Artikel Terbaru Artikel Terbaru

Batuk Pilek Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Morinaga Platinum ♦ 3 April 2022

Batuk pilek (common cold atau selesma) merupakan penyakit yang sering menimpa Si Kecil. Biasanya, batuk pilek anak akan terjadi beberapa kali dalam setahun. Oleh karena itu, Bunda perlu mengetahui akan gejala, penyebab, serta cara mengatasi penyakit batuk pilek agar dapat merawat Si Kecil dengan baik ketika ia sakit.

 

Gejala Batuk Pilek Anak

Gejala merupakan tanda-tanda atau ciri-ciri penyakit yang dapat dirasakan. Oleh karena itu, Bunda perlu tahu mengenai gejala batuk pilek anak agar Bunda dapat mengambil tindakan yang tepat dalam membantu Si Kecil mengatasi penyakit ini.  Berikut merupakan gejala-gejala batuk pilek:

  1. Bersin-bersin
  2. Hidung tersumbat
  3. Batuk
  4. Sakit tenggorokan
  5. Demam
  6. Nyeri dada
  7. Nyeri otot
  8. Hilangnya nafsu makan
  9. Sakit kepala

 

Perlu diketahui bahwa gejala batuk pilek sangat mirip dengan gejala flu. Namun, gejala berupa demam, nyeri otot, nyeri dada, dan sakit kepala pada penyakit batuk pilek anak lebih jarang muncul serta lebih ringan daripada penyakit flu. Selain itu, gejala berupa bersin-bersin, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan lebih sering muncul pada penyakit batuk pilek dibandingkan dengan flu.

 

Gejala-gejala tersebut umumnya muncul secara bertahap. Biasanya, gejala batuk pilek anak diawali dengan sakit tenggorokan yang akan membaik selama 1-2 hari. Kemudian gejala berupa bersin-bersin, hidung tersumbat, dan batuk akan muncul saat hari ke-4 atau ke-5. 

 

Penyebab Batuk Pilek Anak

Batuk pilek anak umumnya disebabkan oleh kelompok virus Human rhinovirus (HRV). Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh coronavirus, adenovirus, human parainfluenza virus (HPIV), dan respiratory syncytial virus (RSV). 

 

Batuk dan pilek biasa bisa disebabkan karena infeksi virus pada hidung, tenggorokan, dan sinus. Tidak seperti orang dewasa, Si Kecil mudah terkena penyakit batuk pilek, dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya masih belum cukup kuat untuk melawan virus-virus tersebut.

Baca juga: Sikapi Batuk pada Si Kecil dengan Bijak

Sebelum berusia 7 tahun, Si Kecil memiliki kekebalan tubuh yang belum kuat sepenuhnya sehingga ia dapat dengan mudah terpapar virus-virus tersebut. Selain itu, saluran pernapasan atas Si Kecil belum sepenuhnya berkembang sampai setelah usia sekolah.

 

Si Kecil terpapar virus-virus tersebut dapat dikarenakan tertular dari orang-orang di sekitarnya, seperti keluarga, teman, dan lainnya. Jikalau ada orang yang disekitarnya terkena batuk pilek, kemungkinan besar Si Kecil juga dapat tertular. Dilansir dari Mayo Clinic, virus dapat menempel di permukaan benda seperti meja, kursi, gagang pintu, dan lainnya. Virus tersebut bahkan bertahan di luar tubuh manusia dan menempel di permukaan  dalam beberapa jam. 

 

Musim juga dapat berpengaruh kepada penyakit batuk pilek. Si Kecil akan lebih sering mengalami penyakit batuk pilek pada musim penghujan. Menurut Medical Youth Research Club, keadaan dingin saat hujan penyempitan pembuluh darah hidung yang mengakibatkan sel-sel imun dalam darah menjadi lebih sedikit. Ini yang menyebabkan imunitas tubuh Si Kecil menurun saat cuaca dingin. Hal itu tentu saja dapat mempermudah virus dalam menyerang tubuh manusia. 

 

Cara Mengatasi Batuk Pilek Anak

Batuk pilek anak dapat diatasi dengan langkah-langkah yang sederhana. Bunda dapat mengikuti cara-cara di bawah ini :

 

Pastikan Tidur Si Kecil Cukup

Istirahat yang cukup merupakan hal yang penting dalam masa penyembuhan. Tidur yang cukup dapat memberikan energi untuk Si Kecil dalam melawan penyakitnya dan juga untuk memulihkan tubuhnya.

 

Jika daya tahan tubuh Si Kecil membaik, maka akan sulit bagi virus untuk tetap berada di tubuhnya.Oleh karena itu, pastikan Si Kecil mendapatkan tidur yang cukup setiap hari dalam masa pemulihan. Jika Si Kecil ingin bermain, pastikan ia hanya bermain di dalam rumah dan tidak mengeluarkan energi lebih.

Baca juga: Lakukan Ini Jika Pilek Si Kecil Tak Kunjung Sembuh

Berikan Lebih Banyak Air Putih & Minuman Hangat

Air putih dapat mengencerkan dahak di saluran pernapasan Si Kecil, sehingga dahak tersebut dapat lebih mudah dikeluarkan. Selain itu, air putih dapat menghindarkan Si Kecil dari dehidrasi yang dapat memicu penyakit lain untuk Si Kecil. 

 

Selain air putih, Bunda dapat memberikan Si Kecil minuman hangat, seperti teh. Minuman hangat juga dapat meringankan penyakit batuk pilek dan meredakan sakit tenggorokan. Jika Si Kecil masih minum ASI, Bunda dapat melanjutkan pemberiannya untuk Si Kecil karena ASI mengandung antibodi yang  dapat meningkatkan imunitas serta membantu Si Kecil untuk pulih dari penyakit ini dengan lebih cepat. 

 

Berikan Madu untuk Si Kecil

Madu dipercaya dapat meringankan batuk dan sakit tenggorokan. Bunda dapat memberikan madu kepada Si Kecil jika ia sudah berusia di atas 1 tahun. Bunda cukup berikan madu sebesar setengah sendok teh kepada Si Kecil sebelum ia tidur. Selain itu, Bunda juga dapat mencampur 2 sendok teh madu dengan perasan air lemon atau teh hangat untuk Si Kecil.

 

Oleskan Balsam Khusus Anak

Bunda dapat mengoleskan balsam khusus anak atau bayi pada dada, leher, dan punggung Si Kecil. Balsam dipercaya dapat meringankan batuk pilek pada Si Kecil. Perlu diperhatikan untuk tidak mengoleskannya hingga ke lubang hidung karena akan terasa pedih untuk Si Kecil.

 

Berikan Obat kepada Si Kecil

Bunda juga dapat meringankan gejala hidung tersumbat Si Kecil dengan obat batuk khusus bayi dan anak. Namun, perlu diingat untuk membaca dan mengikuti petunjuk pemakaian obat tersebut, karena sebagian produk obat tidak cocok untuk bayi, anak-anak, dan penderita penyakit tertentu. Bunda dapat menanyakannya kepada apoteker atau dokter bila perlu.

 

Menjaga Suhu di Sekitar Si Kecil

Suhu hangat dan lembab dapat membantu melegakan pernapasan Si Kecil. Bunda dapat menggantungkan tirai yang tebal pada pintu, jendela, atau celah-celah lainnya yang dapat membawa udara dingin masuk dengan tirai yang tebal agar dapat mengurangi udara dingin masuk ke kamar Si Kecil.

 

Posisikan Kepala Si Kecil Lebih Tinggi saat Berbaring

Bunda dapat menggunakan bantal tambahan untuk menopang kepala Si Kecil saat ia berbaring. Hal ini dapat membantu pernapasan Si Kecil yang tersumbat agar menjadi lebih lega. Namun, cara ini tidak boleh diterapkan kepada Si Kecil yang berusia di bawah 1 tahun karena dapat meningkatkan risiko terjadinya SIDS. SIDS merupakan sindrom kematian bayi secara mendadak tanpa gejala apapun.

 

Biasanya batuk pilek dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 1-2 minggu. Jika batuk pilek masih belum kunjung membaik setelah 10 hari serta Si Kecil juga mengalami demam tinggi (>38°C), sesak nafas, tidak mau makan dan menyusu, atau jika dahak & ingusnya berwarna kuning / hijau maka sebaiknya Bunda membawanya pergi ke dokter secepatnya. 

 

Dan jika muncul komplikasi batuk pilek (seperti serangan asma, sinusitis, pneumonia, bronkitis, bronkiolitis, dan infeksi telinga bagian tengah), Bunda harus segera membawa Si Kecil pergi ke dokter terdekat. 

Cara Mencegah Batuk Pilek pada Si Kecil

 

Penyakit batuk pilek dapat dicegah dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun. Bunda dapat mengajari Si Kecil untuk selalu mencuci tangannya, seperti saat sebelum & sesudah makan, sehabis dari kamar mandi, dan setelah bermain. Bunda juga dapat mengajarkan Si Kecil untuk menutup mulut dan hidungnya saat bersin / batuk agar mencegah penularan virus.

 

Selain itu, Bunda dapat mencegah penyakit batuk pilek dengan mencukupi nutrisi Si Kecil. Bunda dapat melengkapi kebutuhan nutrisinya dengan Morinaga Chil Kid Platinum yang diperkaya dengan MoriCare+ Triple Bifidus dan kandungan Vitamin lainnya yang membantu jaga daya tahan tubuh Si Kecil terhadap penyakit.

 

Batuk pilek anak memang sering terjadi. Bunda dapat mengenalinya melalui gejala-gejala dan mengobatinya sesuai dengan cara-cara sederhana yang dijelaskan sebelumnya. Namun, janganlah menganggapnya remeh dan segera membawa Si Kecil ke dokter jika penyakitnya menjadi semakin serius. Semoga artikel ini dapat membantu Bunda dalam melawan penyakit batuk pilek Si Kecil.

Lihat Artikel Lainnya