Baca Ini Dulu Sebelum Si Kecil Belajar Seru di Sekolah Alam

Morinaga Platinum ♦ 2 Oktober 2017

Sekarang ini, banyak sekali sekolah yang bisa Ayah dan Bunda pilih untuk Si Kecil. Tiap sekolah memiliki pendekatan, cara pengajaran, dan nilai-nilai yang berbeda. Kini banyak sekolah menerapkan pendekatan belajar aktif, tidak menekankan pada ujian, dan merangsang keingintahuan Si Kecil sehingga bisa mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Salah satu “jenis” sekolah yang belakangan ini cukup banyak diperbincangkan adalah sekolah alam. Seperti apa, sih, sekolah alam itu?

Sekolah alam, seperti namanya, menawarkan metode belajar yang berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Sekolah alam menggunakan alam sebagai media utama pembelajaran murid. Jadi Si Kecil akan lebih banyak beraktivitas di luar ruangan ketimbang di dalam ruangan.

Dalam konsep pendidikan sekolah alam, terdapat tiga fungsi alam, yaitu:

  • Alam sebagai ruang belajar
  • Alam sebagai media dan bahan mengajar
  • Alam sebagai objek pembelajaran

Contohnya, ketika Si Kecil belajar mengenai tumbuh-tumbuhan maka ia akan melihat langsung jenis dan variasi tumbuhannya. Tidak hanya membaca dari buku saja. Dengan metode belajar seperti ini diharapkan ia lebih semangat belajar dan tidak bosan.

Belajar dengan media alam dapat mengembangkan kecerdasan naturalis Si Kecil, lho. Kecerdasan naturalis adalah kecerdasan mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungan. Si Kecil akan lebih menghargai lingkungannya.

Tiap anak bisa bersekolah di sekolah alam. Tapi akan lebih baik sebelum memutuskan, Ayah dan Bunda ketahui dulu gaya belajar Si Kecil. Untuk anak dengan gaya belajar visual, metode pembelajaran dengan menggunakan benda bergerak seperti yang digunakan di sekolah alam kadang bisa menjadi tantangan. Untuk mengetahui gaya belajar yang sesuai dengan Si Kecil, Ayah dan Bunda dapat mengamati kesehariannya dalam beraktivitas.

Ketika diperkenalkan hal baru, apakah Si Kecil lebih cepat belajar melalui gambar-gambar dan membaca seperti pada anak dengan gaya belajar visual. Ataukah dengan banyak mendengarkan seperti anak dengan gaya belajar auditori. Atau justru gaya belajar kinestetik di mana Si Kecil lebih tertarik untuk banyak berinteraksi dengan objek pembelajarannya.

Karena banyak aktivitas dilakukan di luar ruang, maka sekolah alam membutuhkan area yang luas. Oleh karena itu, lokasi sekolah alam umumnya tidak di pusat kota. Jumlah sekolah alam juga belum banyak sehingga jumlah peminat dan daya tampung mungkin tidak sebanding. Dari segi biaya, anggarannya relatif besar karena sekolah harus melakukan pemeliharaan semua media yang dijadikan bahan pembelajaran.

Seperti halnya sekolah dengan metode berbeda, sekolah alam memiliki sisi positif dan negatif juga. Terpenting adalah Si Kecil tertarik dengan metode pembelajaran dan bisa belajar efektif melalui sekolahnya.

Lihat Artikel Lainnya