Atasi Ketakutan Si Kecil dengan 3 Langkah Mudah

Oleh: Morinaga Platinum

Ketakutan berlebihan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Si Kecil. Ketika dihadapkan pada situasi yang membuatnya takut biasanya reaksi Si Kecil adalah berteriak atau menangis. Ketakutan berlebihan ini tidak jarang menyebabkan depresi, kecemasan, serta kepanikan yang parah. Sampai sekarang, penyebab fobia belum diketahui secara jelas namun ada beberapa faktor yang diduga bisa menyebabkan kondisi tersebut, antara lain:

  • Peristiwa traumatis. Beberapa contoh peristiwa yang dapat membuat seseorang  trauma hingga akhirnya memicu munculnya fobia misalnya pengalaman diserang hewan tertentu atau terjebak di ruang sempit seperti elevator.
  • Memiliki Ayah atau Bunda yang menderita fobia. Memori dapat diturunkan kepada generasi berikutnya melalui DNA. Hal tersebut ditegaskan oleh penelitian yang dilakukan oleh Emory University School of Medicine di Atlanta. Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa tikus percobaan menurunkan memori traumatis kepada turunannya. Dalam kasus tersebut, memori traumatisnya adalah ketakutan terhadap wangi bunga sakura.

Ayah dan Bunda dapat membantu Si Kecil mengatasi rasa takutnya sehingga rasa tersebut tidak berevolusi menjadi reaksi fobia. Lakukan kiat-kiat berikut ini:

Kenalkan pada hal yang membuatnya takut

Rasa takut bisa terjadi karena Si Kecil belum mengenal objek yang ia takuti. Oleh karena itu, kenalkanlah ia pada hal yang membuatnya takut. Misalnya, jika ia takut kucing, berikan informasi yang lengkap dan menarik seputar hewan tersebut, disertai dengan gambar-gambar lucu dari televisi atau buku cerita.

Hadapkan Si Kecil pada ketakutannya

Si Kecil tidak akan bisa mengatasi ketakutannya apabila ia tidak mencoba untuk menghadapinya. Pastikan ia tidak menghindari sumber ketakutannya. Misalnya, Si Kecil takut menjadi pusat perhatian. Ayah dan Bunda bisa melatihnya untuk lebih sering bersosialisasi (memasukkannya ke kursus atau lebih sering mengajaknya bermain dengan teman-teman (playdate) dan lainnya). Menghindari sumber ketakutan hanya akan menjadi solusi sementara, namun cara tersebut tidak akan membantu Si Kecil mengatasi ketakutannya dengan efektif.

Jangan menertawakan Si Kecil

Penyebab rasa takut muncul berbeda untuk tiap orang. Mungkin Ayah dan Bunda menganggap penyebab ketakutan Si Kecil adalah sesuatu yang lucu. Namun, rasa takutnya adalah hal yang serius bagi Si Kecil. Tunjukkan padanya bahwa Ayah dan Bunda bersimpati sekaligus siap membantunya. Ia perlu tahu bahwa Bunda dan Ayah selalu berada di sisinya untuk memberikan dukungan yang ia butuhkan.

Kunci untuk mengatasi rasa takut dan cemas adalah dengan menghadapinya, bukan menghindarinya. Pastikan Ayah dan Bunda menyampaikan pada Si Kecil bahwa tidak ada yang harus ia takuti, ia dalam keadaan aman, dan semuanya akan baik-baik saja. Rasa nyaman lama kelamaan akan meningkatkan pertahanan mentalnya dan ia pun akan bisa mengalahkan ketakutannya.

Milestone Lainnya