Mengapa Ada Etika Batuk dan Bersin?

Morinaga Platinum ♦ 1 April 2017

Mengapa Ada Etika Batuk dan Bersin?

Batuk dan bersin merupakan kegiatan yang wajar dilakukan manusia untuk menolak penyakit. Namun, kita tetap punya aturan lho untuk melakukan bersin ini. Tujuannya, supaya bersin kita tidak sampai menularkan penyakit kepada orang lain.

Kenapa Kita Bersin?

Bersin merupakan reaksi karena ada benda asing yang hendak masuk ke tubuh kita melalui hidung. Contoh benda asing ini antara lain debu atau bulu hewan. 

Ketika benda asing terhirup oleh hidung kita, rambut-rambut dalam hidung kita akan mengusir benda tersebut. Sehingga terjadilah bersin.

Kadang-kadang yang dianggap benda asing bukanlah benda yang terhirup, melainkan lendir yang dihasilkan hidung kita sendiri. Lendir ini menghalangi saluran pernafasan, sehingga menyulitkan kita bernafas. Rambut hidung kita akan bereaksi terhadap lendir ini dan berusaha mengeluarkannya. Maka terjadilah bersin.

Lendir yang dihasilkan hidung kita merupakan reaksi terhadap infeksi mikroba. Mikroba ini dapat berupa virus influenza, virus cacar, virus SARS, bakteri, kuman TBC, atau jamur, yang masuk ke tubuh kita. Sehingga, bersin merupakan reaksi tubuh kita untuk menolak sumber penyakit tersebut.

Apa yang Terjadi Saat Bersin?

Ketika kita bersin, lendir dari hidung kita akan keluar dan mendarat di benda-benda sekitar kita. Sebenarnya, hidung kita merupakan tempat tinggal virus atau bakteri lho. Jika kita bersin, virus/bakteri tersebut akan keluar bersama lendir tersebut.

Namun, jika lendir dari hidung kita ini sampai mendarat pada tubuh orang lain, maka virus/bakteri tersebut akan mampu memasuki tubuh orang lain. Jika orang lain itu tidak memiliki daya tahan tubuh yang kuat, maka ia akan terkena penyakit.

Inilah sebabnya, kita tidak boleh bersin sembarangan, apalagi batuk sembarangan. Kita sangat diharuskan bersin untuk mengeluarkan bibit penyakit dari hidung kita. Namun, virus/bakteri yang hinggap dalam bersin kita tidak boleh sampai menulari orang lain. Karena itu, kita harus mengenal etika bersin.

Etika Batuk dan Bersin yang Benar

Ajarkan Si Kecil batuk dan bersin dengan benar menggunakan cara berikut:

  1. Saat terasa akan batuk maupun bersin, tutupi hidung dan mulut Si Kecil menggunakan tisu sekali pakai. Kemudian, buang tisu bekas tersebut setelah terkena batuk atau bersin.
  2. Apabila tidak ada tisu, tutupi hidung dan mulut menggunakan siku bagian dalam
  3. Hindari menutupi batuk atau bersin menggunakan telapak tangan. Sebab, telapak tangan sering menyentuh berbagai permukaan benda. Akibatnya, kuman pun berpindah ke permukaan tersebut.
  4. Jika tidak sengaja menutupi batuk atau bersin menggunakan telapak tangan, segera cuci tangan sebelum menyentuh apa pun. Si Kecil juga harus rutin mencuci tangan menggunakan sabun saat sedang sakit batuk atau pilek. Demikian pula, jika Si Kecil baru selesai menggunakan toilet atau hendak makan ya, Bunda.

Demikian pula, Bunda, jika Si Kecil sedang pilek atau batuk, sebaiknya tetap tinggal di rumah. Jika ia bermain bersama orang lain, ia akan bersin dan batuk tidak sengaja, sehingga dapat menulari orang lain. Biasakan juga memakai masker saat berkontak dengan orang lain ya, Bunda.

Jika tiap orang mempraktekkan kebiasaan sehat, maka penyakit yang menular melalui udara pun akan berkurang. Nah, mulai sekarang, selalu terapkan etika batuk dan bersin yang benar ya, Bunda.

Lihat Artikel Lainnya