:

  • Mengiringi senam otak ini dengan musik yang menyenangkan, berirama tenang, atau disukai anak
  • Memodifikasi ruangan sehingga terlihat menyenangkan dan nyaman bagi anak 
  • Pastikan baju yang dikenakan Si Kecil nyaman dan memudahkannya dalam bergerak
  • Berikan air putih sebelum memulai senam agar Si Kecil tidak kehausan di tengah senam sehingga memengaruhi suasana hatinya
  • Pastikan Bunda sendiri juga harus rileks dan menikmatinya sehingga anak pun akan terbawa suasana hati Bunda selama latihan

Nah, itu dia penjelasan apa itu brain gym beserta manfaat dan jenis-jenis gerakan yang bisa Bunda ajarkan pada Si Kecil sesuai dengan perkembangan umurnya. Meskipun telah mengupayakan berbagai stimulasi otak, Bunda tetap perlu memperhatikan asupan gizi seimbang mereka. Jangan lupa, berikan susu pertumbuhan yang tepat untuk mendukung kecerdasan otak Si Kecil.

Morinaga Platinum MoriCare Triple Bifidus merupakan susu pertumbuhan yang akan membantu Si Kecil dalam mendukung perkembangan kecerdasan otak Si Kecil.  

Kandungan nutrisi serta gizi yang berkualitas pada Morinaga Platinum MoriCare Triple Bifidus akan menyiapkan Si Kecil menjadi Generasi Platinum yang Multitalenta.

Selain itu, beberapa kandungan yang ada pada Morinaga Platinum MoriCare Triple Bifidus meliputi AA & DHA untuk membentuk struktur otak, Kolin untuk memperkuat daya ingat, zat besi untuk meningkatkan konsentrasi  selama belajar, dan lainnya

Nah, demikian penjelasan lengkap mengenai jenis dan manfaat brain gym yang perlu diketahui Bunda untuk meningkatkan perkembangan Si Kecil. Yuk, saatnya mempraktekkan beragam gerakan brain gym secara benar bersama Si Kecil.

Lihat Artikel Lainnya