Apakah ‘Caper’ Termasuk Gangguan Kepribadian?

Morinaga Platinum ♦ 1 Februari 2017

Hampir semua anak senang mendapat perhatian atau pengakuan atas hal baik yang telah ia capai atau lakukan. Lantas, apakah ada batas tidak wajar untuk perilaku tersebut?

Coba perhatikan sikap Si Kecil ketika menerima pujian, apakah ekspresinya berlebihan? Apabila ekspresi tersebut dibarengan dengan perilaku yang terlalu mencari perhatian, bisa jadi Si Kecil memiliki kecenderungan histrionic personality disorder.

Menurut American Psychiatric Association (APA), histrionic personality disorder didefinisikan sebagai gangguan kepribadian yang ditandai dengan emosi berlebihan dalam mencari perhatian, termasuk kebutuhan yang berlebihan untuk bisa diterima oleh lingkungan. Gangguan ini membuat seseorang haus perhatian.

Proses perkembangan kepribadian seseorang tidak lepas dari pola asuh masa kecilnya. Psikolog dari Universitas Indonesia, Bona Sardo, mengatakan bahwa gangguan kepribadian histrionik biasanya terjadi karena beberapa hal, misalnya kejadian di masa lalu atau merupakan manifestasi dari ketidakpuasan yang ada dalam diri Si Kecil.

Menurut Bona, beberapa faktor penyebab gangguan histrionik antara lain ingin terlihat menonjol, merasa kurang perhatian, dan banyak situasi yang terjadi tidak sesuai dengan keinginannya. Bahkan, gangguan tersebut bisa dipicu oleh Ayah dan Bunda yang terus membiarkan dirinya menjadi pusat perhatian sehingga Si Kecil tak lagi tahu mana yang benar dan salah.

Bona mengatakan, “Kalau Si Kecil melakukan kesalahan, katakan bahwa itu salah. Sesekali, biarkan dia membuat kesalahan. Ini dimaksudkan agar ia mengerti bahwa tidak ada yang sempurna dalam hidup.”

Tanda Si Kecil Memiliki Gangguan Kepribadian Histrionik

Perhatikan tingkah laku sehari-hari  Si Kecil dan kenali apakah ia memiliki kecenderungan mempunyai gangguan kepribadian, yaitu:

1. Merasa harus selalu menjadi pusat perhatian
Ciri utama gangguan kepribadian histrionik adalah mencari perhatian. Si Kecil yang memiliki kecenderungan atas gangguan ini terlihat tidak bersemangat saat ia tidak menjadi pusat perhatian.

2. Mudah terpengaruh
Si Kecil yang memiliki gangguan ini akan sangat mudah dipengaruhi oleh orang lain, selama hal itu dapat memberinya lebih banyak perhatian.

3. Terlihat “menggoda” 
Menurut Perpustakaan Nasional AS, salah satu tanda gangguan histrionik adalah "bertindak atau terlihat terlalu ‘menggoda’ ”, yang terbungkus dalam kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian. Si Kecil akan melakukan apa saja agar semua mata menatapnya.

4. Sangat emosional
Waspadai jika Si Kecil mudah terbawa emosi atau emosinya berubah-ubah drastis. Kondisi ini membuat penderitanya sangat mementingkan emosi di atas segalanya. Emosi tersebut akhirnya mendorong mereka memainkan drama tertentu untuk kembali merebut perhatian.

Pola asuh berdampak langsung pada kemampuan Si Kecil bersosialisasi. Beri stimulasi tepat agar kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonalnya berkembang dengan baik. Apa yang dimaksud dengan kedua jenis kecerdasan tersebut?

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan seseorang untuk bisa memahami orang lain termasuk bagaimana perasaan mereka serta hal-hal apa yang memotivitasi dan mengganggunya. Lakukan stimulasi dengan sering mengajak Si Kecil bersosialisasi dan berikan arahan bagaimana cara bersosialisasi yang benar.

Kemudian, kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk bisa memahami diri sendiri. Ajak Si Kecil berdiskusi mengenai kelebihan dan kelemahan yang ia miliki serta bantu dirinya mencari cara untuk mengatasi kelemahan tersebut.

Bunda juga bisa menerapkan kombinasi beberapa teknik asuh ketimbang hanya satu saja, meski salah satu teknik bisa lebih dominan. Misalnya bersikap permisif dalam situasi tertentu dan lebih bersifat otoriter pada situasi lain. Kunci adalah pengasuhan yang konsisten. Dampingi terus Si Kecil dan pastikan ia mendapat pujian yang sewajarnya.

Lihat Artikel Lainnya